Sebanyak tujuh angkutan yang membawa siswa-siswi MI Muhammadiyah Kota Pasuruan memadati kawasan Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia (P3GI), Rabu (19/5/2026). Kunjungan tersebut merupakan bagian dari kegiatan wisata edukasi untuk mengenalkan sejarah, budaya, dan sektor industri kepada para siswa sejak dini.
Sebelum menuju P3GI, rombongan terlebih dahulu melakukan kunjungan edukatif ke Tourist Information Center (TIC) Kota Pasuruan. Kegiatan pembelajaran luar kelas ini memperoleh sambutan luar biasa dari para siswa yang tampak bersemangat mengikuti setiap rangkaian agenda.
Belajar sejarah tebu dan praktik tanamnya
Setibanya di P3GI, tim pemandu Museum Gula Indonesia menyambut hangat para siswa. Dalam kunjungan itu, mereka mengajak siswa berkeliling museum untuk mengenal perjalanan panjang industri gula di Indonesia dari masa ke masa.
Berbagai koleksi alat produksi gula, dokumentasi sejarah, hingga edukasi tentang proses pengolahan tebu menjadi daya tarik tersendiri bagi para siswa. Mereka tampak aktif bertanya dan memperhatikan penjelasan para pemandu selama berada di area museum.
Salah satu pemandu Museum Gula Indonesia, Tamara, mengapresiasi antusiasme siswa MI Muhammadiyah Kota Pasuruan selama mengikuti kegiatan. Menurutnya, pembelajaran di luar kelas menjadi cara efektif untuk menambah wawasan anak-anak melalui pengalaman langsung.
“Anak-anak terlihat sangat aktif dan penasaran saat mengenal sejarah gula Indonesia. Kegiatan seperti ini penting karena belajar tidak hanya di dalam kelas, tetapi juga melalui pengalaman langsung di lapangan,” ujarnya.
Tidak hanya belajar di dalam museum, para siswa juga mendapatkan pengalaman praktik menanam tebu langsung di area perkebunan P3GI. Dengan penuh semangat, mereka mencoba menanam bibit tebu sambil mendengarkan penjelasan mengenai proses budidaya tanaman tebu dan perannya dalam mendukung industri gula nasional.
Harapannya, kegiatan tersebut dapat menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap dunia pertanian dan perkebunan Indonesia sejak usia dini.
Kepala MI Muhammadiyah Kota Pasuruan, Drs. Slamet Suharto, menyampaikan bahwa wisata edukasi menjadi sarana pembelajaran yang menyenangkan sekaligus membangun karakter siswa agar lebih aktif, kreatif, dan peduli terhadap lingkungan sekitar.
Menurutnya, melalui kegiatan luar lembaga (baca: madrasah.red), siswa dapat memperoleh pengalaman belajar yang lebih luas dan bermakna daripada hanya belajar di dalam kelas.
MI Muhammadiyah Kota Pasuruan terus berkomitmen menghadirkan pendidikan yang unggul, islami, dan berbasis pengalaman nyata bagi peserta didik. Lembaga pendidikan tersebut juga mendorong lahirnya generasi yang cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan.***





0 Tanggapan
Empty Comments