Balai RW 06 Jl. Wonorejo IV No. 48 Surabaya,Kelurahan Wonorejo, Kecamatan Tegalsari. Saksi bisu lahirnya nakhoda baru bagi generasi muda setempat. Di tengah suasana malam yang mendung sejuk, puluhan pemuda yang tergabung dalam Karang Taruna (Kartar) se-Wonorejo berkumpul.
Para pemuda itu sedang menggelar Musyawarah Warga Karang Taruna (MWKT), forum tertinggi yang mengedepankan transparansi dan mufakat. Permusyawaratan berjalan lancar dan khidmat, disertai keakraban. Ahad malam.26 April 2026, pukul.18.30 sampai selesei.
Langkah Kelurahan Wonorejo ini terbilang istimewa. Wonorejo menjadi satu-satunya kelurahan di Kecamatan Tegalsari yang taat pada AD/ART melalui mekanisme pemilihan terbuka. Hal ini sengaja dilakukan sebagai ruang edukasi demokrasi bagi generasi Gen-Z dan Alpha.
Lurah Wonorejo, Raden Bagoes Siswantono, S.H., menegaskan bahwa dirinya memang menginginkan perubahan fundamental dalam tubuh organisasi pemuda tersebut.
“Saat sebelum-sebelumnya itu langsung penunjukan. Saya minta sekarang harus transparan, terbuka, dan membawa manfaat. Karang Taruna ini lembaga strategis selain RT dan RW, tempat anak muda berkarya untuk warga Wonorejo,” ujar Bagoes dalam sambutannya di hadapan para pemuda.
Proses pemilihan berlangsung cukup dinamis dengan munculnya empat nama kandidat terbaik. Yakni Bijak Yuriswiro, Fajar Cahya, Muthia Rahmasari, dan Bagas Avicienna. Setelah melalui proses musyawarah yang gayeng, kekeluargaan, tapi tetap berintegritas, forum sepakat menetapkan Bagas Avicienna sebagai Ketua Karang Taruna Kelurahan Wonorejo periode terbaru.
Terpilihnya Bagas membawa harapan segar. Ia dikenal sebagai sosok pemuda yang kenyang pengalaman organisasi. Selain aktif sebagai pengurus Masjid Al-Ikhlas Wonorejo, Bagas juga merupakan kader Muhammadiyah yang malang melintang di IPM maupun IMM Surabaya, serta aktif di lingkungan PCM Tegalsari.
Ketua Karang Taruna Kecamatan Tegalsari, Arie Kurniawan, yang hadir memantau langsung jalannya MWKT, memberikan apresiasi atas kedewasaan berorganisasi para pemuda di wilayah ini. Hadir pula mendampingi Lurah, adalah Kasie Kesra Kelurahan Wonorejo, Syamsul, serta ketua petahana, Dennis, yang turut mengawal proses regenerasi tersebut.
Sejumlah agenda besar kini menanti Bagas dan jajarannya. Mulai dari evaluasi program lama hingga perumusan program kerja satu tahun ke depan yang menyentuh persoalan riil warga, seperti pemberdayaan UMKM, pengelolaan bank sampah, hingga upaya pencegahan stunting di lingkungan kelurahan.
Melalui MWKT ini, pesan yang ingin disampaikan sangat jelas. Karang Taruna Wonorejo ingin kerja nyata, bukan sekadar kumpul-kumpul tanpa dampak. Ke depan, sinergi antara pemuda dan kelurahan diharapkan makin solid guna membawa perubahan positif bagi seluruh lapisan masyarakat Wonorejo.





0 Tanggapan
Empty Comments