Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Kesasar Perlu Berhati-hati dan Bersabar

Iklan Landscape Smamda
Kesasar Perlu Berhati-hati dan Bersabar
Suatu hal yang dapat menimbulkan masalah apabila seseorang kesasar atau nyasar saat mencari tempat atau lokasi yang ditujunya. Masalah dalam nyasar adalah banyak membuang buang energi, tenaga, waktu dan uang. (Muhsin/PWMU.CO).

Kesasar yang dimaksud berkaitan dengan aktivitas manusis sehari-hari. Arti kesasar dalam KBBI yaitu tersesat atau salah jalan.

Dalam percakapan biasa disebut nyasar. Istilah ini merujuk pada suatu kondisi seseorang yang kehilangan arah atau tidak mengetahui rute yang benar saat menuju ke suatu lokasi.

Selain itu, kata ini juga sering digunakan secara kiasan untuk menyebut, sesuatu yang meleset dari sasaran (seperti peluru nyasar) atau tersesat tidak mendapat hidayah (petunjuk) dari Allah Azza Wa Jalla. (QS. Al-Araf: 186, Al-An’am: 116- 117, Thaha:123).

Sebab-sebab Kesasar

Suatu hal yang dapat menimbulkan masalah apabila seseorang kesasar atau nyasar saat mencari tempat atau lokasi yang ditujunya. Masalah dalam nyasar adalah banyak membuang buang energi, tenaga, waktu dan uang. (QS. Al Asr:1-2).

Kenapa kesasar itu terjadi atau apa sebabnya seseorang itu nyasar? Banyak faktor penyebabnya antara lain sebagai berikut:

Pertama, tidak tahu jalan yang harus dilaluinya.Orang kesasar itu karena dia tidak tahu jalan ke arah lokasi dan alamat yang ditujunya.

Mungkin dia baru kali pertama kali melewatkan jalan itu walau yang ditujunya sudah diketahui. Hal ini seperti yang dialami oleh Nabi Musa alaihi sallam pada saat membawa istri dari Madyan ke Mesir di malam hari gelap gulita sehingga mereka nyasar atau kesasar. (QS. Al Qasas: 29, An Naml:7).

Kedua, tidak atau belum pernah ke daerah yang dituju.

Orang kesasar juga bisa karena tidak atau belum pernah ke daerah yang hendak ditujunya. Walau menggunakan petunjuk arah atau google mamps terkadang ke sasar juga untuk mencapai daerah tersebut.

Kasus ini pernah dialami oleh Nabi Musa alaihi sallam. Yaitu pada saat ia ingin bertemu dan belajar dengan Nabi Khidir alaihi sallam yang tinggal di antara dua laut, Laut Tengah dan Laut Merah yang dihubungkan dengan terusan Suez di Mesir.

Menurut Kepala Lembaga Riset dan Studi Arkeologi Sinai, Abdurrahim Raihan, berdasar kajian dan hasil pengamatan satelit terungkap, tempat perjumpaan keduanya dikenal namanya ‘Majma al-Bahrain’ (lokasi persinggungan dua laut) itu. (QS. Al Kahfi:60).

Lokasi itu berada di kawasan Ra’s Muhammad, Sharm Sheikh, Mesir. Tepatnya berada di daerah persentuhan antara Teluk Aqaba (laut Merah) dan Teluk Suez, selatan, Sinai (Laut Tengah).

Saat menuju ke lokasi itulah Nabi Musa alaihi sallam dan murid-muridnya kesasar. Setelah mendapat petunjuk dari ikan yang dibawanya, baru dapat diketemukan daerah yang ditujunya. (QS. Al-Kahfi:60-64).

Ketiga, hilangnya kesadaran arah. Penyebab kesasar lainnya juga karena hilangnya kesadaran arah. Ini berkaitan dengan orang-orang khusus dan tertentu saja. Mereka umumnya terdiri dari dua kategori.

SMPM 5 Pucang SBY

1. Anak-anak balita
Umumnya mereka belum tahu jalan atau arah. Mereka mudah kesasar. Dewasa ini tidak jarang mereka tertinggal oleh orang tua dan teman- teman bermain hingga tidak bisa kembali pulang ke rumah.

Bahkan anak itu menghilang akibat kesasar. Bisa juga karena dia jadi korban penculikan. Ketika dia dilepas tidak tahu arah pulang dan membuatnya kesasar.

Dalam kitab Sirah Nabawiyah karya Ibnu Hisyam, tersurat, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sewaktu masih kecil pernah terpisah, hilang dan kesasar di kota Mekkah. Itu terjadi saat beliau masih diasuh oleh bunda Halimah as-Sa’diyah.

Saat itu juga Halimah mencari-cari beliau dengan sangat panik. Hingga akhirnya beliau pun dapat ditemukan oleh Waraqah bin Naufal bersama pria Quraisy. Beliau sedang berteduh di bawah sebuah pohon. Lalu beliaupun diantarkan kembali kepada kakeknya, Abdul Muthallib.

2. Orang tua atau lansia dan pikun.
Mereka ini bila berpergian jauh sendiri tanpa ada orang yang mendampingi tentu akan kesasar, jika hendak pulang atau ke daerah yang ditujunya. Hal ini akibat kehilangan kesadaran arah. Dia sudah tidak ingat lagi sesuatu yang pernah diketahuinya. (QS. An Nahl:70).

Keempat, lupa alamat yang dituju. Bisa terjadi orang kesasar karena dia lupa alamat yang ditujunya.

Pelupa ini sifat manusia. Sifat ini bukan karena usia pikun, tetapi dapat menimpa siapa saja. (QS. Al Baqarah:286, Al Kahfi:73).

Nabi Adam alaihi sallam pernah mengalami lupa, berkaitan dengan perjanjian dengan Allah Azza Wa Jalla. (QS. Thaha:115).

Karena itu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Adam mengingkari, maka anak cucu nya pun mengingkari. Adam dijadikan lupa, maka anak cucunya dijadikan lupa; dan Adam berbuat salah, maka anak cucunya berbuat salah.” (HR. Tirmidzi, beliau mengatakan, hadits hasan shahih).

Kelima, mengandalkan ingatan yang salah. Orang yang mencari alamat, lokasi, tempat dan arah yang ditujunya mengandaikan ingatan yang salah tentu akan kesulitan sehingga menjadi kesasar.

Dia merasa pernah datang ke alamat yang ditujunya tapi ingatan salah. Saat dicarinya tidak ditemukan dapat berakibat dirinya kesasar.

Revisi Oleh:
  • Danar Trivasya Fikri - 21/07/2026 10:25
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu