Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Britania Raya dan Irlandia menjajaki kolaborasi sosial dengan Manchester United Muslim Supporters’ Club (MUMSC), komunitas suporter Muslim resmi Manchester United. Penjajakan itu berlangsung dalam pertemuan di Stadion Old Trafford, Manchester, Sabtu (10/10/2026).
Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk mempererat hubungan antara komunitas Muhammadiyah di Britania Raya dan komunitas Muslim pendukung Manchester United. Kedua pihak juga membicarakan peluang kerja sama dalam kegiatan sosial yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
Ketua PCIM Britania Raya dan Irlandia, Ince Dian Aprilyani Azir, hadir bersama Sekretaris Majelis Pustaka, Informasi, dan Komunikasi PCIM Britania Raya dan Irlandia, Farisah Amanda, serta empat warga Muhammadiyah lainnya. Mereka disambut Ketua MUMSC, Asif Mahmud.
Ince menjelaskan, MUMSC mendapat pengakuan resmi dari Manchester United pada Agustus 2024 sebagai klub suporter Muslim pertama dalam jaringan klub suporter resmi klub sepak bola tersebut di seluruh dunia.
“MUMSC mewadahi suporter Muslim Manchester United lintas negara dan aktif dalam kegiatan keagamaan serta sosial. Kegiatannya antara lain buka puasa bersama di Old Trafford dan pengumpulan jaket musim dingin bagi warga yang membutuhkan,” jelasnya.
Dalam kunjungan itu, rombongan PCIM Britania Raya dan Irlandia juga diajak melihat Multi-Faith Room di kawasan Stadion Old Trafford. Ruangan yang didukung MUMSC tersebut terbuka bagi pemeluk semua agama dan menjadi tempat bagi suporter Muslim untuk menunaikan salat pada hari pertandingan.
Bagi Ince, keberadaan ruang ibadah di stadion sepak bola ternama itu menunjukkan bagaimana kebutuhan spiritual dapat memperoleh tempat di ruang publik.
“Kami disambut dengan hangat. Sangat menginspirasi melihat ada ruang untuk beribadah di salah satu stadion sepak bola paling terkenal di dunia. Ini menunjukkan bahwa komunitas Muslim dapat berkontribusi positif bagi kehidupan publik di Inggris,” ujarnya.
Farisah Amanda juga menilai komunitas seperti MUMSC memiliki peran penting dalam membangun hubungan sosial yang melampaui batas wilayah dan negara.
Sebagai mahasiswa dengan latar belakang ekonomi syariah, dia memandang solidaritas antarkomunitas sebagai modal untuk membangun kolaborasi sekaligus memberdayakan masyarakat.
“Jejaring komunitas yang tumbuh dari kesamaan minat dan nilai dapat menjadi pintu masuk bagi berbagai kegiatan sosial yang berdampak nyata,” kataya.
Sepak Bola sebagai Jembatan Persatuan
Pertemuan di Old Trafford ini menjadi bagian dari upaya PCIM Britania Raya dan Irlandia mempererat hubungan dengan komunitas Muslim setempat. Kedua pihak berencana melanjutkan pembicaraan untuk merancang program kolaborasi, terutama di bidang sosial.
Rencana kerja sama tersebut masih dalam tahap perancangan bersama. Salah satu kemungkinan yang dibicarakan ialah pelaksanaan kegiatan kolaboratif di Stadion Old Trafford, Manchester.
Ince berharap sepak bola dapat menjadi jembatan untuk memperkuat persatuan masyarakat lintas latar belakang.
“Tentu saat ini kami berupaya mengajak seluruh masyarakat Indonesia dan masyarakat global untuk saling memperkuat persatuan antarumat, mengingat sepak bola saat ini merupakan olahraga sekaligus elemen penting yang paling diminati masyarakat seluruh dunia. Melalui berbagai pendekatan, kami berupaya untuk mewujudkan misi tersebut,” tuturnya.
Pertemuan tersebut berlangsung bertepatan dengan laga kandang Manchester United melawan Tottenham Hotspur FC yang berakhir imbang 1-1.
Di luar pertandingan, kunjungan itu membuka peluang bagi sepak bola untuk menjadi ruang perjumpaan, penguatan solidaritas, dan kerja sama sosial lintas komunitas. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments