Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Universitas Muhammadiyah Disaster and Emergency (UMDC) Universitas Muhammadiyah Lamongan (Umla) menerjunkan 11 relawan untuk bertugas sebagai tim kesehatan dalam pendidikan dan pelatihan (diklat) Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3).
Kegiatan ini berlangsung di Bukit Puncakwangi, Babat, pada Rabu–Kamis (14–15/10/2026).
Keterlibatan relawan UMDC Umla merupakan bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung kelancaran kegiatan sekaligus memberikan pelayanan kesehatan bagi peserta selama diklat berlangsung.
Dari Tim Kesehatan hingga Pemateri
Sebanyak 11 relawan tersebut bertugas memastikan kesiapan pertolongan pertama apabila terdapat peserta yang mengalami gangguan kesehatan atau membutuhkan bantuan.
Selama kegiatan, para relawan bersiaga untuk memantau kondisi peserta dan lingkungan sekitar.
Kesiapsiagaan ini menjadi bagian penting dalam mendukung kegiatan lapangan, terutama ketika peserta mengikuti rangkaian aktivitas yang membutuhkan kondisi fisik dan kewaspadaan.
Tidak hanya menjalankan tugas sebagai tim kesehatan, relawan UMDC Umla juga berperan sebagai pemateri dalam penyampaian materi simulasi bencana.
Peran tersebut menjadi kesempatan untuk membagikan pengetahuan mengenai kesiapsiagaan dan penanganan situasi darurat kepada peserta diklat.
Melalui materi simulasi bencana, peserta diharapkan dapat memahami pentingnya mengenali potensi bahaya, mengetahui langkah yang perlu dilakukan ketika terjadi bencana, serta meningkatkan kesiapan dalam menghadapi keadaan darurat.
Pemahaman tersebut menjadi bekal penting untuk membangun budaya keselamatan, khususnya dalam lingkungan pendidikan dan aktivitas lapangan.
Salah satu anggota UMDC Umla, Febri, mengatakan bahwa keterlibatan dalam kegiatan ini bukan sekadar menjalankan tugas sebagai tim kesehatan. Tetapi juga menjadi bentuk kepedulian terhadap keselamatan dan kebutuhan orang lain.
“Bagi kami, menjadi relawan bukan hanya tentang memberikan pertolongan ketika seseorang membutuhkan bantuan, tetapi juga tentang kesiapan untuk selalu hadir dan sigap dalam berbagai situasi” terang Febri.
Melalui kegiatan ini, ia mengaku belajar bahwa kepedulian, kesiapsiagaan, dan kerja sama merupakan hal penting dalam menjalankan tugas kemanusiaan.
“Kami berharap kehadiran UMDC Umla dapat memberikan manfaat serta membantu peserta memahami pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana” ujarnya.
Siap Siaga, Beri Bantuan
Keterlibatan UMDC Umla dalam kegiatan ini menunjukkan bahwa peran relawan tidak terbatas pada memberikan pertolongan ketika keadaan darurat terjadi.
Relawan juga memiliki tanggung jawab untuk meningkatkan pemahaman mengenai kebencanaan melalui edukasi dan simulasi.
Bagi relawan, tugas tersebut menuntut kesiapan, kepedulian, kedisiplinan, serta kemampuan berkoordinasi dengan pihak lain.
Kehadiran tim kesehatan juga menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan kegiatan yang lebih aman sehingga peserta dapat mengikuti rangkaian diklat dengan lebih tenang.
Selama dua hari pelaksanaan, para relawan berkomitmen menjaga kesiapsiagaan dan memberikan bantuan sesuai kebutuhan.
Prinsip utama yang dipegang adalah tetap siaga, tanggap terhadap kondisi di lapangan, dan siap memberikan pertolongan kepada siapa pun yang membutuhkan.
Partisipasi ini sekaligus menjadi ruang bagi anggota UMDC Umla untuk mengembangkan keterampilan praktis di bidang kesehatan darurat dan kebencanaan.
Pengalaman terlibat langsung dalam kegiatan lapangan diharapkan dapat memperkuat kapasitas relawan dalam menjalankan tugas kemanusiaan.
Melalui keterlibatan dalam diklat Prodi K3 ini, UMDC Umla terus mengambil peran dalam membangun kesadaran akan pentingnya keselamatan, kesiapsiagaan, dan kepedulian terhadap sesama.
Kehadiran relawan tidak hanya ditujukan untuk membantu ketika keadaan darurat terjadi, tetapi juga untuk menumbuhkan pemahaman bahwa kesiapan menghadapi bencana merupakan tanggung jawab bersama.





0 Tanggapan
Empty Comments