Edukasi kesehatan mental yang didukung program Corporate Social Responsibility (CSR) pilar pendidikan PT Astra Graphia diikuti 120 siswa SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Malang, di Aula KH Mas Mansur Kampus 1, Jumat (9/10/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB ini bekerja sama dengan RS Lavalette Malang. Melalui kegiatan bertema “Kenali DiriMu, Siapkan Masa DepanMu”, para siswa Konsentrasi Keahlian Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) diajak mengenali potensi diri, memahami dinamika masa remaja, dan mempersiapkan diri menghadapi masa depan.
Kepala SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Moch. Arief Luqman Hakim, M.Pd., mengapresiasi dukungan PT Astra Graphia melalui program CSR pilar pendidikan. Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi bentuk sinergi dunia industri dan pendidikan dalam mendukung perkembangan siswa, termasuk dari aspek kesehatan mental.
“Saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya dan sambutan yang sangat hangat kepada PT Astra Graphia Jakarta atas kepercayaan serta kepeduliannya kembali melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) pilar pendidikan. Kolaborasi berharga yang menghadirkan RS Lavalette Malang ini adalah wujud nyata sinergi dunia industri dan dunia pendidikan dalam membangun generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga sehat secara mental,” sambut Arief.
Ia juga mengingatkan siswa TKJ agar mengenali potensi diri, memahami kelebihan dan keterbatasan, serta belajar mengelola emosi. Menurutnya, kesiapan memasuki dunia kerja tidak hanya ditentukan oleh keterampilan teknis, tetapi juga kepercayaan diri dan kemampuan menghadapi tantangan.
Bekal Mental untuk Menghadapi Dunia Kerja
Senada dengan Arief, Branch Manager PT Astra Graphia Tbk. Cabang Surabaya 2, Martian Mustika, menekankan pentingnya membangun karakter dan ketahanan mental siswa selain meningkatkan kompetensi teknis.
“Di masa depan, kalian tidak hanya dituntut untuk menguasai keahlian teknis di bidang jaringan komputer, tetapi juga membutuhkan ketahanan mental, fleksibilitas berpikir, serta rasa percaya diri yang tinggi untuk menghadapi berbagai dinamika dunia kerja. Sebab, fisik yang sehat dan mental yang kuat adalah modal utama bagi kalian untuk tumbuh menjadi talenta-talenta unggul bangsa. Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan insight yang berharga, menginspirasi langkah kalian selama menempuh pendidikan di SMK, dan membekali kalian keyakinan untuk menyongsong masa depan gemilang,” ungkap Martian.
Materi disampaikan oleh psikolog RS Lavalette Malang, Lebda Katodhia, S.Psi., M.Psi. Dalam kegiatan tersebut, ia membahas sejumlah persoalan yang dekat dengan kehidupan remaja, mulai dari refleksi identitas dan fase remaja, dinamika pertemanan, perkembangan otak remaja, penggunaan media sosial, hingga cara mengelola konflik keluarga dan membangun ketahanan emosional.

Materi juga mencakup kerangka aksi untuk mempersiapkan siswa memasuki dunia kerja. Pembahasan tersebut dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif. Para siswa mengajukan pertanyaan seputar cara mengenali potensi diri, mengelola stres, dan menghadapi ketidakpastian mengenai masa depan setelah lulus dari SMK.
Rini Widiawati, siswi kelas XII TKJ, mengaku kegiatan tersebut relevan dengan persoalan yang dihadapi remaja, terutama dalam mengenali potensi diri dan mempersiapkan masa depan.
“Acaranya seru banget dan benar-benar relate sama keresahan kami sebagai anak remaja yang terkadang masih bingung sama potendi diri sendiri. Melalui edukasi kesehatan mental ini menjadikan kami mengerti dan tahu cara mengatur waktu, membatasi diri dari dampak buruk media sosial, dan lebih percaya diri buat menyiapkan masa depan setelah lulus dari SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen,” ungkap Rini.
Melalui kegiatan ini, siswa diharapkan semakin memahami pentingnya kesehatan mental, mampu mengenali potensi diri, dan memiliki bekal untuk menghadapi tantangan selama menempuh pendidikan maupun ketika memasuki dunia kerja. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments