Prof. Irwan Akib menyampaikan sambutan dalam Rapat Kerja Duta Madrasah Muhammadiyah. Foto: Muhammad Sholihin
pwmu.co -
Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen dan PNF) PP Muhammadiyah terus memperkuat kualitas madrasah melalui pembentukan strategi nasional.
Sebanyak 40 kepala madrasah dari berbagai provinsi mengikuti Rapat Kerja Duta Madrasah Muhammadiyah yang digelar pada 23–25 Juli 2026 di Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Jawa Tengah dengan tema “Menguatkan Mutu untuk Mewujudkan Madrasah Muhammadiyah Unggul Berwawasan Global.”
Rapat kerja tersebut menjadi forum penting untuk merumuskan langkah strategis dalam meningkatkan mutu madrasah Muhammadiyah di seluruh Indonesia, sekaligus memperkuat peran kepala madrasah sebagai agen perubahan di lingkungan pendidikan Muhammadiyah.
Ketua Duta Madrasah Muhammadiyah Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah, Marjianti, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 40 peserta yang merupakan perwakilan kepala madrasah Muhammadiyah dari berbagai daerah.
“Rapat kerja ini bertujuan merumuskan strategi bersama untuk memajukan madrasah Muhammadiyah agar semakin berkualitas dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun global,” ujarnya, Kamis (23/7/2026).
Sementara itu, Ketua Penjaminan Mutu Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah, H. Fahri, M.Ag., mengatakan pembentukan Duta Madrasah Muhammadiyah berawal dari aspirasi berbagai daerah yang menginginkan adanya wadah khusus bagi madrasah di lingkungan Muhammadiyah.
“Duta Madrasah Muhammadiyah memiliki lima tujuan utama, yaitu memperkuat Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, meningkatkan kualitas serta kuantitas madrasah, memfasilitasi kepala madrasah dan guru untuk berkembang bersama, meningkatkan prestasi akademik maupun nonakademik, serta berbagi strategi sukses dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB),” jelasnya.
Dalam rapat kerja tersebut juga dibahas program prioritas berupa penyelenggaraan Pendidikan Khusus Kepala Madrasah (Diksuspala). Forum menargetkan penyelesaian modul, struktur materi, hingga penetapan pelaksanaan Diksuspala yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus hingga Desember 2026.
Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah, Didik Suhardi, Ph.D., mengungkapkan bahwa saat ini Muhammadiyah memiliki 1.725 madrasah yang tersebar di seluruh Indonesia.
“Namun, jumlah madrasah dengan peserta didik lebih dari 500 orang masih relatif sedikit, yakni sekitar 4,3 persen. Karena itu, peningkatan mutu dan daya saing madrasah menjadi agenda yang harus terus diperkuat,” tegasnya.
Kata dia, PP Muhammadiyah selalu berusaha membantu madrasah Muhammadiyah agar terus berkembang.
“Dengan dibentuknya Duta Madrasah Muhammadiyah ini, kami berharap madrasah dapat tumbuh lebih maju dan memiliki daya saing yang semakin kuat,” katanya.
Ketua PP Muhammadiyah Prof. Irwan Aqib, M.Pd. menegaskan, sekolah dan madrasah di lingkungan Muhammadiyah memiliki kedudukan yang sama sehingga keduanya harus mendapatkan perhatian dan pembinaan yang setara.
“Sebenarnya sekolah dan madrasah dalam Muhammadiyah tidak ada perbedaan. Keduanya memiliki posisi yang sama,” katanya.
Dia juga mengingatkan para kepala madrasah agar memiliki keberanian melakukan transformasi demi meningkatkan kualitas lembaga yang dipimpinnya.
“Perlu motivasi bagi kepala madrasah agar memiliki keberanian melakukan perubahan. Jangan terlalu lama berada di zona nyaman, karena membesarkan sekolah atau madrasah membutuhkan perjuangan, inovasi, dan kepemimpinan yang kuat,” pesannya.
Melalui rapat kerja ini, Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah berharap Duta Madrasah Muhammadiyah mampu menjadi motor penggerak peningkatan mutu, memperkuat jejaring antar-madrasah, serta melahirkan berbagai inovasi yang mendukung terwujudnya madrasah Muhammadiyah unggul dan berwawasan global. (*)
0 Tanggapan
Empty Comments