Iklan SDM 4 Mudipat 2026

Belajar Satwa Secara Langsung, 216 Siswa SD Mumtaz Kunjungi Kebun Binatang Surabaya

Iklan Smamda Sidoarjo 2026
Belajar Satwa Secara Langsung, 216 Siswa SD Mumtaz Kunjungi Kebun Binatang Surabaya
Antusias siswa SD Muhammadiyah 1-2 Taman saat kegiatan Jelajah Satwa di Kebun Binatang Surabaya (Yanuar Kusumaningrum/PWMU.CO)
BANNER RSI AISYIYAH MALANG
pwmu.co -

Sebanyak 216 siswa kelas 3 SD Muhammadiyah 1-2 Taman (SD Mumtaz) mengikuti Kunjungan Luar Sekolah (KLS) ke Kebun Binatang Surabaya (KBS), Kamis (29/10/2026). Kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran di luar kelas untuk mengenal keanekaragaman satwa sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan.

Dalam kunjungan tersebut, siswa tidak sekadar melihat berbagai jenis hewan, tetapi juga melakukan pengamatan sebagai bagian dari pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS). Mereka mempelajari ciri-ciri hewan, habitat, makanan, cara bernapas, bergerak, hingga berkembang biak.

Untuk mendukung kegiatan, siswa menggunakan lembar kerja peserta didik (LKPD) bertajuk Penjelajah Satwa. Melalui lembar kerja ini, mereka diminta mencatat tiga jenis hewan beserta nama latinnya, mengelompokkan satwa berdasarkan karakteristik, serta memilih satu hewan untuk diamati lebih mendalam.

Siswa juga mencatat perilaku khas satwa dan pesan yang dapat dipelajari untuk menjaga kelestariannya. Aktivitas tersebut melatih keterampilan mengamati, membaca, menulis, mengolah informasi, serta menyampaikan hasil temuan secara sederhana.

Ketua pelaksana, Saskia Sadiva Putri, S.Pd., mengatakan kegiatan ini merupakan penerapan pembelajaran mendalam melalui pengalaman langsung.

“Belajar menjadi lebih bermakna ketika anak-anak terlibat langsung dalam prosesnya. Learning by Doing, Joyful, and Meaningful Learning menjadi semangat dalam kegiatan ini,” ujarnya.

Menurutnya, kunjungan tersebut juga bertujuan membangun kepedulian siswa terhadap lingkungan dan makhluk hidup.

Antusiasme terlihat sepanjang kegiatan. Aretha Ramadhani, siswi kelas 3C, mengaku senang karena dapat belajar IPAS dengan suasana berbeda.

“Pembelajaran IPAS kali ini sangat menyenangkan karena bisa melihat satwa secara langsung dan belajar di luar sekolah. Meski capek, tetapi tetap menyenangkan,” tuturnya.

Iklan SMPM 5 Surabaya 2026

Hal serupa disampaikan Feyco Rayhan Pratama, siswa kelas 3G. Ia merasa kunjungan kali ini lebih menarik karena dapat belajar sekaligus bertanya langsung tentang satwa.

“Biasanya ke sini hanya sekadar jalan-jalan, tetapi sekarang bisa bertanya sepuasnya dan melihat satwa secara langsung,” katanya.

Pembelajaran yang Inklusif

Kegiatan ini juga melibatkan seluruh siswa, termasuk peserta didik inklusi. Koordinator Inklusi SD Mumtaz, Mey Linda Nur Khalizah, S.Sos., menjelaskan bahwa kunjungan luar sekolah dapat memberikan stimulasi sensorik, sosial, dan emosional bagi anak-anak.

Melalui aktivitas yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan masing-masing, siswa inklusi dapat melihat beragam satwa, mendengar suara hewan, mengenal lingkungan baru, serta berinteraksi dengan teman dan guru.

“Dengan aktivitas yang disesuaikan secara berdiferensiasi, anak-anak dapat terlibat dalam kegiatan sesuai dengan kebutuhan dan kemampuannya,” jelasnya.

Melalui kunjungan ini, SD Mumtaz berharap siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga mengembangkan rasa ingin tahu, keterampilan sosial, dan kepedulian terhadap kelestarian makhluk hidup.

Kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa belajar tidak harus selalu berlangsung di ruang kelas. Dengan pengalaman langsung dan pendekatan inklusif, setiap anak memiliki kesempatan untuk mengeksplorasi lingkungan dan tumbuh melalui proses belajar yang menyenangkan. (*)

Revisi Oleh:
  • Amanat Solikah - 30/10/2026 17:06
SD Kreatif
Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu