Lantunan murajaah sepuluh surah pendek yang menggema dari suara para siswa dan guru pembina memenuhi halaman Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) 08 Pelangwot pada Selasa, 21 Juli 2026. Suasana khidmat itu menjadi tanda permulaan Program Tahfiz Tahsin Qur’an (TTQ) Tahun Pelajaran 2026/2027.
Program merupakan aktivitas pembelajaran pada pekan kedua setelah seluruh siswa menyelesaikan kegiatan Masa Ta’aruf Murid Madrasah (MATAMUDA) yang berlangsung pada 13–17 Juli 2026.
Jika pekan pertama fokus pada pengenalan lingkungan madrasah, maka pekan berikutnya menjadi awal penguatan karakter melalui pembiasaan mencintai Al-Qur’an.
Ada yang berbeda pada tahun pelajaran kali ini. Program TTQ berlangsung pada jam ke-0, tepat pukul 06.15 WIB, sebelum apel pagi dan memulai kegiatan belajar mengajar.
Kebijakan ini menjadi ikhtiar madrasah untuk membiasakan siswa memulai hari dengan berinteraksi bersama Al-Qur’an.
Meskipun sebagian siswa harus menempuh perjalanan dari berbagai dusun, semangat mereka untuk datang lebih awal tidak surut.
Antusiasme tersebut lahir dari sinergi antara siswa, orang tua, serta dukungan penuh Kepala Madrasah, Ustaz Ali Imron, S.Pd.I., bersama seluruh guru MIM 08 Pelangwot.
Bahkan, beberapa wali murid mengaku anak-anak mereka berangkat lebih pagi dari jadwal biasanya karena tidak ingin terlambat mengikuti kegiatan TTQ.
Sebelum kegiatan di mulai, para guru pembina menyambut kedatangan siswa di gerbang madrasah melalui pembiasaan S2 (Salim dan Salam).
Pemandangan sederhana itu menjadi bagian dari pendidikan karakter yang terus dibangun di lingkungan madrasah.
MIM 08 Pelangwot tidak hanya mengajarkan ilmu agama dan pengetahuan umum, tetapi juga membiasakan disiplin serta adab dalam kehidupan sehari-hari.
Hal itu tampak ketika para siswa yang datang menggunakan sepeda turun dari kendaraannya, kemudian menuntunnya sambil memberi salam dan bersalaman dengan para guru.
Menanamkan Cinta Al-Qur’an Sejak Pagi
Atas arahan Ustazah Siti Mazidah, S.Ag., seluruh siswa membentuk lingkaran besar di halaman madrasah. Sebelum murajaah dimulai, ia memberikan motivasi kepada para siswa tentang pentingnya bangun pagi, melaksanakan salat Subuh, serta memanfaatkan waktu pagi untuk belajar.
“Anak-anakku sekalian, ini adalah kegiatan perdana TTQ yang kita laksanakan pada pagi hari. Mengapa pagi? Karena pada waktu pagi pikiran kita masih segar sehingga lebih mudah menerima pelajaran dan lebih bersemangat,” tuturnya.
Suasana pagi yang sejuk berpadu dengan lantunan ayat-ayat Al-Qur’an menghadirkan atmosfer belajar yang berbeda. Program TTQ tidak sekadar menjadi kegiatan menghafal, tetapi juga membangun kebiasaan positif sejak awal hari.
Pada tahun pelajaran 2026/2027, MIM 08 Pelangwot memiliki 61 siswa yang dibimbing oleh lima guru pembina dan seorang guru koordinator.
Madrasah berharap program ini menjadi momentum kebangkitan kembali program tahfiz yang telah berjalan selama beberapa tahun, meskipun sempat mengalami dinamika dalam pelaksanaannya.
Sebelum pembagian kelompok, Koordinator TTQ, Ustaz Muhammad Ali Husnul Yakin, S.Pd., mengajak seluruh siswa mengingat kembali jumlah surah dalam Al-Qur’an serta menyebutkan sepuluh surah pendek secara berurutan, mulai dari Surah An-Nas hingga Al-Fil.
Para siswa mampu menjawab dengan lancar, menunjukkan bahwa pembiasaan menghafal Al-Qur’an telah menjadi bagian dari kehidupan mereka.
Selanjutnya, siswa dibagi ke dalam kelompok berdasarkan jenjang kelas dengan didampingi guru pembina masing-masing.
- Kelas 1: Ustazah Siti Mazidah, S.Ag.
- Kelas 2: Ustazah Hikmatul Karomah.
- Kelas 3: Ustazah Zum’atun Kholifah, A.Md.KA.
- Kelas 4: Ustazah Zurista Nur Awwaliyah, S.Pd.I.
- Kelas 5: Ustaz Dedy Irmansyah, S.Pd.
- Kelas 6: Ustaz Muhammad Ali Husnul Yakin, S.Pd.
Tahapan berikutnya adalah pelaksanaan tes kemampuan tahsin dan hafalan Al-Qur’an sebagai dasar penempatan kelompok sesuai kemampuan masing-masing siswa.
Membangun Generasi Madani Berbasis Al-Qur’an
Program TTQ memperoleh dukungan penuh dari berbagai unsur Persyarikatan Muhammadiyah di Pelangwot, mulai dari PRM Pelangwot, Komite Madrasah, hingga seluruh civitas Muhammadiyah setempat.
Dukungan tersebut lahir dari kesadaran bersama bahwa generasi Muhammadiyah tidak cukup hanya unggul dalam ilmu pengetahuan.
Mereka juga harus memiliki akhlak yang berlandaskan Al-Qur’an serta kemampuan membaca Al-Qur’an secara fasih dan benar.
Karena itu, TTQ menjadi salah satu program unggulan MIM 08 Pelangwot yang akan terus dikembangkan.
Program ini tidak hanya berorientasi pada pencapaian hafalan, tetapi juga menekankan pentingnya memperbaiki kualitas bacaan sesuai kaidah tajwid dan makharijul huruf agar makna ayat-ayat Al-Qur’an tetap terjaga.
Semangat tersebut sejalan dengan gagasan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Dr. H. Haedar Nashir, M.Si., yang menegaskan bahwa Muhammadiyah merupakan gerakan pembaruan sekaligus gerakan pencerahan.
“Muhammadiyah bukan sekadar organisasi tempat berkumpul, melainkan gerakan pencerahan yang membumikan ajaran Al-Qur’an dan Sunnah ke dalam aksi nyata kehidupan.”
Nilai inilah yang terus dihidupkan oleh MIM 08 Pelangwot. Di tengah tantangan dekadensi moral yang dihadapi generasi muda, madrasah berkomitmen membentuk generasi Qur’ani yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual dan berkarakter.
Melalui Program Tahfiz Tahsin Qur’an, para siswa dibiasakan bangun pagi, menjaga salat Subuh, mencintai Al-Qur’an, memperbaiki bacaan, serta meningkatkan hafalan secara bertahap.
Harapannya, kebiasaan tersebut akan membentuk pribadi yang beriman, disiplin, berakhlak mulia, terampil menghafal Al-Qur’an, dan fasih melafalkannya sebagai bekal menjalani kehidupan di masa depan.***





0 Tanggapan
Empty Comments