Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Muhammadiyah Kota Surabaya menggelar silaturahmi di Rumah Makan Prima Rasa, Jalan A. Yani 166, Surabaya, Ahad (26/7/2026). Diselingi dengan evaluasi pelayanan pasca-ibadah haji tahun 2026. Forum ini dimanfaatkan untuk membeberkan catatan operasional sekaligus merancang pembinaan rutin bagi jemaah.
Ketua KBIHU Muhammadiyah Surabaya, Drs. H. Luqmanto, mengonfirmasi bahwa 141 jemaah haji yang tergabung dalam angkatan ke-29 seluruhnya telah tiba di tanah air dengan selamat. Luqmanto mengklarifikasi penamaan angkatan tersebut secara teknis merupakan angkatan ke-29. Bukan ke-31. Sebagai akibat dari penyesuaian penundaan pemberangkatan semasa pandemi COVID-19 beberapa tahun lalu.
Terkait dinamika operasional di lapangan, Luqmanto membeberkan masalah bagasi jemaah kloter 52 yang sempat mengalami penyusutan jumlah. Dari total 387 unit koper saat keberangkatan, hanya 377 koper yang tiba saat pemulangan. Sementara 10 koper sisanya hilang dan kini masih dalam tahap koordinasi intensif bersama Kementerian Haji.
“Terkait masalah koper yang sempat tertukar atau belum sampai, kami terus berkoordinasi secara intensif dengan Kementerian Haji. Agar hak jemaah bisa segera terselesaikan dengan baik,” ujar Drs. H. Luqmanto.
Untuk KBIHU Muhammadiyah Surabaya,hanya 1 koper yang hilang. Di sisi medis, pihak KBIHU menerapkan skema body system serta penanganan ketat oleh tim kesehatan internal. Termasuk pemberian suntikan anti-mual sebelum penerbangan, bagi yang mabuk saat penerbangan. Juga pendampingan khusus bagi jemaah sakit dari Makkah, Madinah, hingga kepulangan ke rumah.
Kendala lapangan memang selalu ada. Tapi keselamatan dan ketenangan ibadah jemaah tetap prioritas utama. Karena itu, pendampingan kesehatan ekstra ketat juga terus kami terapkan dari Tanah Suci hingga jemaah kembali ke rumah.”
“Evaluasi ini amanat regulasi pemerintah daerah. Pembinaan alumni tidak boleh berhenti di sini. Tapi berlanjut setiap Ahad kelima berkolaborasi dengan IKAH di Kampus Universitas Muhammadiyah Surabaya dan beberapa titik lain agar nilai kemabruran jemaah terus terjaga,” ujar Luqmanto.
Meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap KBIHU Muhammadiyah Surabaya terlihat dari lonjakan pendaftaran. Untuk musim haji mendatang, sebanyak 107 jemaah sudah terdaftar indent dengan estimasi biaya haji sebesar Rp106,7 juta. Di samping agenda pemberangkatan umrah yang rutin digelar empat kali lipat dari jumlah jemaah haji setiap tahunnya.





0 Tanggapan
Empty Comments