Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Smamda Surabaya Beri Pengalaman Baru Model Starkids, dari Catwalk hingga Mencanting

Iklan Landscape Smamda
Smamda Surabaya Beri Pengalaman Baru Model Starkids, dari Catwalk hingga Mencanting
Para model Starkids belajar membatik bersama murid SMA Muhammadiyah 2 (smamda) Surabaya (Eka Haris/PWMU.CO)
pwmu.co -

Karya batik SMA Muhammadiyah 2 (Smamda) Surabaya mendapat perhatian dalam kegiatan “Quick Lunch Batik & Brew” di Hotel Luminor Jemursari Surabaya, Rabu (7/10/2026). Sejumlah karya murid diperkenalkan di atas panggung melalui penampilan model Starkids Modelling, sekaligus dilanjutkan dengan pengalaman mencanting bersama.

Usai tampil di catwalk, para model turut mencoba mencanting bersama murid-murid Smamda. Momen ini menjadi pengalaman berbeda karena mereka tidak hanya melihat batik dari sisi fashion, tetapi juga berkesempatan mengenal proses pembuatannya secara langsung.

Salah satu model, Chanda Fatima Azzahra atau Chaca, mengaku senang mendapat kesempatan mencoba membatik. Kegiatan tersebut menjadi pengalaman pertamanya mengenal proses mencanting secara langsung.

“Pengalaman pertama membatik, senang sih belajar mencanting. Sebelumnya belum pernah membatik, jadi dapat pengalaman baru. Saya sendiri suka dengan batik, mulai dari motif dan warnanya,” ungkap Chaca.

Bagi Chaca, mencanting memberikan pengalaman baru untuk mengenal batik dari sisi yang berbeda. Selama ini, ia lebih banyak berinteraksi dengan batik melalui busana dan dunia fashion. Kali ini, ia dapat merasakan langsung proses kreatif yang membutuhkan ketelitian dan keterampilan.

Kegiatan Membatik

Dalam kegiatan tersebut, murid Smamda mendampingi para model saat mencoba menggunakan canting dan mengaplikasikan malam pada kain. Empat murid kelas X.4 yang terlibat adalah Callista Eriko Nugroho, Bagaskara Eugene Makayasa, Aqilla Lindy Zhalika Effendi, dan Nur Aliya Mardika Putri. Mereka turut didampingi Lucy June Filipczak, murid student exchange asal USA.

Kegiatan membatik ini didampingi Rachmad Setyo Wibowo, S.Pd., M.Hum., pengajar Seni Budaya Smamda yang membimbing para murid dalam proses membatik sekaligus mendampingi praktik mencanting bersama para tamu.

SMPM 5 Pucang SBY

Selain hiasan dinding dan tas batik, Smamda juga memperkenalkan kaos batik hasil karya P5. Hiasan dinding batik yang ditampilkan memiliki beragam objek, seperti burung merak, komodo, raflesia, dan harimau.

F&B Manager Luminor Hotel, Indra Santoso, menjelaskan bahwa kegiatan dengan konsep serupa rutin digelar setiap tahun untuk memperingati Hari Batik. Tahun ini, kegiatan tersebut juga bertepatan dengan Hari Kopi Sedunia sehingga dikemas dengan tema “Batik & Brew”.

“Setiap tahun pasti ada konsep acara seperti ini untuk memperingati Hari Batik. Bulan Oktober ini juga bertepatan dengan Hari Kopi Sedunia sehingga temanya menjadi Batik & Brew,” ujar Indra.

Bagi para model Starkids, pengalaman mencanting menjadi momen yang melengkapi penampilan mereka di catwalk. Setelah memperkenalkan karya Smamda di atas panggung, mereka mendapat kesempatan untuk merasakan langsung proses kreatif di balik pembuatan batik.

Melalui kegiatan “Quick Lunch Batik & Brew”, Smamda tidak hanya memperkenalkan karya murid, tetapi juga membuka pengalaman interaktif bagi generasi muda untuk mengenal batik melalui karya, fashion, dan praktik mencanting. (*)

Revisi Oleh:
  • Amanat Solikah - 07/10/2026 17:07
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu