Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional, SMA Muhammadiyah 8 Cerme (SMAMDELA) menghadirkan sebuah kegiatan kokurikuler inspiratif. Bertajuk Pameran PELITA, akronim dari Pangan, Energi, Lingkungan Tanpa Limbah pada Kamis, (30/4/2026).
Sejak pagi hari, suasana sekolah tampak semarak. Berbagai stan pameran tertata rapi menampilkan hasil karya siswa kelas X yang mengusung konsep keberlanjutan. Disusul dengan siswa kelas XI yang berkeliling. PELITA hadir sebagai ruang belajar yang hidup, saat siswa tidak hanya mempresentasikan ide. Tapi juga menunjukkan solusi konkret terhadap permasalahan di sekitar mereka.
Pada bidang ketahanan pangan, siswa menampilkan ragam inovasi. Seperti hidroponik, ternak lele dalam galon bekas, serta tanaman toga dalam pot. Karya itu mengajarkan siswa bahwa kebutuhan pangan dapat dipenuhi secara mandiri dengan memanfaatkan lahan terbatas.
Hidroponik, misalnya, menjadi alternatif bercocok tanam yang efisien tanpa membutuhkan tanah luas. Sementara itu, budidaya lele dan tanaman toga memberikan gambaran bagaimana sumber pangan dan obat alami bisa dihasilkan dari lingkungan sekitar rumah.
Beralih ke bidang hemat energi, para siswa menghadirkan berbagai inovasi. Seperti generator sederhana, solar cell, dan biogas. Karya-karya ini tidak hanya menunjukkan pemahaman siswa terhadap konsep energi, tetapi juga menjadi ajakan untuk beralih ke sumber energi yang lebih ramah lingkungan.
Tidak kalah menarik, bidang pengolahan sampah menjadi salah satu daya tarik utama dalam pameran. Siswa berhasil mengolah limbah menjadi barang bernilai guna melalui pembuatan alat press botol plastik, alat press kaleng logam, serta colorful keychain dari tutup botol.
Kreativitas ini mengajarkan bahwa sampah bukanlah akhir dari sebuah barang. Melainkan awal dari peluang baru jika diolah dengan inovasi dan kepedulian.
Koordinator kegiatan PELITA, Diana Ekowati, S.Si, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas keberhasilan pelaksanaan kegiatan ini.
“Alhamdulillah, kegiatan PELITA berjalan dengan sangat baik. Anak-anak mampu menunjukkan kreativitas, kerja sama, dan kepedulian terhadap lingkungan melalui karya-karya yang mereka tampilkan. Ini menjadi bukti bahwa pembelajaran bisa bermakna dan menyenangkan,” ungkapnya dengan penuh bangga.
“Ke depan, kami berharap kegiatan ini dapat terus dikembangkan dengan inovasi yang lebih beragam dan berdampak nyata bagi masyarakat. Semoga PELITA bisa menjadi inspirasi bagi siswa untuk terus berkarya, peduli lingkungan, serta berkontribusi dalam menciptakan solusi berkelanjutan,” harap Diana Ekowati.
Tidak hanya menampilkan karya. Rangkaian kegiatan PELITA juga dilengkapi dengan sesi pesan dan kesan dari bapak ibu guru yang dibubuhkan pada sebuah banner peringatan Hari Pendidikan Nasional. Para guru menuliskan kata-kata motivasi, harapan, serta apresiasi kepada para siswa.

Beberapa pesan yang tertulis mengandung semangat untuk terus belajar, berinovasi, dan tidak takut mencoba hal baru. Banner tersebut tidak hanya menjadi hiasan, tetapi juga pengingat bahwa setiap langkah kecil dalam belajar dapat membawa perubahan besar di masa depan.
Melalui kegiatan ini, SMAMDELA menegaskan komitmennya dalam menciptakan pendidikan yang holistik. Tidak hanya mencerdaskan secara akademik, tetapi juga membentuk karakter, menumbuhkan kreativitas, serta meningkatkan kepedulian sosial dan lingkungan.
Peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun ini pun terasa lebih bermakna. Tidak sekadar seremoni, tetapi menjadi refleksi bahwa pendidikan sejatinya adalah proses membangun generasi yang siap menghadapi tantangan zaman. Dari tangan-tangan muda siswa kelas X, lahir karya-karya sederhana yang menyimpan harapan besar bagi masa depan yang lebih berkelanjutan.
Kegiatan yang dilaksanakan siswa kelas X dan XI ini memberikan pengalaman belajar yang tidak hanya berpusat pada teori di kelas. Tapi juga pada aksi nyata, kreativitas, serta kepedulian terhadap lingkungan dan masa depan.





0 Tanggapan
Empty Comments