Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sidoarjo, Prof Milal, berpesan kepada seluruh jamaah haji KBIHU Jabal Nur Muhammadiyah Sidoarjo agar berangkat ke Tanah Suci dengan hati yang tenang, penuh kebersamaan, serta menjauhi prasangka buruk.
Pesan tersebut disampaikan saat acara pelepasan jamaah haji KBIHU Jabal Nur Muhammadiyah Sidoarjo di Masjid An-Nur Muhammadiyah Sidoarjo, Rabu (20/5/2026).
“Tidak usah takut, tidak usah khawatir. Panjenengan semua adalah tamu-tamu Allah. Walaupun dalam perjalanan nanti ada dinamika sana-sini, semuanya sudah ditakdirkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala,” ujarnya.
Prof Milal menegaskan bahwa seluruh jamaah harus merasa menjadi satu keluarga besar Jabal Nur. Karena itu, budaya saling membantu perlu dijaga selama menjalankan ibadah haji.
“Yang kuat membantu yang lemah, yang muda membantu yang tua, yang mampu membantu yang kurang mampu. Selalu membantu dalam menjalankan manasik dan ibadah haji,” tuturnya.
Ia juga mengingatkan jamaah agar menjaga hati dan pikiran selama berada di Tanah Suci. Menurutnya, jamaah tidak boleh membawa prasangka buruk ataupun emosi yang dapat mengganggu kekhusyukan ibadah.
“Jangan pernah berpikir negatif. Apa yang dilakukan di Tanah Suci itu harus baik. Kalau berpikir positif, insyaallah akan terjadi kebaikan,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Prof Milal menekankan pentingnya menjaga kekompakan dan ketaatan kepada pimpinan rombongan. Seluruh jamaah diminta mengikuti arahan ketua kloter, ketua rombongan, hingga ketua regu selama perjalanan ibadah haji.
“Imam dalam jamaah ini adalah para pembimbing. Ketua rombongan dibantu ketua regu, dan regu dibantu anggotanya. Satu komando,” jelasnya.
Ia juga berpesan agar jamaah tidak mudah tersulut emosi ketika menghadapi persoalan selama perjalanan maupun saat berada di Tanah Suci.
“Kalau ada yang salah, diajak bicara baik-baik. Tidak usah berdebat dan tidak usah ikut-ikutan marah. Terima dan perbaiki bersama,” pesannya.
Menurut Prof Milal, perjalanan haji merupakan momentum untuk memperbanyak istighfar dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Bahkan ketika menghadapi kesulitan fisik ataupun persoalan pribadi, jamaah diminta terus berdoa dan memohon ampun kepada Allah.
“Kalau dengkul terasa linu, minta ampun kepada Allah. Minta bimbingan kepada Allah. Berangkat dan pulang semoga sehat semua, lancar, dan menjadi haji mabrur,” pungkasnya.





0 Tanggapan
Empty Comments