Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Rektor UMMAD Terangkan Makna Praksis Islam Wasathiyah Saat Mengisi Kajian Ahad Pagi Kota Madiun

Iklan Landscape Smamda
Rektor UMMAD Terangkan Makna Praksis Islam Wasathiyah Saat Mengisi Kajian Ahad Pagi Kota Madiun
pwmu.co -
Rektor UMMAD (UMJT), Prof Dr Sofyan Anif MSi menjadi penceramah dalam ajian ahad agi di Islamic Center Madiun. (Istimewa/PWMU.CO)
Rektor UMMAD (UMJT), Prof Dr Sofyan Anif MSi menjadi penceramah dalam ajian ahad agi di Islamic Center Madiun. (Istimewa/PWMU.CO)

PWMU.CO – Rektor Universitas Muhammadiyah Madiun (UMMAD) yang akan berubah menjadi Universitas Muhammadiyah Jawa Timur (UMJT), Prof Dr Sofyan Anif MSi menjadi penceramah dalam Kajian Ahad Pagi di Islamic Centre Madiun (UMMAD), Ahad (22/6/2025).

Tema kajian yang dihadirkan dalam Kajian Ahad Pagi di ICM kali ini adalah Perspektif Praksis Islam Wasathiyah. Menurut Rektor UMMAD, tema Perspektif Praksis Islam Wasathiyah mengajak peserta Kajian Ahad Pagi ICM sedikit berfikir.

Namun hal memahami Islam Wasathiyah ini harus dilakukan umat Islam agar ghirah (semangat) melaksanakan praktik ajaran agama Islam bisa lebih berkembang.

“Agar kita ini jangan sampai hanya melakukan ibadah ritual tapi juga berfikir mengembangkan agama Islam itu agar lebih maju baik di tingkat keluarga, lingkungan sekitar, daerah, nasional bahkan internasional,” ujar Rektor UMMAD dihadapan seribuan jemaah Kajian Ahad Pagi yang dilaksanakan Badan Pengelola ICM PDM Kota Madiun tersebut.

Gerakan Islam

Prof Dr Sofyan Anif menyampaikan, saat ini ditengah gerakan Islam yang mengedepankan tekstual atau bayani, maka Islam harus dikembalikan kepada Islam Washatiyah, pada Islam yang berkeadilan, Islam yang tengah.

Menyebut pemahaman dari para ulama, Prof Sofyan Anif menyampaikan bahwa ‘Wasathiyah’ artinya tengah, adil, pilihan, unggul, dll. Seperti yang disampaikan  mufassir terkenal, Imam Al Qurthubi, bahwa umat Wasathan adalah umat yang berkeadilan, umat yang paling baik karena sesuatu yang paling baik adalah yang paling adil.

Allah SWT mengingatkan umat Islam menjadi umat yang moderat, adil, cerdas, selalu pada posisi tengah, tidak berada dalam posisi ekstrim atau berlebihan.

“Dalam Risalah Islam Berkemajuan sebagai karakter Muhammadiyah, Islam Wasathiyah lebih berorientasi pada nilai Praksis dengan pendekatan perspektif kontekstual (burhani) yang bisa membawa kebermanfaatan yang lebih sebagai bentuk manifestasi Islam rahmatan Lil ‘alamin,” terang Guru Besar Bidang Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) tersebut.

Iklan RSI Siti Aisyah Madiun

Hal ini menurut Prof Sofyan Anif, menjadi pemahaman dari isi Quran Surat Al Baqarah ayat 143.

“Wa kadzâlika ja‘alnâkum ummataw wasathal litakûnû syuhadâ’a ‘alan-nâsi wa yakûnar-rasûlu ‘alaikum syahîda. Dan demikian (pula) kami telah menjadikan kamu (umat Islam) umat yang adil dan pilihan agar kamu menjadi saksi atas perbuatan manusia agar Rasul (Muhammad)menjadi saksi atas (perbuatan) kamu,” jelas Rektor UMMAD.

Menurut Rektor UMMAD, salah satu hal Praksis dari implementasi Islam Wasathiyah adalah bahwa Islam merupakan agama yang sangat bertoleransi. Al Ghazali dalam kitab Ihya Ulumuddin saat membahas sikap sahabat Nabi SAW mengenai bab zuhud menyebutkan para sahabat tidak bekerja di dunia untuk dunia tapi untuk agama.

“Para sahabat tidak menerima atau menolak dunia secara keseluruhan sehingga tidak ekstrim dalam menilai atau menerima, tetapi bersikap diantara keduanya secara seimbang. Inilah sikap yang sangat dicintainya Allah SWT,” terang Rektor UMMAD. (*)

Penulis Humas Ummad Editor Amanat Solikah

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡