Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kabupaten Pekalongan mempelajari program pemberdayaan masyarakat, dakwah, dan Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (Kokam) dalam kunjungan ke PDPM Kabupaten Gunungkidul, Ahad (13/9/2026).
Rombongan PDPM Kabupaten Pekalongan dipimpin Ketua PDPM Kabupaten Pekalongan Agung Dwi Hanggoro. Kedatangan mereka disambut Ketua PDPM Kabupaten Gunungkidul Agung Supriyadi bersama jajaran pengurus.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari program kerja PDPM Kabupaten Pekalongan untuk bertukar pengalaman mengenai pengelolaan organisasi dan pengembangan program kepemudaan. Dalam pertemuan itu, kedua pihak membahas sejumlah program yang telah dijalankan di masing-masing daerah.
Agung Supriyadi menyampaikan apresiasi atas kunjungan PDPM Kabupaten Pekalongan. Ia menjelaskan, PDPM Kabupaten Gunungkidul terus mengembangkan organisasi melalui sinergi dengan berbagai pihak, seperti Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), pemerintah daerah, dan anggota legislatif.
“PDPM saat ini aktif bersinergi dengan lintas sektor, seperti KNPI, pemerintahan, dan anggota dewan melalui berbagai program lintas sektor,” ujar Agung Supriyadi.
Menurutnya, PDPM Kabupaten Gunungkidul memiliki 59 pengurus yang terbagi dalam 13 bidang serta didukung 18 Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM). Kondisi geografis dan potensi daerah, termasuk sektor pariwisata dan pertanian, menjadi salah satu pertimbangan dalam penyusunan program kepemudaan.

Kenalkan Program BRUTAL
Salah satu program yang dikembangkan PDPM Kabupaten Gunungkidul adalah BRUTAL, akronim dari Buruh, Tani, dan Nelayan. Program ini diarahkan pada pemberdayaan masyarakat melalui pembagian bibit tanaman unggulan, penyediaan pupuk, serta pendampingan pengolahan hasil pertanian.
Pelaksanaan program BRUTAL dilakukan melalui kelompok tani maupun jamaah masjid dengan melibatkan dinas terkait. Program tersebut menjadi salah satu upaya PDPM Gunungkidul mengembangkan kegiatan kepemudaan yang berhubungan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
Selain bidang pemberdayaan, PDPM Kabupaten Gunungkidul juga mengembangkan program dakwah berupa pelatihan mubalig dan Kunsiroh atau kunjungan silaturahmi. Kunsiroh dilaksanakan secara khusus pada bulan Ramadan dengan mengunjungi masing-masing cabang.
Kegiatan tersebut menjadi sarana untuk mempererat hubungan antarpengurus sekaligus menguatkan aktivitas dakwah kepemudaan di tingkat cabang.
Agung Supriyadi menambahkan, dinamika organisasi merupakan bagian dari perjalanan Pemuda Muhammadiyah. Berbagai tantangan yang muncul, menurutnya, dapat menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat gerakan.
“Dalam berorganisasi tentu terdapat tantangan masing-masing. Namun, hal tersebut bukan halangan dan menjadi pembelajaran bagi kita untuk maju bersama,” katanya.
Pekalongan Paparkan Program Kokam hingga AUM
Ketua PDPM Kabupaten Pekalongan Agung Dwi Hanggoro mengatakan, kunjungan tersebut menjadi ruang belajar bersama dengan PDPM Kabupaten Gunungkidul.
“Kunjungan hari ini merupakan bagian dari program kerja dengan tujuan belajar atau gangsu kawruh dengan PDPM Gunungkidul. Hal-hal yang baik akan kita bawa untuk dikaji dan diterapkan,” ujar Agung Dwi Hanggoro.
Sementara itu, Sekretaris PDPM Kabupaten Pekalongan Miftahudin menyampaikan sejumlah program yang dikembangkan organisasinya. Salah satunya berada di bidang Kokam dan SAR yang meraih Terbaik II Program Kado Ramadan untuk Kokam tingkat Jawa Tengah.
Di bidang sosial, PDPM Kabupaten Pekalongan menjalankan program Gawe Omah, yakni kegiatan membantu pembangunan rumah bagi warga yang membutuhkan. Selain itu, terdapat program KOBAT atau Kokam Obah Bareng yang berfokus pada perbaikan dan penataan sarana prasarana Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), khususnya sekolah.
“Melalui program KOBAT, kami melakukan kegiatan seperti pengecatan dan melukis dinding sekolah agar menjadi lebih indah dan layak. Sampai saat ini sudah lebih dari 30 AUM yang berhasil kami perindah,” kata Miftahudin.
PDPM Kabupaten Pekalongan juga mengembangkan program di bidang olahraga dan ekonomi. Di bidang olahraga, PDPM telah melaksanakan TORSENI atau Temu Olahraga dan Seni sebagai ruang pengembangan bakat dan kebersamaan pemuda.
Sementara di bidang ekonomi dan pemberdayaan, PDPM Kabupaten Pekalongan mengembangkan usaha event organizer serta layanan trainer outbound. Program tersebut menjadi bagian dari upaya organisasi dalam mengembangkan kemandirian ekonomi dan keterampilan pengurus.
Pertukaran pengalaman antara PDPM Kabupaten Pekalongan dan PDPM Kabupaten Gunungkidul menjadi bahan evaluasi bagi kedua pihak dalam mengembangkan program sesuai kebutuhan daerah masing-masing. Komunikasi antarpengurus diharapkan dapat berlanjut melalui kerja sama di bidang pemberdayaan, dakwah, sosial, olahraga, dan kesiapsiagaan. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments