Iklan SDM 4 Mudipat 2026

UM Bandung Edukasi Warga soal Diabetes, Gelar Cek Kesehatan Gratis

Iklan Smamda Sidoarjo 2026
UM Bandung Edukasi Warga soal Diabetes, Gelar Cek Kesehatan Gratis
Dok: Feri Anugrah
pwmu.co -

Program Studi Farmasi Universitas Muhammadiyah Bandung (UM Bandung) menggelar pengabdian kepada masyarakat melalui edukasi diabetes melitus dan pemeriksaan kesehatan gratis bagi warga RW 07, Kelurahan Kujangsari, Kecamatan Bandung Kidul, Kota Bandung, Rabu (14/10/2026).

Kegiatan bertajuk “Edukasi Holistik untuk Meningkatkan Self-Awareness Terhadap Diabetes Melitus” tersebut berlangsung di Halaman HSN RW 07. Program ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang diabetes, mulai dari upaya pencegahan hingga pentingnya menjaga kualitas hidup bagi mereka yang telah mengidap penyakit tersebut.

UM Bandung Edukasi Warga soal Diabetes, Gelar Cek Kesehatan Gratis
Dok: Feri Anugrah

Ketua kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM), Alfi Fitriyani, mengatakan edukasi tersebut diharapkan menjadi bekal bagi masyarakat untuk lebih mengenali diabetes melitus dan mengambil langkah yang tepat dalam menjaga kesehatan.

“Semoga apa yang kami sampaikan hari ini terkait edukasi untuk diabetes mellitus bisa menjadi bekal untuk kita semua,” ujar Alfi.

Ia menjelaskan, penyuluhan tersebut menyasar masyarakat yang belum mengenal diabetes maupun mereka yang telah mengidapnya. Bagi masyarakat yang belum terkena diabetes, pengetahuan mengenai penyakit ini diharapkan membantu upaya pencegahan sejak dini. Sementara itu, bagi penderita diabetes, edukasi diharapkan dapat mendukung upaya menjaga kualitas hidup.

“Untuk yang mungkin belum mengenal dan siapa tahu jadi kenal diabetes itu apa dan bisa melakukan pencegahan. Untuk yang sudah kenal bisa kemudian meningkatkan agar nanti ke depannya yang meskipun diabetes tapi kualitas hidupnya masih bisa baik,” tambahnya.

Kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari pengurus lingkungan setempat. Ketua RT 01 RW 07 Kelurahan Kujangsari, Afrina Kristiani, menyampaikan terima kasih kepada tim akademisi UM Bandung yang telah berbagi pengetahuan kesehatan dengan warga.

Menurut Afrina, penyuluhan itu memberikan tambahan informasi yang bermanfaat bagi masyarakat, khususnya mengenai diabetes melitus.

“Semoga pengabdian masyarakat dari Fakultas Farmasi UM Bandung bisa memberikan manfaat bagi warga RW 07, sekaligus jadi penambah pengetahuan,” kata Afrina.

Ketua RW 07 Kelurahan Kujangsari, Hendra Rustandi, juga menyambut baik pelaksanaan program tersebut. Ia berharap pengetahuan yang diperoleh warga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari untuk membantu mengurangi risiko diabetes.

Iklan SMPM 5 Surabaya 2026

“Semoga bermanfaat bagi masyarakat RW 007 Kelurahan Kujangsari,” tutur Hendra.

Dosen Farmasi UM Bandung sekaligus pemateri, Andinny Nur Permatasari, menjelaskan bahwa diabetes melitus dapat terlambat dikenali ketika masyarakat kurang menyadari gejala dan risiko penyakit tersebut.

“Rendahnya kesadaran diri atau self-awareness membuat diabetes terlambat dikenali, sehingga komplikasi sering muncul lebih dulu daripada pengobatan,” ungkap Andinny.

Ia menguraikan sejumlah gejala yang perlu diwaspadai, antara lain sering merasa haus, sering buang air kecil, cepat lapar, dan luka yang sulit sembuh. Pengenalan gejala tersebut dapat menjadi salah satu langkah untuk mendorong masyarakat memeriksakan kondisi kesehatannya.

Andinny juga menekankan pentingnya pengendalian faktor kesehatan untuk mengurangi risiko komplikasi diabetes.

“Komplikasi dapat dicegah atau diperlambat dengan mengendalikan gula darah, tekanan darah, kolesterol, dan pemeriksaan rutin,” tegasnya.

Melalui edukasi dan pemeriksaan kesehatan gratis tersebut, Prodi Farmasi UM Bandung berharap masyarakat semakin memahami pentingnya mengenali diabetes sejak dini. Kesadaran terhadap gejala, pemeriksaan rutin, serta pengelolaan kesehatan menjadi bagian penting dalam upaya mencegah komplikasi dan menjaga kualitas hidup.

Revisi Oleh:
  • Satria - 15/10/2026 17:40
SD Kreatif
Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu