Kantor Layanan Lazsmu (KLL) RSU Muhammadiyah Ponorogo menggandeng Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Ponorogo dalam agenda kolaborasi program sosial kemanusiaan yang digelar pada Rabu (6/5/2026).
Kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk menyatukan potensi filantropi dan kekuatan kader muda Muhammadiyah dalam mendampingi masyarakat dhuafa dan fakir miskin secara berkelanjutan.
Pertemuan tersebut dihadiri oleh Ketua PDPM Ponorogo, Ketua PDNA Ponorogo, Sekretaris Jenderal PC IMM Ponorogo, Bendahara Umum PD IPM Ponorogo, Ketua PCPM Kota Ponorogo, Ketua PCNA Kota Ponorogo, Koordinator Program KLL RSUM Ponorogo, serta sejumlah unsur AMM lainnya.
Dalam forum tersebut dibahas berbagai bentuk kerja sama sosial kemanusiaan yang dapat dilakukan secara bersama-sama. Salah satu program prioritas yang akan dijalankan ialah pendampingan masyarakat dhuafa dan fakir miskin secara berkelanjutan, termasuk penyaluran paket sembako bagi warga yang membutuhkan.
Pendampingan tersebut diharapkan tidak hanya bersifat insidental, namun menjadi gerakan sosial yang berkesinambungan dan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Pelayanan Sosial Muhammadiyah
Koordinator Program KLL RSU Muhammadiyah Ponorogo, Mahmudin, S.Pd., menegaskan bahwa kolaborasi dengan AMM merupakan langkah strategis dalam memperkuat pelayanan sosial Muhammadiyah di tengah masyarakat. Menurutnya, semangat gotong royong dan kepedulian sosial harus terus dibangun agar manfaat program LAZISMU dapat dirasakan lebih luas.
“Kolaborasi ini menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk menghadirkan program sosial yang lebih kuat dan berkelanjutan. Kami berharap sinergi antara KLL RSUM dan AMM dapat menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat dhuafa dan fakir miskin, bukan hanya dalam bentuk bantuan sesaat tetapi juga pendampingan yang terus berjalan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua PDPM Ponorogo Darmanto Saputro, M.IP., mewakili unsur AMM yang hadir menyampaikan apresiasi atas inisiasi kolaborasi tersebut. Ia menilai kerja sama antara LAZISMU dan organisasi otonom Muhammadiyah menjadi solusi yang saling menguatkan dalam menjalankan program sosial di masyarakat.
“Terkadang ortom memiliki program pendampingan masyarakat yang bagus, tetapi terkendala sumber dana. Sebaliknya, LAZISMU memiliki potensi pendanaan namun terkadang terbatas pada SDM di lapangan. Maka kolaborasi ini menjadi solusi yang saling menguntungkan sekaligus memperkuat gerakan sosial Muhammadiyah,” ungkap Darmanto.
Menurutnya, kader-kader muda Muhammadiyah memiliki semangat pengabdian yang besar, terutama dalam kegiatan sosial kemasyarakatan. Dengan dukungan LAZISMU sebagai lembaga filantropi Muhammadiyah, berbagai program pendampingan masyarakat dapat dijalankan secara lebih maksimal dan terarah.
Melalui kolaborasi tersebut, KLL RSUM Ponorogo bersama AMM berharap dapat membangun gerakan sosial kemanusiaan yang lebih masif, terorganisir, dan berkelanjutan. Sinergi ini juga diharapkan mampu mempererat hubungan antarorganisasi di lingkungan Muhammadiyah sekaligus memperkuat peran dakwah sosial Muhammadiyah di tengah masyarakat. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments