Udara dingin di Bumi Perkemahan Hizbul Wathan Jawa Timur, Kamis (29/10/2026) pagi, seketika berubah hangat oleh semangat sekitar 1.300 peserta Jambore Pandu Pengenal Hizbul Wathan (HW) Jawa Timur 2026. Dentuman musik dari lapangan utama mengiringi gerakan senam yang membuat suasana pagi semakin meriah.
Sekretaris Kwartir Wilayah Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan Jawa Timur turut mengoordinasikan kegiatan dengan mengajak seluruh peserta dari berbagai daerah dan sekolah berkumpul di lapangan. Senam pagi menjadi kegiatan rutin sekaligus cara menyenangkan untuk membangkitkan semangat sebelum mengikuti agenda jambore.
“Senam pagi ini bukan sekadar olahraga, tetapi juga menjadi sarana membangun keceriaan dan kebersamaan. Kami ingin seluruh peserta mengawali kegiatan jambore dengan semangat,” ujarnya.
Kegiatan kali ini terasa berbeda karena gerakan yang ditampilkan lebih menyerupai dance yang akrab dengan kegemaran anak-anak. Murid SMP Muhammadiyah Boarding School (MBS) Al Amin Bojonegoro mendapat giliran pertama memimpin senam dengan iringan lagu Goyang Dumang.
Peserta langsung mengikuti gerakan dengan antusias. Belum puas dengan satu lagu, mereka kembali bergoyang mengikuti irama Nasi Padang.
“Gerakannya mudah diikuti dan lagunya sudah familier bagi anak-anak. Jadi, mereka tidak canggung untuk ikut bergerak. Suasananya benar-benar menyenangkan,” kata salah satu peserta.
Kemeriahan berlanjut ketika dewan kerabat SMA Muhammadiyah 2 (Smamda) Sidoarjo tampil memimpin senam Gemu Famire. Lagu dari Indonesia Timur itu membuat lapangan semakin hidup. Saat gerakan berputar ke kiri dilakukan berulang kali, peserta mengikuti instruksi sambil tertawa dan bergembira.
“Senam seperti ini membuat kami lebih bersemangat. Bisa bergerak bersama teman-teman dari sekolah dan daerah lain juga menjadi pengalaman yang menyenangkan,” ungkap peserta lainnya.
Tampilan Siswa
Penampilan berikutnya datang dari SMP Muhammadiyah 4 Porong, SMP Muhammadiyah 1 Babat, dan Aisyiyah Boarding School Bojonegoro. Mereka bergantian memimpin senam dengan gerakan energik yang terinspirasi dari dance populer.
Setiap pergantian lagu disambut antusias. Peserta tidak hanya menyaksikan teman-temannya tampil, tetapi juga ikut menirukan gerakan sesuai irama musik.
Salah satu pendamping kegiatan menilai senam pagi menjadi kesempatan bagi peserta untuk berinteraksi tanpa sekat asal sekolah maupun daerah.
“Melalui kegiatan sederhana seperti ini, anak-anak belajar kebersamaan. Mereka bisa saling mengenal, menikmati kegiatan bersama, dan membangun semangat untuk mengikuti rangkaian jambore berikutnya,” tuturnya.
Senam pagi berlangsung menjelang waktu sarapan. Meski menjadi kegiatan pengisi waktu, suasana yang tercipta memberikan energi positif bagi peserta untuk melanjutkan aktivitas.
Keceriaan di lapangan menjadi pembuka hari yang menyenangkan bagi peserta Jambore Pandu Pengenal HW Jawa Timur 2026. Musik, gerakan, dan kebersamaan menghadirkan pengalaman jambore yang tidak hanya berisi kegiatan kepanduan, tetapi juga mempererat persaudaraan antarpandu. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments