Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura) menjadi rujukan Universitas Muhammadiyah Maluku Utara (UMMU) dalam mempersiapkan pendirian Fakultas Kedokteran Gigi (FKG).
Langkah tersebut ditandai dengan kunjungan Rektor UMMU Prof. Dr. Ranita Rape, Sp., M.SE beserta tim task force pendirian FKG ke kampus Umsura, Rabu (24/6/2026).
Kunjungan ini merupakan bagian dari penjajakan kerja sama sekaligus upaya memperkuat persiapan pendirian FKG UMMU. Turut hadir jajaran wakil rektor dan pimpinan Fakultas Kedokteran Gigi Umsura, sedangkan dari pihak UMMU hadir tim task force pendirian Fakultas Kedokteran Gigi.
Dalam pertemuan tersebut, kedua perguruan tinggi membahas sejumlah aspek strategis. Mulai dari tata kelola fakultas, penguatan sumber daya manusia, pemenuhan sarana dan prasarana, pengembangan kurikulum, hingga peluang kolaborasi akademik pada masa mendatang.
Rektor Umsura, Prof. Dr. Mundakir, S.Kep, Ns, M.Kep menyambut baik kunjungan tersebut.
Menurutnya, Umsura terbuka untuk berbagi pengalaman dalam pengelolaan pendidikan tinggi, khususnya di bidang kedokteran gigi.
“Kami menyambut baik kehadiran Universitas Muhammadiyah Maluku Utara. Semoga pertemuan ini menjadi awal kerja sama yang produktif, terutama dalam mendukung pengembangan pendidikan kedokteran gigi di lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah,” ujarnya.
Menurut Mundakir, semangat saling menguatkan dan berbagi pengalaman merupakan bagian dari tradisi yang telah tumbuh di lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMA).
Kehadiran kampus-kampus yang telah lebih dahulu mengembangkan program studi kesehatan diharapkan dapat menjadi pendamping bagi PTMA lain yang tengah memperluas layanan pendidikannya.
“Kolaborasi antarkampus tidak hanya penting untuk mempercepat proses pendirian fakultas baru, tetapi juga untuk memastikan kualitas pendidikan yang dihasilkan sesuai dengan standar yang ditetapkan,” tegas pria kelahiran Lamongan ini.
Sementara itu, Prof. Ranita Rape menegaskan bahwa kunjungan tersebut menjadi langkah penting dalam memperkuat kesiapan UMMU mendirikan Fakultas Kedokteran Gigi.
“Umsura memiliki pengalaman dan kapasitas kelembagaan yang relevan sehingga menjadi mitra rujukan dalam proses pengembangan Fakultas Kedokteran Gigi di UMMU,” katanya.
Ia berharap, hubungan kedua perguruan tinggi tidak berhenti pada tahap konsultasi.
“Kami ingin mengebangkan menjadi kerja sama yang lebih konkret di bidang akademik, pengembangan sumber daya manusia, pendampingan kelembagaan, serta penguatan mutu pendidikan,” tandasnya.
Kolaborasi ini sekaligus mencerminkan semangat Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) untuk saling menguatkan dan berbagi pengalaman dalam menjawab kebutuhan pendidikan tinggi dan pelayanan kesehatan masyarakat di berbagai daerah di Indonesia. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments