AMKI Muda Universitas Muhammadiyah Lamongan (Umla) menggelar Seminar Public Speaking bertajuk “Gen Z Jago Bicara” pada Selasa (21/7/2026) di Masjid KH Bagus Hadi Kusuma Umla.
Kegiatan yang berlangsung pukul 16.00–17.30 WIB tersebut diikuti sekitar 60 peserta dari kalangan mahasiswa dan generasi muda.
Seminar ini diselenggarakan sebagai upaya meningkatkan kemampuan public speaking generasi Z agar mampu menjadi komunikator yang baik dalam berdakwah, berorganisasi, dan mempersiapkan diri sebagai pemimpin masa depan.
Acara diawali dengan pembukaan oleh moderator Ananda Nurul Alifia, dilanjutkan pembacaan Gema Wahyu Ilahi (GWI) oleh Ananda Muhammad Fatihul H. Kegiatan kemudian dibuka melalui sambutan Ketua AMKI Muda Umla, Ananda Fatih Zaki Ahmad.
Dalam sambutannya, Fatih Zaki menegaskan bahwa kehadiran AMKI Muda bertujuan menghidupkan fungsi masjid sebagai pusat kegiatan umat, khususnya bagi generasi muda. Menurutnya, masjid harus menjadi ruang yang aman, nyaman, dan menyenangkan sehingga mampu menarik minat anak muda untuk aktif berkegiatan di dalamnya.
“Masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga pusat pembinaan karakter, pengembangan diri, dan dakwah. Karena itu, AMKI Muda hadir untuk mengajak generasi muda kembali memakmurkan masjid,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya penguatan aktivitas keagamaan di kalangan generasi muda. Melalui berbagai program yang dijalankan, AMKI Muda berharap semakin banyak anak muda yang menjadikan masjid sebagai pusat pembelajaran, pengembangan potensi, dan penguatan nilai-nilai keislaman.
Sementara itu, Pembina AMKI Muda Umla, Ustaz Teguh Hadi Wibowo, menekankan bahwa kemampuan berbicara di depan umum merupakan keterampilan penting yang harus dimiliki generasi muda.
“Public speaking tidak hanya berguna dalam dunia pendidikan dan organisasi, tetapi juga menjadi sarana efektif dalam berdakwah, menyampaikan gagasan, serta membangun komunikasi yang positif di tengah masyarakat,” tuturnya.
Pada sesi inti, peserta mendapatkan materi dari Coach Rifqi Anugrah. Dalam paparannya, ia mengajak peserta untuk membangun keberanian berbicara di depan umum dan tidak takut menghadapi rasa gugup.
Menurutnya, rasa gugup merupakan hal yang wajar dialami setiap orang. Namun, kemampuan berbicara yang baik hanya dapat berkembang melalui latihan yang konsisten dan keberanian untuk terus mencoba.
“Kepercayaan diri tidak datang secara instan. Semua berproses, dimulai dari keberanian untuk tampil dan terus belajar dari setiap pengalaman,” jelasnya.
Coach Rifqi juga menjelaskan tahapan perkembangan kemampuan public speaking, mulai dari fase takut berbicara, kemudian berani tampil setelah sering berlatih, hingga mampu menguasai audiens dan menyampaikan pesan secara jelas serta meyakinkan.
Selain itu, ia menekankan bahwa komunikasi merupakan salah satu kunci kesuksesan dalam berbagai bidang kehidupan. Kemampuan menyampaikan ide, mendengarkan secara aktif, membangun hubungan yang baik, dan memengaruhi orang lain melalui komunikasi yang efektif menjadi bekal penting bagi generasi muda.
Untuk memperkuat pemahaman peserta, sesi seminar dilanjutkan dengan praktik langsung. Sejumlah peserta secara sukarela maju ke depan untuk mencoba teknik-teknik public speaking yang telah dipelajari. Suasana seminar pun berlangsung interaktif dan penuh antusiasme.
Para peserta tampak aktif mengikuti setiap sesi, berani menyampaikan pendapat, serta menunjukkan semangat belajar yang tinggi. Interaksi yang hangat antara pemateri dan peserta menjadikan kegiatan ini tidak hanya edukatif, tetapi juga memberikan pengalaman yang berkesan.
Melalui seminar “Gen Z Jago Bicara”, AMKI Muda Umla berharap dapat melahirkan generasi muda yang percaya diri, komunikatif, dan mampu memanfaatkan kemampuan public speaking sebagai sarana dakwah, kepemimpinan, serta pengabdian kepada masyarakat.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen AMKI Muda dalam menghidupkan fungsi masjid sebagai pusat pembinaan umat dan pengembangan potensi generasi muda Muhammadiyah. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments