Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Kesasar Perlu Berhati-hati dan Bersabar

Iklan Landscape Smamda
Kesasar Perlu Berhati-hati dan Bersabar
Suatu hal yang dapat menimbulkan masalah apabila seseorang kesasar atau nyasar saat mencari tempat atau lokasi yang ditujunya. Masalah dalam nyasar adalah banyak membuang buang energi, tenaga, waktu dan uang. (Muhsin/PWMU.CO).

Orang-orang seperti ini, termasuk yang lupa dan tidak tahu sama sekali. Karena itu perlu dibantu oleh orang baik sampai bertemu dengan alamat dan lokasi yang ditujunya.

Membantu mereka itu sedekah sesuai sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Kamu menunjukkan jalan kepada orang yang tersesat jalan itu sedekah”. (HR. At-Tirmidzi no. 1.956).

Keenam, perubahan lingkungan. Perubahan yang terjadi di suatu daerah atau lingkungan yang berbeda dari keadaan sebelumnya dapat pula membuat orang kesulitan dan kesasar.

Ini pernah dialami oleh pasukan Islam dalam ekspedisi Dhat Al Salasil. Saat pasukan melintas di gurun pasir yang asing dan lingkung an berbeda membuat mereka kehilangan arah dan kesasar.

Adab-adab Kesasar

Bila seseorang dalam keadaan kesasar saat pergi mencari alamat, lokasi, tempat dan daerah yang hendak dicari dan ditujunya, maka perlu orang itu memperhatikan adab dan caranya mencari solusi dan jalan keluar. Beberapa adab dan solusi yang dapat dilakukan dan digunakan antara lain:

Pertama, bertanya.
Ada pepatah lama yang cukup populer hingga zaman ini tentang kesasar yakni, “Malu bertanya sesat di jalan”. (QS. Al-Anbiya:7).

Di sinilah perlu nya bertanya kepada orang yang tahu (berilmu) tentang lokasi yang hendak dituju nya. Dengan bertanya apalagi kepada orang yang tahu (berilmu), jujur dan perduli bisa membantu orang yang kesasar jalan dan tujuan yang ingin dicapainya.

Perlunya bertanya pada orang yang tahu dan mengetahui baik sebelum maupun saat tersesat di jalan adalah sesuai hadits di bawah ini.

“Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, seseorang berkata kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Wahai Rasulullah, aku hendak melakukan perjalanan, maka berilah wasiat (nasehat) kepada ku.”

Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Tetapkanlah kamu bertakwa kepada Allah Azza Wa Jalla dan bacalah takbir di setiap tempat yang tinggi.” Kemudian Rasulullah berdoa, “Ya Allah, dekatkanlah tempat yang jauh darinya dan mudahkanlah perjalanannya.” (HR.At Tarmizi).

Kedua, bersabar.
Ketika mengalami masalah di perjalanan atau tersesat perlu kesabaran. Sebab tersesat di jalan itu bagian dari musibah. Dalam menghadapi musibah sungguh diperlukan kesabaran dan bersabar. (QS. Al Baqarah:155-156 ,177).

Ketiga, berdoalah.
Bila seseorang tersesat di jalan dan tidak tahu alamat, tempat dan lokasi yang hendak ditujunya, maka dia dapat meminta pertolongan Allah Azza Wa Jalla dengan berdoa kepada-Nya.

Karena itu sebelum seorang muslim berpergian diajarkan membaca doa perjalanan agar tidak tersesat. Sebab setiap kali Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam keluar rumah, pastilah beliau selalu mengangkat pandangannya ke langit se raya berdoa.

SMPM 5 Pucang SBY

“Allohumma a’udzubika an adhilla au udholla, au azilla au uzalla, au adzlima au udzla ma, au ajhala au yujhala ‘alayya”. (“Ya Allah aku memohon per lindungan kepada-Mu agar (1) Tidak tersesat atau disesatkan orang lain, (2) Agar tidak tergelincir atau digelincirkan orang lain, (3) Agar tidak ber- buat zalim atau di zalimi orang lain, serta (4) Agar tidak berbuat bodoh atau dibodohi orang lain)”. (HR. Abu Daud dan dinilai hasan oleh Ibn Hajar al-‘Asqalani).

Keempat, berhati-hati.
Dalam perjalanan agar tidak tersesat perlu berhati-hati juga. Sebab, akibat dari kurangnya hati-hati ini, membuat seseorang tersesat di jalan.

Salah satu ke hati- hatian itu adalah tidak sendirian dalam pergi dan melakukan perjalanan. Sesuai sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

“Seandainya manusia mengetahui apa yang terdapat dalam bepergian sendirian seperti apa yang aku ketahui, tentu seorang pengguna kendaraan tidak akan bepergian di malam hari sendirian”. (HR. Al Imam Al-Bukhari no.2776, Ahmad no.4734, At-Tirmidzi no.1673, Ibnu Majah no.3768, dan Ad-Darimi no.2679).

Kelima, perlu penunjuk jalan.
Zaman kini untuk mencari alamat, tempat, lokasi dan suatu daerah sudah bisa menggunakan alat google maps. Walau pun dalam realitasnya dalam menggunakan penunjuk jalan itu juga masih saja kesasar. Namun alat itu cukup membantu. Itulah yang digunakan pengemudi ojek online.

Perlunya petunjuk jalan seperti yang dilakukan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pada saat hijrah ke Madinah bersama sahabat Abu Bakar As-Siddiq Radhiyallahu ‘anhu sehingga tidak tersesat di perjalanan.

Penunjuk jalan mereka Abdullah bin Uraiqith seorang kafir Quraisy yang baik dan mau bekerja sama.

“Kemudian Rasulallah shalallahu ‘alaihi wasallam dan Abu Bakar Siddiq Radhiyallahu ‘anhu berang kat, ikut serta juga bersama mereka Amir bin Fuhairah. Mereka semua dibimbing oleh Abdullah bin Uraiqith dengan menempuh jalur (daerah) pesisir pantai”. (HR. Imam Bukhari no 3616).

Keenam, tidak tergesa-gesa.
Tergesa-gesa dan terburu-buru pada saat dalam proses juga dapat membuat sesuatu tersesat. Perbuatan tergesa-gesa itu memang karakter manusia di dunia. (QS. Al-Isra’:11, Al Ambiya:37).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Tidak tergesa-gesa/ketenangan datangnya dari Allâh, sedangkan tergesa-gesa datangnya dari setan. (Abu Ya’lâ di Musnadnya IV/206, al-Baihaqi di as-Sunanul Kubrâ X/104 dan yang lainnya. Syaikh al-Albâni berkata di ash-Shahîhah no. 1795, “Isnâdnya hasan’).

Revisi Oleh:
  • Danar Trivasya Fikri - 21/07/2026 10:25
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu