Kajian rutin Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Tanggulangin yang digelar pada Sabtu (18/4/2026) di Gedung Dakwah Pimpinan Ranting Muhammadiyah Kedungbanteng menjadi momentum penting dalam memperkuat ruh perjuangan kader. Kegiatan ini diikuti sekitar 150 kader Muhammadiyah Tanggulangin yang hadir dengan penuh semangat.
Mengusung tema “Meningkatkan Loyalitas dan Militansi Kader AMM Tanggulangin”, kajian ini tidak sekadar menjadi forum keilmuan, tetapi juga ruang pembinaan karakter dan penguatan ideologi kader. Dalam suasana khidmat dan hangat, peserta diajak merenungi pentingnya loyalitas sebagai fondasi istiqamah dalam berorganisasi, serta militansi sebagai energi untuk menggerakkan dakwah amar ma’ruf nahi munkar di tengah masyarakat.
Materi disampaikan oleh Rozaq Akbar, M.Pd., Kepala Pengasuh Santri MBIS Porong Sidoarjo. Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya keteguhan prinsip, keikhlasan, serta kesiapan kader dalam menghadapi tantangan zaman.
“Kader Muhammadiyah yang kuat bukan hanya yang aktif secara fisik, tetapi juga kokoh dalam pemikiran, spiritualitas, dan komitmen terhadap nilai-nilai persyarikatan,” ungkapnya.
Kegiatan ini juga mendapat dukungan penuh dari Pimpinan Ranting Muhammadiyah Kedungbanteng. Bendahara PRM Kedungbanteng, H. Khoiruman, dalam sambutannya mengapresiasi semangat kader muda yang terus menjaga eksistensi dakwah Muhammadiyah melalui kegiatan positif dan berkelanjutan.
“Semangat kader muda seperti ini harus terus dirawat. Ini menjadi harapan besar bagi keberlanjutan dakwah Muhammadiyah di masa depan,” ujarnya.
Melalui kajian rutin ini, diharapkan lahir kader-kader AMM Tanggulangin yang tidak hanya loyal terhadap organisasi, tetapi juga memiliki militansi tinggi dalam mengemban amanah dakwah. Sebab, masa depan persyarikatan sangat ditentukan oleh kualitas generasi mudanya hari ini.
Dengan semangat kebersamaan dan tekad yang kuat, AMM Tanggulangin optimistis dapat terus melangkah maju sebagai pelopor perubahan serta penjaga nilai-nilai Islam berkemajuan di tengah masyarakat. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments