Gelak tawa pecah di halaman Madrasah Aliyah Muhammadiyah 1 Karangasem (Mamsaka), Ahad pagi (19/7/2026).
Di bawah langit yang cerah, ratusan siswa baru bergerak serempak mengikuti irama musik. Senyum mengembang di wajah mereka, sementara panitia Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Mamsaka berdiri di depan, memandu setiap gerakan senam dengan penuh percaya diri.
Tidak ada lagi wajah-wajah canggung seperti pada hari pertama. Yang tampak hanyalah kebersamaan yang tumbuh begitu cepat.
Senam bersama menjadi pembuka kegiatan penutup rangkaian Masa Ta’aruf Siswa Madrasah (Matamuda) dan Forum Ta’aruf dan Orientasi Siswa (Fortasi) Mamsaka.
Santai Namun Sarat Makna
Berbeda dari hari-hari sebelumnya yang diisi dengan berbagai materi pengenalan madrasah, hari terakhir ini dikemas lebih santai namun tetap sarat makna.
Menariknya, seluruh instruktur senam berasal dari panitia IPM Mamsaka. Dengan semangat khas anak muda, mereka memimpin setiap gerakan sambil sesekali menyapa peserta dengan candaan yang membuat suasana semakin hidup. Kekompakan antara panitia dan peserta menjadi pemandangan yang menghangatkan pagi itu.
Usai senam, halaman madrasah berubah menjadi arena outbound. Berbagai permainan disiapkan untuk menguji kerja sama, komunikasi, dan kekompakan antarkelompok.
Sorak-sorai terdengar silih berganti ketika setiap tim berusaha menyelesaikan tantangan. Tidak ada persaingan yang menegangkan, melainkan semangat saling mendukung agar seluruh anggota kelompok dapat melewati setiap permainan bersama-sama.
Di balik kesederhanaan permainan tersebut, tersimpan pelajaran yang tidak kalah penting dari materi di dalam kelas.
Siswa belajar mendengarkan pendapat teman, menyusun strategi, saling percaya, serta menyadari bahwa keberhasilan sebuah kelompok lahir dari kerja sama, bukan kemampuan individu semata.
Bagi panitia IPM, kegiatan ini juga menjadi ruang pembelajaran. Mereka tidak hanya bertugas mengatur jalannya acara, tetapi juga belajar menjadi pemimpin, komunikator, sekaligus teladan bagi adik-adik kelas yang baru bergabung sebagai keluarga besar Mamsaka.
Hadirkan Kenyamanan Rumah Kedua
Kepala MA Muhammadiyah 1 Karangasem, Purwanto MPd mengungkapkan bahwa penutupan Matamuda dan Fortasi sengaja dikemas dengan pendekatan yang menyenangkan agar siswa membawa kesan positif saat memulai kehidupan di madrasah.
“Kami ingin siswa baru mengenal Mamsaka bukan hanya sebagai tempat belajar, tetapi juga sebagai rumah kedua yang menghadirkan rasa nyaman, persaudaraan, dan kesempatan untuk bertumbuh bersama. Melalui kegiatan seperti ini, mereka belajar bahwa kebersamaan adalah modal utama untuk meraih prestasi” tuturnya.
Ketika peluit panjang dibunyikan sebagai tanda berakhirnya outbound, para peserta saling bertepuk tangan.
Sebagian mengabadikan momen bersama panitia, sementara yang lain masih larut dalam canda bersama teman-teman barunya. Dalam hitungan hari, mereka yang sebelumnya asing kini telah saling mengenal dan berbagi cerita.
Matamuda dan Fortasi akhirnya resmi ditutup. Namun, yang berakhir hanyalah rangkaian kegiatannya.
Semangat persaudaraan, keberanian untuk berkarya, dan tekad menjadi pelajar berkemajuan yang telah tertanam selama orientasi diharapkan terus tumbuh mengiringi perjalanan para Singa Muda Mamsaka dalam menapaki dunia belajar, berkarya, dan mengukir prestasi.





0 Tanggapan
Empty Comments