Regenerasi kepemimpinan di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara berjalan lancar. Prof. Dr. Akrim resmi dilantik sebagai Rektor UMSU periode 2026–2030, menggantikan Prof. Dr. Agussani yang kini menjabat sebagai Ketua Badan Pengurus Harian (BPH) UMSU.
Pelantikan ini turut dihadiri Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof. Dr. Haedar Nashir serta Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Dr. Fajar Riza Ul Haq.
Dalam amanatnya, Haedar Nashir menekankan pentingnya menjalankan Catur Dharma Perguruan Tinggi serta menghadirkan kepemimpinan profetik di lingkungan Muhammadiyah.
“Kepemimpinan profetik ialah kepemimpinan yang tetap memadukan antara urusan dunia dan urusan akhirat. Imam Mawardi mengatakan bahwa kepemimpinan dalam Islam itu adalah proyeksi dari kerisalahan Nabi. Itulah kepemimpinan profetik,” terang Haedar.
“Saya yakin dengan spirit kepemimpinan seperti itu, kita akan tetap menjalankan fungsi dakwah dan tajdid kita untuk kemaslahatan dan rahmat bagi semesta alam. Selamat Pak Akrim, Insya Allah UMSU akan semakin maju dan Muhammadiyah di Sumatera Utara juga akan semakin maju. Dan juga untuk Pak Agussani, dengan perannya di Badan Pembina Harian,” imbuhnya.
Senada dengan itu, Wamendikdasmen Fajar Riza Ul Haq menilai UMSU sebagai contoh transformasi perguruan tinggi yang berjalan secara baik dan berkelanjutan.
Ia menegaskan bahwa UMSU memiliki kontribusi besar dalam meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK) perguruan tinggi di Sumatera Utara.
“Peran UMSU sebagai salah satu PTS terdepan di Sumatera telah berkontribusi pada peningkatan APK (angka partisipasi kasar) perguruan tinggi. APK perguruan tinggi di Sumatera Utara ini sedikit lebih tinggi di atas rata-rata nasional. Kalau rata-rata nasional APK-nya itu sekitar 32,87 persen, maka Sumatera Utara ini APK perguruan tingginya mencapai 33 persen. Dan saya yakin dan percaya, sebagian besar itu dikontribusikan oleh kiprah UMSU di Sumatera Utara ini,” ujar Fajar.
Fajar juga menyampaikan bahwa rata-rata APK di negara maju mencapai 40–50 persen, sehingga hal ini menjadi tantangan bagi kepemimpinan baru UMSU.
“Jadi, Pak Rektor yang baru masih punya pekerjaan bagaimana, kalau bisa, ke depan APK perguruan tinggi di Sumut ini bisa mencapai angka 50 persen. Artinya, UMSU bisa memberikan akses yang seluas-luasnya bagi putra-putri kita yang ada di Sumatera Utara,” tuturnya.
UMSU juga diharapkan terus menjadi mitra pemerintah sebagai Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) dalam mencetak guru profesional.
“Kalau tidak salah, tahun lalu UMSU sudah meluluskan 9.629 calon guru. Dan itu bagian dari program sertifikasi guru yang diamanatkan oleh Bapak Presiden Prabowo kepada Bapak Mendikdasmen Abdul Mu’ti. Sebelumnya, jumlah guru yang tersertifikasi hanya 65 persen. Sekitar 1,9 juta guru. Tahun 2025, Presiden Prabowo menginstruksikan kepada Bapak Menteri Abdul Mu’ti, kalau bisa dinaikkan angkanya dengan harapan, semakin banyak guru yang tersertifikasi, maka semakin banyak pula guru kita yang profesional dan sejahtera,” ungkapnya.
“Pada tahun ini angkanya melonjak dari 65 persen menjadi 92 persen. Jadi, sekarang jumlah guru yang sudah tersertifikasi angkanya mencapai 92 persen atau sekitar 2,7 juta. Itu dilakukan hanya dalam waktu satu tahun. Ke depan, pemerintah berkomitmen dan terus mendorong supaya tidak ada lagi guru yang tidak tersertifikasi,” pungkas Wamen Fajar.





0 Tanggapan
Empty Comments