RS Muhammadiyah Kalitidu menunjukkan komitmennya dalam dakwah sosial melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) dengan menjalin kerja sama strategis bersama BPJS Kesehatan Cabang Bojonegoro. Penandatanganan kerja sama ini berlangsung khidmat pada Selasa (14/4/2026).
Direktur RS Muhammadiyah Kalitidu, Diana Kawulaningsari, menegaskan bahwa program ini menyasar masyarakat yang mengalami kendala dalam akses jaminan kesehatan.
“Melalui program CSR ini, RS Muhammadiyah Kalitidu melunasi tunggakan iuran bagi 22 kepala keluarga dan mendaftarkan 10 kepala keluarga sebagai peserta baru. Tujuannya agar mereka tetap mendapatkan pelayanan kesehatan secara optimal tanpa terkendala biaya,” ujarnya.
Langkah tersebut menjadi bentuk tanggung jawab sosial rumah sakit dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus memastikan keberlanjutan akses layanan kesehatan bagi warga yang membutuhkan.
Kegiatan ini dihadiri sekitar 50 undangan, termasuk sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat Bojonegoro, di antaranya:
- Ninik Sumiati, S.KM., M.Kes (Kepala Dinas Kesehatan Bojonegoro)
- Wahyu Gianto (Kepala Cabang BPJS Kesehatan Bojonegoro)
- H. M. Wahid Ansori (Anggota DPRD Bojonegoro Komisi A)
- Lasuri, S.H., M.H. (Ketua DPD PAN Bojonegoro Komisi B)
- Moch. Choirul Anam, S.Pd., M.A.P. (Anggota DPRD Bojonegoro Komisi C)
Kepala Dinas Kesehatan Bojonegoro, Ninik Sumiati, memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif tersebut. Ia menilai langkah RS Muhammadiyah Kalitidu sangat membantu pemerintah daerah dalam mewujudkan Universal Health Coverage (UHC).
Senada dengan itu, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Bojonegoro, Wahyu Gianto, menekankan pentingnya semangat gotong royong dalam menjaga keberlangsungan jaminan kesehatan nasional.
Sementara itu, rasa haru disampaikan oleh Tarmuji, salah satu penerima manfaat program CSR.
“Kami sangat berterima kasih. Bantuan pelunasan tunggakan ini benar-benar meringankan beban ekonomi keluarga kami,” ungkapnya.
Program CSR ini menjadi pengingat bahwa akses kesehatan merupakan hak setiap warga.
“CSR bukan sekadar kewajiban, melainkan panggilan hati untuk memastikan tidak ada warga yang terhambat mendapatkan layanan kesehatan hanya karena kendala biaya atau administrasi.”
Melalui sinergi antara RS Muhammadiyah Kalitidu, BPJS Kesehatan, dan masyarakat, diharapkan terwujud Bojonegoro yang lebih sehat dan sejahtera.





0 Tanggapan
Empty Comments