Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Smamuga Gelar STS Ganjil Berbasis Digital, Siswa Didorong Bernalar Kritis dan Jujur

Iklan Landscape Smamda
Smamuga Gelar STS Ganjil Berbasis Digital, Siswa Didorong Bernalar Kritis dan Jujur
Siswi Smamuga berkonsentrasi melaksanakan Sumatif Tengah Semester (STS) Ganjil 2026-2027 berbasis CBT, Senin (5/10/2026). Foto: Zulkifli.
pwmu.co -

Sumatif Tengah Semester (STS) Ganjil Tahun Ajaran 2026/2027 di SMA Muhammadiyah 3 Tulangan (Smamuga) Sidoarjo berlangsung dengan sistem digital.

Tidak sekadar mengukur capaian akademik, asesmen ini dirancang untuk melatih kemampuan bernalar kritis, kemandirian, kedisiplinan, sekaligus kejujuran siswa.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum Smamuga Imatul Mufidah menjelaskan, STS Ganjil dilaksanakan pada Senin (5/10/2026) hingga Senin (12/10/2026).

Setiap hari ujian berlangsung pukul 06.40 hingga 12.00 WIB dengan tiga mata pelajaran yang diujikan secara serentak di 11 ruang ujian.

“Pelaksanaan asesmen kali ini sepenuhnya berbasis digital atau online bekerja sama dengan platform edukasi Skolla” jelas Imatul Mufidah dalam wawancara mengenai pelaksanaan STS Ganjil Smamuga.

Menurutnya, bentuk soal yang diberikan tidak hanya berupa pilihan ganda tunggal. Instrumen asesmen mencakup Pilihan Ganda (PG), Pilihan Ganda Kompleks (PGK), esai pendek, hingga uraian.

Model tersebut disusun dengan mengacu pada karakter soal Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK).

Untuk mendukung pelaksanaan ujian digital, sekolah menyiapkan koneksi Wi-Fi yang memadai dan stabil di seluruh area ruang ujian.

Bersamaan dengan Gladi Bersih TKA

Pelaksanaan STS tahun ini memiliki tantangan tersendiri karena pada 5–8 Oktober 2026 bertepatan dengan Gladi Bersih Tes Kemampuan Akademik (TKA).

Kondisi tersebut membuat sebagian siswa harus mengikuti dua agenda akademik. Karena itu, sekolah melakukan pemetaan terhadap mata pelajaran yang mengalami benturan jadwal untuk kemudian diberikan kesempatan mengikuti ujian susulan.

“Sekolah telah memetakan beberapa mata pelajaran bentrok untuk dijadwalkan dalam ujian susulan agar hak akademis seluruh siswa tetap terpenuhi dengan baik” terang Imatul.

Ia menambahkan, seluruh rombongan belajar Smamuga mengikuti STS yang terbagi dalam 11 ruang ujian.

Tak Sekadar Kejar Nilai

STS Ganjil Smamuga tidak semata-mata diarahkan untuk memperoleh nilai akademik.

Asesmen ini juga menjadi instrumen untuk melihat perkembangan belajar siswa selama setengah semester sekaligus mengevaluasi efektivitas proses pembelajaran yang telah berlangsung.

Keberhasilan STS, menurut Imatul, tidak hanya dilihat dari capaian nilai di atas Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP). Partisipasi, ketertiban, serta kemampuan siswa menggunakan teknologi secara bijak juga menjadi bagian yang diperhatikan.

Kerja sama dengan Skolla memungkinkan sekolah menghadirkan soal yang menekankan Higher Order Thinking Skills (HOTS) dan penalaran.

Dengan demikian, siswa tidak hanya dituntut mengingat materi, tetapi juga menganalisis dan memecahkan persoalan.

Karakter Profil Pelajar Pancasila, khususnya bernalar kritis dan mandiri, turut diintegrasikan melalui soal PGK maupun uraian berbasis studi kasus nyata.

Tantangan Jaringan hingga Baterai Gawai

Pelaksanaan ujian berbasis digital tentu memiliki sejumlah tantangan. Salah satunya adalah kemungkinan terjadinya lonjakan trafik jaringan ketika seluruh siswa mengakses platform Skolla secara bersamaan di 11 ruang ujian.

SMPM 5 Pucang SBY

Selain itu, kondisi perangkat siswa seperti baterai gawai yang lemah juga menjadi perhatian. Tantangan nonteknis muncul dari siswa yang harus membagi fokus antara STS dan Gladi Bersih TKA, termasuk kondisi kesehatan siswa akibat perubahan cuaca.

Tim Kurikulum bersama Tim IT/Panitia telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi. Di antaranya menyediakan pemancar Wi-Fi khusus di setiap koridor atau ruang ujian serta dukungan teknis langsung selama asesmen berlangsung.

Sekolah juga menyiapkan jadwal ujian susulan secara terstruktur bagi siswa peserta Gladi Bersih TKA. Untuk mengantisipasi perangkat kehabisan daya, disediakan pula fasilitas pengisian daya di ruang ujian.

Hasil STS Jadi Dasar Perbaikan Pembelajaran

Bagi Smamuga, STS bukanlah titik akhir. Data hasil asesmen akan dianalisis dan dimanfaatkan guru mata pelajaran untuk menentukan langkah pembelajaran berikutnya.

Guru akan memetakan materi yang belum dikuasai sebagian besar siswa. Hasil tersebut kemudian menjadi dasar penyusunan program remedial bagi siswa yang belum mencapai KKTP serta pengayaan bagi siswa yang telah melampaui target.

Selain itu, hasil asesmen digunakan untuk mengevaluasi dan merefleksikan metode mengajar pada paruh kedua semester ganjil.

Imatul berharap siswa mampu menjadikan STS sebagai sarana untuk mengukur kemampuan diri secara jujur, melatih kedisiplinan, serta terus mengasah kemampuan berpikir kritis.

“Diharapkan hasil asesmen ini menjadi pijakan berbasis data untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas, sehingga proses pendampingan siswa menjadi lebih personal dan efektif” harapnya kepada dewan guru.

Gawai Digunakan, Kejujuran Tetap Dijaga

Menariknya, meskipun STS dilaksanakan menggunakan smartphone, Smamuga tetap mempertahankan proses berpikir manual.

Lembar kertas yang tersedia di meja siswa digunakan sebagai kertas buram atau scratch paper. Terutama untuk menghitung pada mata pelajaran eksak maupun eksperimen serta menyusun draf pemikiran sebelum jawaban dimasukkan ke platform Skolla.

Aspek kejujuran juga mendapat perhatian khusus. Siswa diwajibkan meletakkan gawai pada posisi yang mudah terlihat pengawas.

Sistem asesmen dikondisikan menggunakan exam mode untuk membatasi akses ke aplikasi lain, browser tambahan, maupun media sosial selama ujian.

Pengawas di 11 ruang ujian juga melakukan pengawasan aktif secara berkala serta memastikan meja ujian bebas dari catatan yang tidak diizinkan.

Sebelum ujian dimulai, siswa juga diarahkan membangun komitmen melalui pakta integritas. Semangat tersebut dirangkum dalam pesan yang menjadi bagian dari publikasi STS Smamuga: “Fokus, Maksimal, Jujur, Raih Prestasi”.

Dengan demikian, STS Ganjil Smamuga 2026/2027 tidak hanya menjadi momentum untuk mengetahui sejauh mana siswa memahami materi pembelajaran.

Lebih dari itu, asesmen digital tersebut menjadi bagian dari proses membangun budaya belajar yang berbasis data, kemampuan berpikir kritis, kemandirian, kedisiplinan, dan integritas.

Revisi Oleh:
  • Danar Trivasya Fikri - 09/10/2026 22:10
SD Kreatif
Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu