Iklan SDM 4 Mudipat 2026

Tanam Mangrove Sendiri, Siswa SD Muhammadiyah 1 Driyorejo Gresik Belajar Merawat Pesisir Sejak Dini

Iklan Smamda Sidoarjo 2026
Tanam Mangrove Sendiri, Siswa SD Muhammadiyah 1 Driyorejo Gresik Belajar Merawat Pesisir Sejak Dini
Foto siswa SD Muhammadiyah 1 Driyorejo saat mengikuti penanaman bibit mangrove jenis Rhizophora mucronata bersama petugas pembibitan ekowisata mangrove Surabaya (Elisyah Susanty/PWMU.CO)
pwmu.co -

Menanam mangrove ternyata tidak sesulit yang dibayangkan. Siswa kelas V dan VI SD Muhammadiyah 1 Driyorejo (SD Mudri) Gresik membuktikannya melalui praktik penanaman bibit mangrove jenis Rhizophora mucronata di area pembibitan Ekowisata Mangrove Surabaya, Selasa (13/10/2026).

Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya mengenal pentingnya mangrove bagi lingkungan pesisir, tetapi juga belajar melakukan penanaman dan merawatnya secara langsung.

Dalam sesi praktik tersebut, 78 siswa yang terbagi dalam 2 sesi didampingi pemandu dan petugas menuju lokasi pembibitan. Ada 2 petugas yang sudah bersiap di kebuh pembibitan, Amirul Rizal dan Rudy Eko Prasetyo. Mereka memperkenalkan bibit mangrove jenis Rhizophora mucronata sekaligus memandu siswa melakukan penanaman menggunakan media tanah.

“Silahkan diambil masing – masing 1 polybag dan bambu penyangga serta tali untuk mengikat tunas agar tidak roboh saat dibawa,” ucap Rudy Eko Prasetyo.

Petugas pembibitan Amirul Rizal menjelaskan bahwa proses penanaman mangrove cukup mudah dan dapat dilakukan dengan menggunakan media tanah. Penjelasan ini memberikan pemahaman kepada siswa bahwa upaya menjaga kelestarian lingkungan dapat dimulai melalui tindakan sederhana yang bisa dilakukan secara langsung.

Perawatan Tanaman

Rizal juga mengingatkan siswa agar tidak berhenti pada proses menanam saja. Bibit yang sudah ditanam perlu dirawat supaya dapat tumbuh dengan baik. Ia berpesan agar siswa menyiram tanaman dua kali sehari, sehingga kebutuhan air tanaman tetap terjaga selama masa pertumbuhan.

Pesan tersebut menjadi bagian penting dari pembelajaran. Rombongan yang hadir pada pukul 09.00 WIB ini tidak hanya memperoleh pengalaman menanam, tetapi juga belajar bahwa merawat lingkungan membutuhkan perhatian dan konsistensi. Menanam merupakan langkah awal, sedangkan menjaga agar tanaman terus tumbuh menjadi tanggung jawab berikutnya.

Tak gentar dengan hembusan cuaca panas yang menerpa diberbagai wikayah termasuk Surabaya, praktik penanaman ini akan memberikan pengalaman berbeda bagi siswa dibandingkan pembelajaran di dalam kelas.

Iklan SMPM 5 Surabaya 2026

Dengan menganakan seragam olahraga hjau toska, mereka dapat menyentuh media tanam, mengikuti tahapan penanaman, dan memahami secara langsung proses awal pembibitan mangrove. Pengalaman tersebut diharapkan membantu siswa menghubungkan pengetahuan tentang ekosistem dengan tindakan nyata dalam pelestarian lingkungan.

Ekowisata Mangrove Surabaya berada di bawah pengelolaan Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA), dengan Dyan Prasetyaningtyas, S.T., M.T., sebagai pimpinan di kawasan tersebut. Area pembibitan menjadi salah satu ruang edukasi yang memberikan kesempatan kepada pengunjung, termasuk pelajar, untuk mengenal proses pembibitan dan penanaman mangrove.

“Bibit mangrove yang ditanam siswa menjadi oleh – oleh bermakna dari kegiatan field trip kali ini”, ucap Izzatun Nafsy, S.Pd salah satu guru kelas VI SD Muhammadiyah 1 Driyorejo yang ikut membersamai. Menurutnya, pengalaman tersebut tidak hanya memberikan kenangan bagi siswa, tetapi juga memiliki manfaat bagi lingkungan.

Bibit yang ditanam menjadi pengingat bahwa kegiatan belajar di luar kelas tidak sekadar memberikan pengalaman baru, tetapi juga dapat meninggalkan kontribusi nyata bagi kelestarian alam. Melalui kegiatan ini, siswa diharapkan memahami bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana yang dilakukan sejak dini.

Melalui kegiatan ini, siswa SD Muhammadiyah 1 Driyorejo diharapkan semakin memahami bahwa pelestarian lingkungan bukan hanya tugas dari petugas atau pengelola kawasan konservasi. Anak – anak pun dapat mengambil bagian melalui tindakan sederhana, seperti menanam, menyiram, dan merawat tanaman.

Pengalaman menanam bibit mangrove menjadi bekal berharga bagi siswa untuk menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sejak dini. Dari satu bibit yang ditanam, mereka belajar bahwa menjaga kelestarian alam membutuhkan pengetahuan, kepedulian, dan tindakan nyata yang dilakukan secara berkelanjutan. (*)

Revisi Oleh:
  • Amanat Solikah - 15/10/2026 19:27
SD Kreatif
Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu