Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura ) kembali menggelar Wisuda ke-54 yang diikuti sebanyak 456 lulusan pada semester gasal tahun akademik 2025/2026 di Dyandra Convention Center Surabaya, Senin (1/6/2026).
Sebanyak 456 mahasiswa resmi dikukuhkan sebagai lulusan pada semester gasal tahun akademik 2025/2026.
Rektor Umsura Prof. Dr. Mundakir, S.Kep., Ns., M.Kep. FISQua menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam proses pendidikan para lulusan.
“Kami mengucapkan selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati. Terima kasih juga kepada para dosen, tenaga kependidikan, serta orang tua dan wali mahasiswa yang telah mendampingi dan mendukung perjalanan akademik para lulusan hingga hari ini,” ujarnya.
Menurut Mundakir, jumlah wisudawan pada semester gasal kali ini memang lebih sedikit dibandingkan periode sebelumnya. Namun hal tersebut tidak mengurangi semangat Umsura untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Dalam laporan akademiknya, Mundakir menjelaskan bahwa Umsura terus memperkuat posisinya sebagai perguruan tinggi yang unggul dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
“Saat ini Umsura memiliki total 46 program studi yang terdiri atas program diploma, sarjana, magister, dan doktor. Dari jumlah tersebut terdapat 7 program pascasarjana, sejumlah program sarjana, program magister, serta program doktor yang terus berkembang,” jelas Mundakir.
Pada tahun 2026, imbuh dia, Umsura berhasil membuka dua program studi baru, yakni Program Studi Pendidikan Bahasa Arab dan Program Magister Manajemen. Penambahan program studi tersebut menjadi bagian dari strategi penguatan kapasitas akademik kampus.
Selain itu, Usura juga tengah mengajukan pembukaan dua program pendidikan dokter spesialis, yaitu Spesialis Penyakit Dalam dan Spesialis Kesehatan Jiwa.
Tidak hanya itu, sejumlah program studi baru juga sedang dipersiapkan, antara lain, yakni S1 Informatika Kesehatan, S1 Data Analyst, S1 Data Science, dan S1 Film dan Animasi
Sementara untuk jenjang doktoral, Umsura tengah mengembangkan Program Doktor Ilmu Kedokteran dan Program Doktor Ilmu Kesehatan.
“Ini merupakan bagian dari transformasi institusi pendidikan yang terus tumbuh, beradaptasi, dan menjawab tantangan zaman,” kata Mundakir.
Di bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, Umsura menunjukkan tren yang positif.
Pada tahun akademik 2025/2026, sivitas akademika Umsura berhasil memperoleh 122 hibah penelitian serta 144 hibah Pengabdian kepada Masyarakat (PKM).
“Capaian tersebut menunjukkan meningkatnya produktivitas dosen dalam menghasilkan karya ilmiah dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” kata Mundakir.
Menurut Mundakir, penelitian dan pengabdian merupakan bagian penting dari identitas perguruan tinggi yang tidak hanya fokus pada pengajaran, tetapi juga menghasilkan solusi bagi berbagai persoalan sosial dan pembangunan.
Rebranding Kampus Terinspirasi NUS
Dalam kesempatan tersebut, Mundakir juga menjelaskan langkah rebranding yang tengah dilakukan Umsura.
Menurut Mundakir, transformasi identitas kampus terinspirasi dari keberhasilan National University of Singapore (NUS) yang mampu membangun citra kuat sebagai perguruan tinggi berkelas dunia.
“Karena itu, Universitas Muhammadiyah Surabaya mulai memperkenalkan identitas baru berupa MUS (Muhammadiyah University of Surabaya) sebagai bagian dari strategi penguatan branding dan internasionalisasi kampus,” katanya.
Selain itu, Umsura juga mengganti tagline kampus dari “Sejuta Inovasi” menjadi “Kampus Para Juara” atau “Home of Champions”.
Menurut Mundakir, perubahan tersebut bukan sekadar pergantian slogan, melainkan representasi semangat baru untuk terus bergerak maju.
“Rebranding adalah spirit bahwa kita harus terus dinamis. Kita hidup untuk bergerak, berinovasi, dan menyongsong masa depan yang lebih baik lagi,” tegasnya.
Penguatan sumber daya manusia juga menjadi fokus utama pengembangan Umsura.
Saat ini Umsura memiliki sekitar 352 dosen tetap, termasuk 6 profesor atau guru besar, serta didukung oleh 196 tenaga kependidikan.
Dalam pengembangan sumber daya manusia, Umsura saat ini didukung oleh 352 dosen tetap. Dari jumlah tersebut, sebanyak 6 dosen telah menyandang jabatan profesor, 29 dosen berstatus lektor kepala, 118 dosen lektor, dan 122 dosen asisten ahli.
Mundakir mengungkapkan bahwa pada tahun 2026 telah mengukuhkan dua guru besar. Dia optimistis jumlah profesor di lingkungan Umsura akan terus bertambah seiring meningkatnya kualifikasi dan produktivitas akademik para dosen.
“Bila kita berasumsi sekitar 30 persen dosen yang saat ini berjabatan lektor kepala dapat melanjutkan ke jenjang profesor, maka kita perkirakan pada tahun ini atau tahun depan di Umsura akan bertambah sembilan guru besar lagi,” tegas Mundakir.
Penambahan tersebut diharapkan semakin memperkuat kualitas akademik, kapasitas riset, serta reputasi institusi di tingkat nasional maupun internasional.
Selain itu, lebih dari 100 dosen juga tengah menempuh berbagai tahapan pengembangan karier akademik untuk meningkatkan kompetensi dan kualifikasi mereka.
“Berbagai pencapaian yang diraih Umsura merupakan hasil kerja kolektif seluruh sivitas akademika,” tutu Mundakir. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments