Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Akademi Marbot Masjid Muhammadiyah Batch 3 Bekali Peserta Menyusun Masjid Plan

Iklan Landscape Smamda
Akademi Marbot Masjid Muhammadiyah Batch 3 Bekali Peserta Menyusun Masjid Plan
Imam Ghozali saat memberikan materinya. (Istimewa/PWMU.CO)
pwmu.co -

Peserta Akademi Marbot Masjid Muhammadiyah (AM3) Batch 3 mendapatkan pembekalan mengenai penyusunan Masjid Plan sebagai instrumen tata kelola masjid yang profesional dan berkelanjutan.

Materi tersebut disampaikan oleh Sekretaris LPCRPM PWM Jawa Timur, Imam Ghozali ST, di Aula Masjid Asy-Syifa Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan (RSML), Senin (21/6/2026).

Dalam pemaparannya, Imam Ghozali menegaskan bahwa masjid membutuhkan perencanaan yang jelas agar program dan aktivitas yang dijalankan tidak berhenti ketika terjadi pergantian kepengurusan. Menurutnya, banyak masjid memiliki program yang baik, namun tidak sedikit yang mengalami stagnasi karena tidak memiliki dokumen perencanaan yang terstruktur.

“Masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga pusat peradaban umat. Karena itu, pengelolaannya harus dilakukan secara profesional dan berkelanjutan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Masjid Plan merupakan dokumen strategis yang berfungsi sebagai peta jalan (roadmap) pengelolaan masjid dalam satu periode kepengurusan. Dokumen tersebut memuat analisis kondisi masjid, visi, misi, tujuan, sasaran, rencana strategis, rencana kerja tahunan, hingga indikator kinerja utama atau Key Performance Indicator (KPI).

Menurut Imam Ghozali, langkah pertama dalam penyusunan Masjid Plan adalah melakukan analisis kondisi masjid secara objektif. Analisis tersebut mencakup kondisi jamaah, sumber daya manusia pengurus, keuangan, sarana dan prasarana, serta lingkungan sekitar masjid. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan metode SWOT untuk mengetahui kekuatan, kelemahan, peluang, dan tantangan yang dihadapi masjid.

Setelah itu, takmir masjid perlu merumuskan visi dan misi yang jelas serta inspiratif sebagai arah pengembangan masjid. Visi dan misi tersebut kemudian dijabarkan dalam tujuan dan sasaran yang terukur menggunakan prinsip SMART (Specific, Measurable, Achievable, Relevant, dan Time-bound).

SMPM 5 Pucang SBY

Lebih lanjut, Imam Ghozali menjelaskan bahwa Masjid Plan juga memuat Rencana Strategis (Renstra) tiga hingga lima tahun yang menjadi pedoman pengembangan masjid dalam jangka menengah. Renstra tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam Rencana Kerja Tahunan Masjid (RKTM) yang berisi program, kegiatan, target, jadwal pelaksanaan, penanggung jawab, dan kebutuhan anggaran.

“Perencanaan yang baik harus diikuti dengan monitoring dan evaluasi yang baik pula. Karena itu diperlukan KPI sebagai alat ukur keberhasilan program yang dijalankan,” jelasnya.

Ia menambahkan, KPI membantu pengurus mengetahui sejauh mana target telah tercapai, efektivitas program yang dilaksanakan, serta dampak penggunaan anggaran terhadap kemajuan masjid.

Melalui materi ini, peserta AM3 Batch 3 diharapkan mampu menyusun Masjid Plan di masjid masing-masing sehingga pengelolaan masjid menjadi lebih terarah, akuntabel, dan berkelanjutan. Dengan demikian, masjid dapat semakin berkembang sebagai pusat ibadah, dakwah, pendidikan, pelayanan sosial, dan pemberdayaan masyarakat.

Akademi Marbot Masjid Muhammadiyah Batch 3 sendiri diikuti oleh 16 perwakilan masjid Muhammadiyah dari berbagai daerah se Jawa Bali. Program ini menjadi bagian dari upaya Muhammadiyah untuk meningkatkan kapasitas pengelola masjid agar mampu menghadirkan kemakmuran masjid yang berkelanjutan serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi umat dan masyarakat. (*)

Revisi Oleh:
  • Nadjib Hamid - 24/06/2026 15:02
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu