Iklan SDM 4 Mudipat 2026

Tak Sekadar Memimpin, Pimpinan dan Staf SD Mumtaz Belajar Menggali Potensi Tim

Iklan Smamda Sidoarjo 2026
Tak Sekadar Memimpin, Pimpinan dan Staf SD Mumtaz Belajar Menggali Potensi Tim
Pelatihan Coaching dan Mentoring dengan Narasumber A. Mufid Wahyudi, Dipl. Adv., B.A., CPBC (Laela Fauziah/PWMU.CO)
BANNER RSI AISYIYAH MALANG
pwmu.co -

Menjadi pemimpin bukan hanya tentang memberikan arahan dan memastikan pekerjaan selesai tepat waktu. Seorang pemimpin juga perlu mampu mengenali potensi anggota tim, membangun kepercayaan, serta mendorong setiap individu untuk berkembang.

Semangat tersebut menjadi fokus kegiatan Coaching dan Mentoring yang diselenggarakan SD Muhammadiyah 1 & 2 Taman (SD Mumtaz), Sidoarjo, Sabtu (31/10/2026).

Kegiatan berlangsung di Ruang Meeting Zona 2, pukul 08.00–16.00 WIB, dengan diikuti jajaran pimpinan dan staf SD Mumtaz. Sekolah menghadirkan A. Mufid Wahyudi, Dipl. Adv., B.A., CPBC., sebagai narasumber dengan materi Coaching for Optimal Performance.

Melalui pelatihan ini, peserta diajak memahami kepemimpinan yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian target, tetapi juga pengembangan kemampuan individu dan penguatan kerja sama tim.

Memimpin dengan Mendengarkan

Dalam pemaparannya, Mufid menjelaskan perbedaan antara sosok boss dan coach. Seorang boss cenderung memberikan instruksi, mengawasi, dan mengendalikan pekerjaan. Sementara itu, seorang coach lebih mengutamakan kemampuan mendengarkan, mengajukan pertanyaan, menggali potensi, serta membangun komitmen bersama.

Menurutnya, coaching merupakan proses kerja sama untuk membantu seseorang menemukan dan mengoptimalkan potensi pribadi maupun profesionalnya.

Karena setiap individu memiliki karakter, kemampuan, dan tingkat kemauan yang berbeda, pendekatan pendampingan juga perlu disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.

Komunikasi Efektif Menjadi Kunci

Materi berikutnya membahas keterampilan komunikasi melalui teknik EARS, yaitu Explore, Affirm, Reflect, dan Silence. Teknik ini membantu pemimpin menggali informasi, menunjukkan perhatian, memastikan kesamaan pemahaman, serta memberikan kesempatan kepada anggota tim untuk menyampaikan pendapat.

Mufid menekankan bahwa kemampuan mendengarkan sama pentingnya dengan kemampuan berbicara. Komunikasi dua arah membuat anggota tim merasa dihargai dan memiliki ruang untuk menyampaikan gagasan maupun kendala.

Pemimpin juga perlu menggunakan kalimat positif dan mengarahkan pembicaraan pada solusi, bukan sekadar menunjukkan kesalahan. Dengan demikian, suasana kerja diharapkan menjadi lebih terbuka dan produktif.

Iklan SMPM 5 Surabaya 2026

Lima Tahapan Coaching

Selain komunikasi, Mufid memaparkan lima langkah coaching yang dapat diterapkan dalam lingkungan kerja.

Pertama, menggambarkan persoalan kinerja secara jelas, profesional, dan berdasarkan fakta. Kedua, mendiskusikan penyebab persoalan melalui pertanyaan terbuka. Ketiga, mengidentifikasi berbagai alternatif solusi dengan melibatkan anggota tim.

Keempat, menyusun rencana tindakan secara spesifik dan terukur. Kelima, melakukan pertemuan lanjutan untuk mengevaluasi perkembangan, mengidentifikasi kendala, serta menentukan langkah perbaikan.

Melalui tahapan tersebut, coaching tidak sekadar menjadi kegiatan memberikan nasihat atau motivasi, tetapi proses pendampingan yang terarah dan berkelanjutan. Anggota tim diharapkan semakin mandiri, memiliki inisiatif, dan bertanggung jawab terhadap tugasnya.

Perkuat Kualitas SDM

Pelatihan ini menjadi salah satu upaya SD Mumtaz meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya jajaran pimpinan dan staf. Sebagai sekolah yang mengusung visi World Class Education, SD Mumtaz terus berupaya memperkuat tata kelola lembaga, profesionalisme, dan kualitas pelayanan pendidikan.

Melalui kegiatan tersebut, pimpinan diharapkan semakin terampil mendampingi anggota tim dan membangun komunikasi yang efektif. Sementara itu, staf didorong meningkatkan tanggung jawab, kedisiplinan, inisiatif, serta kerja sama dalam menjalankan program sekolah.

Ilmu yang diperoleh selama pelatihan diharapkan dapat diterapkan dalam pekerjaan sehari-hari. Sebab, kemajuan sekolah tidak hanya ditentukan oleh keunggulan program, tetapi juga kualitas kepemimpinan dan kekompakan seluruh sumber daya manusia. (*)

Revisi Oleh:
  • Amanat Solikah - 31/10/2026 21:07
SD Kreatif
Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu