Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Oase di Tengah Debu Perkebunan Sawit: Catatan Singgah Guru SDMM Gresik dari Kedipi Estate

Iklan Landscape Smamda
Oase di Tengah Debu Perkebunan Sawit: Catatan Singgah Guru SDMM Gresik dari Kedipi Estate
Masjid Ash-Sholihin berdiri bersahaja dengan perpaduan warna putih dan hijau yang menyatu harmonis dengan alam sekitarnya. (Ria Pusvita Sari/PWMU.CO).
Oleh : Ria Pusvita Sari

Perjalanan darat selama hampir lima jam dari Pangkalan Bun menuju kawasan perkebunan kelapa sawit Cargill di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, bukanlah lintasan yang mudah, Ahad (19/07/2026).

Di balik hamparan hijau daun kelapa sawit yang membentang tanpa batas, ada terik matahari siang yang menyengat kulit dan hempasan debu jalanan tanah merah yang menyertai setiap putaran roda kendaraan.

Namun, panggilan untuk berbagi ilmu—memberikan pelatihan bagi para guru dan komunitas di pedalaman—selalu punya cara untuk menghangatkan semangat, betapa pun lelahnya raga di sepanjang lintasan.

Ketika jarum jam mendekati tengah hari dan terik mencapai puncaknya, kendaraan kami melaju perlahan memasuki area PT Maya Agro Investama – Kedipi Estate, bagian dari kawasan Cargill.

Di tengah luasnya perkebunan dan terisolirnya kawasan dari riuk pikuk perkotaan, mata kami tertuju pada sebuah bangunan yang berdiri tenang di tepi jalan tanah.

Sebuah papan nama berwarna putih berbingkai tiang hijau menyambut dengan ramah: Masjid Ash-Sholihin.

Tempat Berlabuh yang Sejuk dan Menentramkan

Langkah kaki yang semula terasa berat oleh rasa lelah dan debu yang menempel di pakaian, mendadak terasa ringan saat memasuki pelataran masjid.

Masjid Ash-Sholihin berdiri bersahaja dengan perpaduan warna putih dan hijau yang menyatu harmonis dengan alam sekitarnya.

Bangunannya dirancang sangat terbuka, dilengkapi kanopi luas di bagian depan dan samping yang memayungi siapa saja dari teriknya sinar matahari Kalimantan.

Di atas atapnya yang sederhana, sebuah kubah kecil dan menara pemancar di kejauhan menjadi penanda bahwa di tengah hamparan industri perkebunan ini, ruang spiritual tetap terawat dengan begitu baik.

SMPM 5 Pucang SBY

Saat mengambil air wudu, rasanya seperti membasuh seluruh keletihan perjalanan 5 jam yang panjang.

Dan ketika melangkah masuk ke dalam ruang utama untuk menunaikan shalat Dhuhur, keajaiban kecil itu terasa. Suasana di dalam masjid begitu dingin dan sejuk—sesejuk oase di tengah padang pasir.

Desir angin yang berembus pelan di antara tiang-tiang penyangga membawa ketenangan yang sukar dilukiskan dengan kata-kata.

Kedamaian di Antara Tugas Mulia

Di bawah naungan langit biru yang dihiasi gumpalan awan putih, Masjid Ash-Sholihin bukan sekadar tempat beribadah.

Bagi para musafir, pekerja perkebunan, dan siapa pun yang melintas, masjid ini adalah tempat menemukan kembali kedamaian jiwa sebelum melanjutkan perjuangan.

Shalat Dhuhur siang itu terasa begitu syahdu. Ada rasa haru yang membuncah ketika menyadari betapa indahnya cara Tuhan memberi rehat: menghentikan sejenak langkah di tempat yang begitu sejuk dan teduh, tepat saat tubuh dan pikiran sangat membutuhkannya.

Dengan tenaga dan ketenangan yang telah pulih, perjalanan melatih di tanah Kalimantan Barat ini kembali dilanjutkan. Langkah terasa lebih mantap, membawa senyum dan tekad hangat untuk terus berbagi inspirasi. (*)

SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu