Warga Paciran dan sekitarnya menyambut gembira hadirnya Trans Jatim Koridor VII dengan rute Terminal bus Lamongan-Dukun Gresik- Terminal Paciran. Pasalnya koneksitas Paciran- Lamongan dirasa makin dekat dan mudah.
Kegembiraan ini terbukti dengan membludaknya penumpang di kawasan terminal bus Paciran, meskipun terik matahari mendera mereka di Timur terminal Wisata Bahari Lamongan (WBL) tetapi tidak menyurutkan semangat mereka menunggu antrian naik bus murah berwarna hijau, Jumat (10/10/2025).
Bus bertuliskan Trans Jatim Sunan Drajat ini menjadi jalur strategis penghubung Paciran yang merupakan kawasan wisata, pendidikan, dan perdagangan, oleh karenanya bus yang menempuh rute sepanjang 46,6 kilometer ini menjadi jalur dambakan warga Paciran, Solokuro, Sawo Dukun, Karanggeneng, Sukodadi, Made, Lamongan.
Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lamongan, Fathurrahim Syuhadi SE, MM, M.Pd turut merasa senang dengan hadirnya bus ekonomis yang dianggap solutif untuk memperdekat koneksitas Paciran-Lamongan.
“Kehadiran alat transportasi ini semoga mampu dimanfaatkan warga Muhammadiyah Lamongan wilayah Utara untuk lebih aktif dalam kegiatan persyarikatan di tingkat daerah,” ujar Ketua Kwatir Wilayah (Kwarwil) Hizbul Wathan (HW) Jawa Timur ini.
Guru MA Pondok Pesantren Al-Ishlah Sendangagung, Brantini yang berasal dari Babat Lamongan ini merasa bersyukur dengan adanya bus Trans Jatim Koridor VII ini, dia mengaku telah menikmati fasilitas murah ini di hari kedua setelah resmi diluncurkan oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawangsa pada 7 Oktober 2025.
Brantini merasa lebih mudah bersilaturahim dengan keluarganya di Pucuk dan Babat dengan bus murah meriah ini, Ibu tiga anak ini tidak lagi bersepeda motor atau sewa mobil jika ingin anjang ke rumah familinya demikian sebaliknya familinya juga bisa mudah dan murah jika ingin main ke rumahnya di Sendangagung.
“Saya tidak sanggup lagi bersepeda motor jarak jauh, bus ini membantu sekali untuk mengantar ke jalur selatan wilayah Lamongan,” ujar guru Keterampilan dan Wirakarya untuk santri MA Al-Ishlah Sendangagung ini. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments