Perkembangan teknologi informasi menuntut sekolah untuk beradaptasi dengan cara baru dalam membangun citra dan menjangkau masyarakat.
Hal ini mengemuka dalam kegiatan Baitul Arqom Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) Cabang Kebomas yang diselenggarakan oleh Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kebomas, Sabtu–Ahad (9–10/5/2026) di Royal Hotel and Villa Batu.
Dalam kegiatan tersebut, hadir Muhammad Khashif Mahardika, praktisi digital marketing yang memberikan pembekalan kepada guru dan karyawan dari SD Muhammadiyah 1 Kebomas, SD Alam Muhammadiyah Kedanyang, dan SMP Muhammadiyah 4 Kebomas.
Mengawali materinya, alumni Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta tersebut menjelaskan bahwa digital marketing merupakan strategi pemasaran yang memanfaatkan media dan teknologi digital untuk mempromosikan produk, layanan, atau brand kepada audiens melalui internet.
Menurutnya, dalam konteks pendidikan, digital marketing tidak sekadar promosi, tetapi menjadi sarana membangun kepercayaan dan citra positif sekolah di mata masyarakat.
“Digital marketing untuk sekolah adalah bagaimana mengenalkan sekolah, membangun kepercayaan orang tua, dan menarik calon peserta didik melalui media digital,” ujarnya.
Menjawab Tantangan Zaman
Dalam sesi interaktif melalui platform Mentimeter, Khashif mengajak peserta menggali alasan pentingnya digital marketing bagi sekolah. Ia kemudian merangkum sejumlah poin utama yang menjadi tantangan dunia pendidikan saat ini.
Pertama, perubahan perilaku masyarakat. Orang tua kini mencari informasi sekolah melalui perangkat digital. Jika sekolah tidak muncul dalam pencarian, maka dianggap “tidak ada”.
Kedua, meningkatnya kompetisi antar sekolah swasta. Lembaga pendidikan tidak bisa lagi pasif menunggu pendaftar, tetapi harus aktif membangun visibilitas dan kepercayaan publik.
Ketiga, efisiensi. Digital marketing memungkinkan sekolah menjangkau target yang tepat, dengan hasil yang terukur dan dapat dianalisis.
Keempat, membangun citra jangka panjang. Ia menegaskan bahwa banyak sekolah sebenarnya memiliki kualitas baik, namun kalah bersaing karena kurang terlihat di ruang digital.
“Sekolah bukan kekurangan kualitas, tapi sering kalah karena tidak terlihat,” tegasnya.
Membangun Digital Marketing Mindset
Selain aspek teknis, Khashif juga menekankan pentingnya membangun digital marketing mindset. Ia menjelaskan bahwa pola pikir ini berfokus pada pemanfaatan media digital untuk menarik perhatian, membangun hubungan, dan memengaruhi audiens.
Menurutnya, mindset ini bukan sekadar soal menjual, tetapi mencakup pemahaman terhadap kebutuhan audiens, kreativitas dalam membuat konten, kemampuan beradaptasi dengan tren, serta konsistensi dalam membangun kepercayaan.
Ia memaparkan beberapa prinsip utama dalam digital marketing, di antaranya:
- Customer First, memahami kebutuhan dan perspektif audiens;
- Creative & Adaptive, mampu mengikuti perkembangan tren digital;
- Data Driven, mengambil keputusan berbasis data;
- Consistency Builds Trust, menjaga konsistensi konten dan kualitas;
- Value Before Selling, memberikan manfaat sebelum promosi;
- Engagement Matters, membangun interaksi aktif dengan audiens.
Melalui materi ini, peserta diharapkan mampu mengoptimalkan media digital sebagai sarana dakwah sekaligus promosi pendidikan, sehingga sekolah Muhammadiyah semakin dikenal, dipercaya, dan diminati masyarakat. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments