Sebanyak 36 murid SMP Muhammadiyah 1 Gresik (Spemutu) resmi dilantik menjadi pengurus Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PR IPM) periode 2026–2027. Pelantikan berlangsung di Aula Al-Qolam Spemutu, Kamis (15/10/2026).
Pelantikan ini menjadi momentum bagi para pengurus untuk mengemban amanah sekaligus mengembangkan kemampuan kepemimpinan, kedisiplinan, dan tanggung jawab melalui organisasi pelajar.
Kepala SMP Muhammadiyah 1 Gresik, Rosyidul Arifibillah, S.Pi., S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa IPM merupakan wadah pembentukan karakter dan kepemimpinan murid. Ia berharap para pengurus mampu menjadi teladan serta memberikan kontribusi positif bagi sekolah.
“Menjadi pengurus IPM bukan sekadar sebuah jabatan, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Saya berharap seluruh pengurus mampu menjadi teladan dalam akhlak, kedisiplinan, dan prestasi, serta menghadirkan program yang bermanfaat bagi warga sekolah,” tuturnya.
Rosyidul juga menekankan pentingnya sinergi antara pengurus IPM dan pihak sekolah agar setiap program dapat berjalan dengan baik. Menurutnya, keberhasilan organisasi tidak hanya ditentukan oleh ketua atau beberapa pengurus, tetapi oleh komitmen seluruh anggota dalam bekerja sama.
“Jadikan IPM sebagai tempat belajar untuk berani mengambil keputusan, menghargai perbedaan pendapat, dan menyelesaikan persoalan dengan bijaksana. Jangan takut mencoba hal baru selama membawa manfaat. Saya berharap pengalaman berorganisasi ini menjadi bekal bagi murid untuk tumbuh sebagai generasi yang berkemajuan dan siap menjadi pemimpin masa depan,” imbuhnya.
Organisasi sebagai Ruang Belajar
Sementara itu, Kepala Urusan Kesiswaan Spemutu, Beny Firmansyah, S.Pd., menegaskan bahwa organisasi menjadi ruang bagi murid untuk belajar bekerja sama, menyampaikan gagasan, dan mengembangkan kreativitas. Ia berharap para pengurus mampu menghadirkan kegiatan yang menarik sekaligus membangun budaya positif di sekolah.
“Pengurus IPM harus berani berinisiatif dan menjadi penggerak kegiatan positif. Jangan hanya menjalankan program, tetapi pastikan setiap kegiatan memberikan manfaat nyata. Tetap seimbangkan organisasi dengan kewajiban belajar agar keduanya dapat berjalan beriringan,” ungkapnya.
Beny menambahkan, setiap pengurus perlu memiliki kedisiplinan, komitmen, dan kemampuan mengelola waktu. Ia juga mendorong pengurus untuk menyusun program kerja yang realistis, inovatif, dan melibatkan lebih banyak murid.
“Organisasi yang baik bukan hanya dilihat dari banyaknya kegiatan, melainkan dari dampak positif yang dihasilkan. Bangun kekompakan, jaga komunikasi, dan jangan saling mengandalkan satu sama lain. Setiap pengurus memiliki peran penting. Manfaatkan kesempatan ini untuk belajar bertanggung jawab, mengembangkan potensi, dan memberikan kontribusi terbaik bagi Spemutu,” tambahnya.
Pembina PR IPM Spemutu, Yatik, S.Pd., berharap para pengurus dapat menjaga kekompakan dan menjadikan nilai-nilai Islam serta Kemuhammadiyahan sebagai landasan dalam berorganisasi.
“Pelantikan adalah awal dari tanggung jawab yang sesungguhnya. Jalankan amanah dengan ikhlas, disiplin, dan penuh komitmen. Bangun komunikasi yang baik, saling menghargai, serta berikan kesempatan kepada setiap pengurus untuk berkembang dan berkontribusi,” pesannya.
Melalui pelantikan ini, PR IPM Spemutu periode 2026–2027 diharapkan menjadi organisasi pelajar yang aktif, kreatif, dan inspiratif serta mampu mencetak generasi berakhlak mulia, mandiri, dan bertanggung jawab. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments