Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

PRNA Sendangagung dan Tunggul Berkolaborasi Belajar Batik Warisan Budaya Lokal

Iklan Landscape Smamda
PRNA Sendangagung dan Tunggul Berkolaborasi Belajar Batik Warisan Budaya Lokal
PRNA Sendangagung dan Tunggul berkolaborasi belajar membatik di TK ABA Sendangagung Ahad 26 April 2026. Foto Yuli Asih/PWMU.CO
pwmu.co -

Pimpinan Ranting Nasyiatul Aisyiyah (PRNA) Sendangagung dan Tunggul, Paciran, Lamongan, berkolaborasi dalam kegiatan belajar membatik sebagai upaya melestarikan warisan budaya lokal. Kegiatan ini digelar di TK ABA Sendangagung pada Ahad (26/4/2026).

Mengusung tema “Perempuan, Canting, dan Kemerdekaan Berkarya”, kegiatan berlangsung pukul 13.00 hingga 17.00 WIB. Rangkaian acara meliputi pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Nasyiatul Aisyiyah, sambutan, materi dan praktik membatik, ramah tamah, penyerahan cinderamata, hingga penutup.

Ketua PRNA Tunggul, Udatul Khoiroh, S.Psi, menyampaikan rasa syukur atas kolaborasi yang terjalin dengan PRNA Sendangagung. Ia mengaku kegiatan ini menjadi kesempatan berharga untuk belajar langsung membatik sebagai bagian dari pelestarian budaya lokal.

“Alhamdulillah keinginan belajar membatik terwujud dan disambut Yunda Nasyiah Sendangagung dengan penuh hangat dan kekeluargaan,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan lanjutan dari kolaborasi sebelumnya, yaitu penanaman mangrove di kawasan Pantai Tunggul.

“Kegiatan berjalan dengan lancar, meskipun kami yang berangkat dari Nol ini tak bisa langsur lancar meniru Ibu Sri Wahyuni, owner Sido Makmur, ini kali kedua kami berkegiatan bersama PRNA Sendangagung yang sebelumnya adalah menanam mangrove di kawasan pantai Tunggul,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua PRNA Sendangagung, Resti Anindyati, menjelaskan bahwa kegiatan membatik ini menjadi salah satu program untuk memperkenalkan warisan budaya kepada kader Nasyiatul Aisyiyah sekaligus mempererat sinergi antar ranting.

Iklan RSI Siti Aisyah Madiun

“Harapan dari kami selanjutnya semoga kita bisa membuat kegiatan bersama lagi yang menggembirakan dan membuat ayunda- Nasyiah semua selalu semangat dalam berNasyiah,” ucapnya.

Materi dan praktik membatik dipandu oleh Sri Wahyuni selaku pemateri sekaligus owner Sido Makmur. Ia menjelaskan bahwa proses membatik membutuhkan kesabaran dan ketelitian.

“Membatik tidaklah mudah karena harus benar-benar sabar dalam menghadapi panasnya lelehan lilin, sabar dalam proses pewarnaan atau melungsur dengan panasnya air yang mendidih di dalam bejana atau dandang yang panas di atas kompor yang menyala,” terangnya.

Kegiatan dilanjutkan dengan praktik membatik, di mana peserta dibagi menjadi empat kelompok, masing-masing dua kelompok dari PRNA Tunggul dan PRNA Sendangagung. Setelah praktik, peserta beristirahat, salat, dan menikmati hidangan khas berupa Sego Muduk, makanan tradisional Desa Sendangagung.

Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat kolaborasi antar ranting sekaligus menjaga kelestarian budaya lokal melalui peran aktif perempuan muda.

Revisi Oleh:
  • Satria - 28/04/2026 03:50
Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡