Iklan SDM 4 Mudipat 2026

PWM Kalteng Gelar ToT SatuMU untuk Perkuat Transformasi Digital Muhammadiyah

Iklan Smamda Sidoarjo 2026
PWM Kalteng Gelar ToT SatuMU untuk Perkuat Transformasi Digital Muhammadiyah
PWM Kalteng Gelar ToT SatuMU untuk Perkuat Transformasi Digital Muhammadiyah
BANNER RSI AISYIYAH MALANG
pwmu.co -

Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Kalimantan Tengah menggelar Orientasi dan Training of Trainer (ToT) Satu Data Muhammadiyah (SatuMU) se-Kalimantan Tengah di Gedung Badan Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Kalimantan Tengah, Jalan Cilik Riwut Km 4,5 Nomor 74, Kota Palangka Raya, pada 19–20 Juni 2026.

Kegiatan ini diikuti jajaran PWM Kalimantan Tengah, Majelis Pustaka dan Informasi (MPI), perwakilan Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan Tim SatuMU PP Muhammadiyah, Ketua dan Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) se-Kalimantan Tengah, organisasi otonom Muhammadiyah, serta agen dan verifikator SatuMU dari 14 kabupaten di Kalimantan Tengah.

Hadir dalam kegiatan tersebut empat perwakilan MPI PP Muhammadiyah, yaitu Bendahara MPI PP Muhammadiyah Drs. H. Purwana, M.A., Wakil Sekretaris I MPI PP Muhammadiyah M. Amir Nashiruddin, S.H.I., serta anggota MPI PP Muhammadiyah Lutfi M. Purba dan Arwan.

Ketua PWM Kalimantan Tengah, Prof. Dr. H. Ahmad Syar’i, M.Pd., saat membuka kegiatan menegaskan bahwa penguatan tata kelola data merupakan kebutuhan penting bagi organisasi modern.

Menurutnya, data yang terkelola dengan baik akan menjadi fondasi dalam pengambilan kebijakan serta pengembangan organisasi di masa mendatang.

“Melalui korelasi data yang kuat dan terpusat dalam gerakan satu data ini, insyaallah Kalimantan Tengah tidak akan tertinggal secara nasional. Target-target yang telah ditetapkan harus segera kita kejar bersama. Saya berharap para peserta dapat mengikuti ToT ini dengan serius agar sistem digitalisasi kita berjalan optimal di semua daerah,” ujarnya.

Ahmad Syar’i menilai gerakan satu data tidak hanya berkaitan dengan administrasi organisasi, tetapi juga menjadi instrumen penting untuk memperkuat eksistensi dan pelayanan Muhammadiyah kepada masyarakat.

Karena itu, seluruh unsur Persyarikatan diharapkan memiliki kesadaran yang sama dalam membangun budaya pendataan yang tertib, akurat, dan berkelanjutan.

Komitmen tersebut sejalan dengan program transformasi digital Muhammadiyah melalui platform SatuMU.

Bendahara MPI PP Muhammadiyah, Drs. H. Purwana, M.A., menjelaskan bahwa SatuMU merupakan gerakan integrasi data Persyarikatan yang bertujuan menyatukan potensi warga Muhammadiyah, kader, dan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) dalam satu sistem yang terhubung.

Menurutnya, terdapat tiga pilar utama dalam gerakan SatuMU.

Pertama, sebagai gerakan persatuan yang menghubungkan seluruh elemen Muhammadiyah dari tingkat pusat hingga ranting.

Kedua, membangun satu data terintegrasi secara nasional untuk memetakan potensi riil warga Muhammadiyah secara lebih akurat.

Ketiga, mendukung akselerasi program strategis Persyarikatan, termasuk digitalisasi Kartu Tanda Anggota Muhammadiyah (KTAM) dan penguatan media publikasi.

“Secara nasional, sistem ini terus bergerak. Masih ada ruang besar bagi Kalimantan Tengah untuk mengoptimalkan input data warganya ke dalam sistem SatuMU. Melalui ToT inilah peran para agen dan verifikator di daerah dibentuk untuk mengawal gerakan tersebut,” jelas Purwana.

Wakil Sekretaris I MPI PP Muhammadiyah, M. Amir Nashiruddin, S.H.I., menegaskan bahwa transformasi digital merupakan kebutuhan mendesak untuk memperkuat tata kelola organisasi yang modern, profesional, dan akuntabel.

Menurutnya, digitalisasi bukan sekadar mengikuti perkembangan teknologi, melainkan bagian dari ikhtiar besar Muhammadiyah dalam memasuki abad kedua perjalanannya.

“Selain dari amanat muktamar, digitalisasi Muhammadiyah ini adalah penanda bagi Muhammadiyah memasuki abad kedua,” katanya.

Iklan SMPM 5 Surabaya 2026

Amir mengakui Muhammadiyah selama ini dikenal sebagai organisasi Islam yang maju dan modern. Namun, masih terdapat sejumlah tantangan dalam pengelolaan data, administrasi, dan dokumentasi organisasi yang perlu dibenahi hingga ke tingkat daerah dan ranting.

“Kita dikenal sebagai organisasi yang maju, modern, dan profesional. Tetapi ketika melihat ke dalam, masih ada banyak hal yang perlu diperbaiki, terutama dalam tata kelola data dan administrasi organisasi,” ujarnya.

Untuk mendukung reformasi digital Persyarikatan, Muhammadiyah mengembangkan berbagai platform digital.

Salah satunya adalah Muhammadiyah ID yang berfungsi sebagai identitas digital tunggal warga Muhammadiyah dan terintegrasi dengan berbagai layanan organisasi, termasuk KTAM digital.

Selain itu, Muhammadiyah juga mengembangkan MASA (Muhammadiyah Aisyiyah Super App) sebagai ruang digital bersama bagi warga Persyarikatan dan masyarakat luas.

Melalui platform tersebut, berbagai layanan, informasi, dan aktivitas organisasi dapat diakses secara lebih mudah dan terintegrasi.

“MASA diharapkan menjadi ruang bersama yang mempertemukan warga Muhammadiyah dalam ekosistem digital yang produktif dan bermanfaat,” jelas Amir.

Sekretaris PWM Kalimantan Tengah, Mulyono, mengingatkan pentingnya meningkatkan kapasitas Muhammadiyah di ruang digital.

Ia memaparkan bahwa masih diperlukan penguatan dalam aspek publikasi, dokumentasi, serta penyediaan konten digital yang aktif dan berkualitas.

“Di ruang digital, seperti penyediaan materi khotbah atau konten harian, kita sering kali terlambat memperbarui informasi. Ini membuktikan bahwa perangkat kita di daerah harus bergerak lebih aktif dan tidak boleh asal-asalan lagi,” tuturnya.

Meski demikian, Mulyono mengajak seluruh peserta menyambut transformasi digital ini dengan optimisme.

“Mengapa kita berkumpul di forum ToT ini? Jawabannya adalah untuk bergembira. Kita harus bersyukur karena di tempat ini kita sedang dilatih untuk membawa kemajuan nyata bagi dakwah digital Muhammadiyah,” tegasnya.

PWM Kalimantan Tengah juga menyampaikan apresiasi kepada BPMP Kalimantan Tengah yang telah memfasilitasi penyelenggaraan kegiatan tersebut.

Melalui Orientasi dan ToT SatuMU ini, Muhammadiyah Kalimantan Tengah berharap setiap daerah memiliki tim fasilitator dan pendamping yang mampu mengimplementasikan sistem SatuMU hingga tingkat cabang dan ranting.

Dengan demikian, tata kelola data, pelayanan anggota, administrasi organisasi, serta pengembangan dakwah Muhammadiyah dapat berjalan lebih efektif, akurat, dan terintegrasi di era digital.

SD Kreatif
Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu