Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Senam, Prank, dan Basah-Basahan: GEMPAR SD Mutu Kagumi Tak Terlupakan

Iklan Landscape Smamda
Senam, Prank, dan Basah-Basahan: GEMPAR SD Mutu Kagumi Tak Terlupakan
pwmu.co -
Bermain air sebagai penutupan GEMPAR (Santya/PWMU.CO)

PWMU.CO – Langit cerah menyambut pagi penutupan rangkaian kegiatan GEMPAR (Gembira di Awal Tahun Pelajaran) yang telah berlangsung selama sepekan di SD Muhammadiyah 1 Balongpanggang, yang dikenal dengan sebutan SD Mutu Kagumi, Sabtu (19/7/2025).

Hari terakhir kegiatan terasa spesial, penuh semangat, dan menyenangkan. Sebanyak 172 siswa bersama orangtua hadir dengan mengenakan seragam olahraga untuk mengikuti senam bersama yang dipandu oleh Miss Vee, instruktur senam yang bernama lengkap Fenny Rimadhani Suryandaru.

Miss Vee merupakan wali siswa kelas 2A, Shafiyah Azzalea Qurrotaain. Ia juga merupakan pengurus komite sekolah dan dikenal sebagai pengusaha muda berbakat.

Tepat pukul 06.45 WIB, bel sekolah berbunyi lima kali sebagai tanda dimulainya kegiatan. Seluruh siswa bergegas menuju lapangan sekolah dan berbaris rapi, diikuti oleh para orangtua yang turut bersemangat.

Siti Qomariyah, ibunda Nakila Ayu Hanifah dan Nabila Ayu Larasati, mengaku selalu menantikan kegiatan senam bersama yang rutin diadakan setiap akhir rangkaian GEMPAR. “Bisa menjalin kekompakan dengan anak-anak dan mengenal wali murid baru, Ustadzah,” ujar Ria, sapaan akrabnya, yang juga alumni SD Mutu Kagumi.

Namun keseruan pagi itu sempat berubah menjadi kepanikan saat dua siswa kelas 3, Muhammad Azka Nur Firdaus dan Sahrul Samsudin Eka Saputra, tiba-tiba terlihat berada di atap lantai tiga gedung sekolah. Kejadian ini membuat semua orang cemas dan panik.

Kepala SD Mutu Kagumi, Liza Rahmawati SPd, segera menghubungi tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Gresik. Alhamdulillah, tim Damkar merespons cepat dan tiba di lokasi. Dua petugas, Muhammad Sayyid Al Baihaqi dan Candra Kirana, sigap melakukan evakuasi terhadap kedua siswa.

Sorak sorai bergemuruh saat Azka dan Sahrul berhasil digendong turun oleh petugas. Ada yang memeluk, mengusap rambut, bahkan ada yang menangis haru. Namun, suasana berubah menjadi gelak tawa saat keduanya mengaku bahwa aksi tersebut hanyalah prank yang sudah direncanakan.

“Sudah direncanakan, Ustadzah,” ujar mereka sambil tertawa. Sontak semua yang mendengarnya berseru, “Owalah…!”

Usai kejadian tersebut, Kak Candra menjelaskan bahwa tugas petugas Damkar tidak hanya memadamkan api. “Kami juga menerima laporan seperti ular masuk rumah, sarang tawon, bahkan… yang belum bisa move on dari masa lalu,” ujarnya, yang disambut tawa para orangtua.

SMPM 5 Pucang SBY

Selanjutnya, Kak Candra dan Kak Sayyid mengenalkan alat pelindung diri (APD) yang biasa digunakan saat bertugas. Mereka juga menggelar simulasi pemadaman api di lapangan sekolah.

Kegiatan simulasi ini juga melibatkan Kepala Sekolah Liza Rahmawati SPd, serta wali murid Emih Karlina (mama Arsenio), Nafiza Vidya Agdiana, dan Salman Al Farisi. Mereka mengenakan APD lengkap layaknya petugas sungguhan dan ikut memadamkan api.

Para siswa tampak antusias dan penasaran, bahkan rela antre demi merasakan pengalaman menjadi petugas Damkar sehari.

Sebagai penutup kegiatan, Kak Sayyid menyemprotkan air dari mobil tangki yang sudah disiapkan. Tanpa dikomando, para siswa berlari mendekati mobil sambil berteriak kegirangan.

Siraman air deras bak hujan mengguyur seluruh siswa, diiringi suara sirine mobil Damkar yang meraung keras. Suasana menjadi sangat meriah. Para siswa tertawa lepas dengan pakaian yang basah kuyup, sementara para orangtua sibuk mengabadikan momen tersebut dengan kamera ponsel mereka.

Penutupan GEMPAR tahun ini benar-benar menggemparkan dan akan menjadi kenangan manis yang tak terlupakan. Sampai jumpa di kegiatan seru berikutnya bersama SD Mutu Kagumi. (*)

Penulis Rika Fitria Wati/Pusparini Aprianita Safitri Editor Wildan Nanda Rahmatullah

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡