Guru SD Muhammadiyah 1 Krian (SD Sakri), Yona Anis Pratama, S.Pd., mengikuti Akademi Jurnalis Muhammadiyah (AJM) untuk memperkuat kompetensi jurnalistik dan kehumasan sekolah. Pelatihan bertema “Optimalisasi Kehumasan Sekolah: Branding Pendidikan Berkemajuan Berbasis Jurnalistik” ini berlangsung pada Sabtu–Ahad (10–11/10/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen dan PNF) bekerja sama dengan Majelis Pustaka dan Informasi Pimpinan Pusat Muhammadiyah (MPI PP) tersebut digelar di Pesantren Entrepreneur Muhammadiyah (PEM), Gondanglegi, Kabupaten Malang, Jawa Timur.
Sebanyak 45 peserta dari berbagai sekolah Muhammadiyah di Jawa Timur mengikuti pelatihan ini. Mereka mendapatkan pembekalan untuk mengembangkan keterampilan jurnalistik sekaligus mengoptimalkan fungsi kehumasan dalam menyampaikan kegiatan, prestasi, dan inovasi sekolah kepada masyarakat.
Kepala SD Muhammadiyah 1 Krian, Arum Ndalu, M.Pd., mengatakan pelatihan tersebut menjadi kesempatan bagi guru untuk memperluas wawasan dan meningkatkan kemampuan menulis berita.
“Pelatihan ini menjadi kesempatan Guru Muhammadiyah 1 Krian untuk menambah wawasan dan keterampilan jurnalistik, sehingga informasi tentang kegiatan dan prestasi sekolah dapat disampaikan secara lebih menarik dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Akademi Jurnalis Muhammadiyah menghadirkan lima narasumber, yakni Nasrullah, Kelik Nursetiyo, Mukhtarom, Hendra Apriadi, dan Roni Tabroni.
Materi yang diberikan mencakup reportase pendidikan Muhammadiyah, media relations, layanan prima atau service excellent, serta teknik penulisan dan penyuntingan berita.
Pembekalan tersebut diarahkan agar peserta mampu mengolah informasi kegiatan sekolah menjadi berita yang informatif, menarik, dan relevan bagi masyarakat. Kemampuan jurnalistik juga menjadi bekal untuk menyampaikan praktik baik pendidikan Muhammadiyah secara lebih luas.
Dalam pemaparannya, Roni Tabroni menjelaskan empat pilar isu yang dapat dikembangkan menjadi sumber berita sekolah.
Pertama, kegiatan rutin sekolah dapat diolah menjadi narasi edukatif yang memberikan wawasan kepada pembaca. Kedua, prestasi siswa, guru, maupun sekolah dapat menjadi bahan pemberitaan untuk menunjukkan capaian dan perkembangan pendidikan.
Ketiga, sekolah dapat mengangkat sosok inspiratif yang memiliki pengalaman atau kontribusi menarik. Kisah semacam ini berpotensi membangun kedekatan emosional antara sekolah dan masyarakat.
Keempat, sekolah perlu memperhatikan isu pendidikan eksternal, termasuk kebijakan baru yang berdampak terhadap siswa maupun lingkungan sekolah.
Selain menentukan topik, Roni mengingatkan pentingnya memilih sudut pandang atau angle yang menarik dan humanis. Judul berita sebaiknya tidak kaku agar informasi lebih dekat dengan pembaca dan mudah dipahami.
Keikutsertaan Yona Anis Pratama dalam AJM diharapkan menjadi langkah untuk meningkatkan kualitas publikasi SD Muhammadiyah 1 Krian. Keterampilan jurnalistik yang diperoleh dapat dimanfaatkan untuk mengangkat kegiatan, prestasi, serta inovasi sekolah melalui pemberitaan yang informatif dan inspiratif.
Publikasi yang dikelola dengan baik juga dapat membantu masyarakat mengenal proses pembelajaran dan berbagai praktik pendidikan yang dijalankan sekolah.
Melalui penguatan kompetensi jurnalistik dan kehumasan, sekolah diharapkan mampu menyampaikan informasi secara lebih terarah sekaligus memperluas jangkauan publikasi pendidikan Muhammadiyah.
Dengan demikian, jurnalistik tidak hanya berfungsi sebagai sarana dokumentasi kegiatan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mengenalkan pendidikan berkemajuan kepada masyarakat.





0 Tanggapan
Empty Comments