Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Wisuda Perdana D1 AIK di Ngawi, 40 Pendidik Muhammadiyah Disiapkan Terus Belajar

Iklan Landscape Smamda
Wisuda Perdana D1 AIK di Ngawi, 40 Pendidik Muhammadiyah Disiapkan Terus Belajar
Wisuda perdana 40 pendidik dari 39 Lembaga Pendidikan Muhammadiyah di Kabupaten Ngawi dalam Program Diploma 1 (D1) Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) di Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Muhammadiyah Ngawi (Aman Ridho H/PWMU.CO)
pwmu.co -

Sebanyak 40 pendidik dari 39 Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) di Kabupaten Ngawi menyelesaikan Program Diploma 1 (D1) Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK). Namun, kelulusan ini bukan akhir pembelajaran. Para lulusan akan mengikuti kegiatan upgrading setiap tiga bulan untuk memperkuat pemahaman dan penerapan AIK di lingkungan pendidikan Muhammadiyah.

Wisuda perdana tersebut berlangsung dalam Sidang Senat Terbuka Program Diploma di Islamic Center Muhammadiyah Ngawi, Sabtu (10/10/2026).

Program ini merupakan kolaborasi Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen PNF) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Ngawi dengan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Muhammadiyah Tempurejo Ngawi melalui Lembaga AIK.

Ketua Majelis Dikdasmen PNF PDM Ngawi, Moh. Ngabdani, M.Pd., menegaskan bahwa para lulusan perlu melanjutkan proses belajar setelah wisuda. Berharap mereka tidak hanya menguasai materi AIK, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kegiatan pendidikan sehari-hari.

“Wisuda ini bukan akhir dari proses pembelajaran AIK. Sebaliknya, kelulusan ini harus menjadi awal untuk terus memperdalam pengetahuan sekaligus meningkatkan kemampuan dalam mengimplementasikan nilai-nilai AIK di lingkungan pendidikan Muhammadiyah,” ujarnya.

Ngabdani menjelaskan, program penguatan kompetensi akan berlanjut melalui kegiatan upgrading setiap tiga bulan. Para pendidik juga akan terlibat dalam penyusunan soal mata pelajaran AIK secara bersama-sama.

Harapannya, langkah tersebut membantu guru meningkatkan penguasaan materi sekaligus mengembangkan perangkat evaluasi pembelajaran. Dengan demikian, penguatan AIK tidak berhenti pada kelulusan program diploma, tetapi terus berlanjut melalui kegiatan yang terarah.

AIK Bukan Sekadar Materi Pelajaran

Ketua Lembaga AIK STIT Muhammadiyah Tempurejo Ngawi, Dr. Suwarno, M.Ag., mengingatkan bahwa mengukur pemahaman AIK tidak cukup hanya dari penguasaan materi di ruang kelas. Nilai-nilainya perlu tercermin dalam perilaku, adab, dan akhlak sehari-hari.

SMPM 5 Pucang SBY

Menurut Suwarno, warga Muhammadiyah, terutama para pendidik, perlu menunjukkan nilai-nilai Islam dan Kemuhammadiyahan melalui keteladanan serta tindakan nyata.

Guru tidak hanya bertugas menyampaikan materi, tetapi juga menghadirkan contoh perilaku yang dapat menjadi teladan bagi peserta didik.

Ia menilai keberlanjutan program AIK penting agar para pendidik memiliki kesempatan untuk memperdalam pemahaman secara terstruktur.

Mereka juga harus berusaha menerapkan nilai-nilai tersebut dalam pembelajaran dan kehidupan bermasyarakat.

Wisuda perdana ini menjadi langkah awal penguatan kompetensi sekaligus karakter pendidik Muhammadiyah di Kabupaten Ngawi.

Melalui pembelajaran berkelanjutan, sekolah Muhammadiyah diharapkan tidak hanya mengajarkan AIK sebagai mata pelajaran, tetapi juga membangun budaya sekolah yang mencerminkan nilai-nilai Islam dan Kemuhammadiyahan.***

Revisi Oleh:
  • Notonegoro - 12/10/2026 18:00
SD Kreatif
Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu