
PWMU.CO – Suasana Lebaran masih terasa begitu kental di Hall Inacer, Sekolah Inovatif SD Muhammadiyah 7 Jagir, Surabaya. Pada Sabtu (12/4/2025) sekolah ini menggelar kegiatan Halalbihalal bagi keluarga besar SD Muhammadiyah 7 Surabaya.
Acara yang berlangsung dari pukul 08.00 hingga 10.00 WIB ini merupakan agenda tahunan yang rutin digelar sebagai upaya mempererat tali silaturahmi di antara warga sekolah, termasuk murid dan wali murid.
Kegiatan dibuka oleh Master of Ceremony (MC), Zulis Purwanti SPd. Selanjutnya, acara diawali dengan Gema Wahyu Ilahi oleh Hanifah Almahyra, Kayla Marissa, dan Shakayla Ramadhani Ubadahen yang membacakan surat-surat pendek dari Juz Amma secara bergantian. Setelah itu, acara berlanjut dengan penyampaian beberapa sambutan.
Sambutan pertama disampaikan oleh Kepala SD Muhammadiyah 7 Surabaya, Achmad Zainuri Arif MPd.
“Ibarat tinta dan lautan, begitu banyak nikmat Allah yang patut kita syukuri agar keberkahannya terus bertambah. Tagline sekolah kami, Bertaqwa, Berilmu, dan Berprestasi, mencerminkan harapan agar kita dapat meraih kebahagiaan, baik di dunia maupun di akhirat,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Wonokromo, M Barid Sa’dan MAg menyampaikan rasa syukurnya.
“Bersyukur atas karunia Allah itu sangat penting, apalagi anak-anak sekolahnya keren dengan program-program seperti Kelas Kolaborasi dan Kelas Alam. Banyak korelasi yang bisa kita temukan dengan ayat-ayat al-Quran, sehingga kegiatan ini sangat bermanfaat,” tuturnya.
Sebelum memasuki sesi tausiah, acara diselingi dengan penampilan lagu Minal Aidin wal Faizin oleh Ramadhania Azka Kusnady, siswi kelas 6 Al-Biruni. Penampilan ini menjadi yang pertama kali ditampilkan dalam kegiatan Halalbihalal keluarga besar SD Muhammadiyah 7 Surabaya sejak beberapa tahun terakhir.
Kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian mauidhoh hasanah oleh Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surabaya, M Jemadi MA. Dalam tausiahnya, ia memberikan motivasi kepada murid, orang tua, dan guru terkait semangat belajar serta pengembangan sekolah.
“Dilihat dari usianya, sekolah ini termasuk salah satu yang tertua di antara 28 SD/MI Muhammadiyah yang ada di Surabaya,” jelasnya.
Ia kemudian menjelaskan bahwa terdapat empat syarat dalam proses belajar, merujuk pada teori dari United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO), di antaranya adalah Learning to Know (belajar untuk mengetahui), Learning to Do (belajar untuk bisa melakukan), Learning to Be (belajar untuk menjadi diri sendiri), dan Learning to Socialize (belajar untuk hidup bermasyarakat).
Ia juga menegaskan bahwa seluruh unsur dalam Islam, baik aqidah, ibadah, maupun muamalah, pada intinya bermuara pada akhlak karimah.
“Learning to Fight God (Belajar lebih yakin kepada Allah). Jika seseorang sudah beribadah namun akhlaknya tidak baik, berarti ibadahnya masih belum benar,” sambungnya.
Jemadi menutup paparannya dengan menyampaikan beberapa hal yang dapat dilakukan oleh orang tua, antara lain, memberikan keteladanan, mendoakan anak, mendidik dengan cinta dan keteladanan, serta mendidik dengan sabar dan konsisten.

Kegiatan Halalbihalal tahun ini juga diwarnai dengan aksi Charity for Palestine, sesuai instruksi dari PDM Kota Surabaya melalui surat yang ditujukan kepada pimpinan SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/SMK Muhammadiyah se-Surabaya. Baik orang tua maupun siswa turut memberikan donasi terbaik mereka untuk membantu warga Palestina yang masih mengalami keterpurukan akibat serangan zionis Israel yang belum kunjung berhenti hingga saat ini.
Salah satu siswi kelas 1, Kayla Marissa, menyampaikan kesannya.
“Setelah sekian lama tidak bertemu dengan teman-teman dan para guru, akhirnya bisa bertemu kembali di momen Lebaran sambil bermaaf-maafan,” ungkapnya.
Hal senada juga diungkapkan oleh salah satu siswi kelas 6, Ramadhania Azka Kusnady. Ia merasa senang dan gembira karena dapat berkumpul kembali dengan teman-teman setelah libur selama dua minggu, menikmati kue Lebaran bersama guru dan teman-teman, serta mendengarkan tausiah yang bermanfaat. (*)
Penulis Habib Amrullah Editor Ni’matul Faizah





0 Tanggapan
Empty Comments