Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Ribuan Jamaah Aisyiyah Hadiri Pengajian Ahad Pahing, Perkuat Akhlak Anak di Era Digital

Iklan Landscape Smamda
Ribuan Jamaah Aisyiyah Hadiri Pengajian Ahad Pahing, Perkuat Akhlak Anak di Era Digital
Kajian Ahad Pahing bersama bapak bupati Sidoarjo dan Aisyiyah kabupaten Sidoarjo. (Istimewa/PWMU.CO)
pwmu.co -

Ribuan jamaah Aisyiyah memadati Pendopo Delta Wibawa Kabupaten Sidoarjo dalam kegiatan Pengajian Ahad Pahing, Ahad (23/8/2026). Kegiatan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Sidoarjo bersama Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kabupaten Sidoarjo tersebut mengusung tema “Membangun Benteng Akhlak Anak di Tengah Tantangan Pergaulan Era Digital”.

Para jamaah yang mengenakan busana khas berwarna hijau Aisyiyah tampak memadati pendopo sejak pagi. Peserta berasal dari berbagai tingkatan organisasi, mulai dari Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA), Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA), hingga Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) se-Kabupaten Sidoarjo.

Mereka hadir dengan antusias untuk mengikuti rangkaian kajian sekaligus mempererat silaturahmi.

Dukungan Pemkab Sidoarjo

Bupati Sidoarjo H. Subandi, S.H., M.Kn. turut hadir dan memberikan sambutan. Kehadirannya disambut meriah oleh ribuan jamaah Aisyiyah.

Dalam sambutannya, Subandi menyampaikan dukungan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terhadap penyelenggaraan kegiatan keagamaan dan pembinaan masyarakat.

“Pendopo ini adalah milik bersama. Jadi, siapa saja boleh menggunakan pendopo ini, terlebih untuk kegiatan kajian seperti ini. Kami sangat mendukung adanya kegiatan ini. Syukur-syukur bisa dilaksanakan minimal tiga kali dalam setahun,” ungkapnya.

Di akhir sambutan, Bupati Sidoarjo turut mendoakan seluruh jamaah agar senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan.

Menjadi Ibu Penuh Rahmat

Kegiatan dilanjutkan dengan kajian iftitah yang disampaikan oleh Ustadzah Umayani, M.Pd.I. Dalam kajiannya, ia mengajak para ibu untuk menjadikan Nabi Muhammad SAW sebagai suri teladan dalam kehidupan sehari-hari.

Ia menyampaikan beberapa pesan penting bagi para ibu dalam membangun keluarga dan mendidik anak.

Pertama, menjadi ibu yang penuh rahmat serta mampu menjaga diri dan keluarga dengan mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui proses menuntut ilmu. Kedua, melatih kesabaran, termasuk mampu menahan amarah dan memaafkan kesalahan orang lain.

Ketiga, menjadi ibu yang memberikan keteladanan, bukan sekadar memberikan nasihat. Keempat, menjaga lisan, baik dalam kehidupan sehari-hari di rumah maupun saat menggunakan media sosial. Kelima, menghadirkan rumah sebagai madrasah pertama bagi anak-anak.

Pengajian yang Mencerdaskan, Mencerahkan, dan Membahagiakan

Kajian utama disampaikan oleh Ketua Majelis Tabligh dan Ketarjihan (MTK) Pimpinan Pusat Aisyiyah, Prof. Dr. Hj. Casmini, S.Ag., M.Si.

SMPM 5 Pucang SBY

Dalam kesempatan tersebut, ia menjelaskan tiga ciri utama pengajian Aisyiyah.

“Pengajian Aisyiyah harus mencerdaskan, mencerahkan, dan membahagiakan,” ujarnya.

Menurutnya, pengajian harus mampu menambah ilmu dan pengalaman bagi jamaah sebagai bagian dari gerakan perempuan mengaji. Selain itu, pengajian juga harus memberikan pencerahan serta menghadirkan kebahagiaan bagi para peserta.

Lebih lanjut, Prof. Casmini mengajak para jamaah untuk membangun keluarga yang GUYUP. Ia menjabarkan istilah tersebut sebagai pedoman dalam menjaga keharmonisan keluarga.

G berarti Guyup, yaitu keluarga yang selalu berusaha hadir dan membersamai satu sama lain. U berarti Urun Rembuk, yakni orang tua perlu terlibat dan ikut berkomunikasi dalam kehidupan anak-anaknya. Y berarti Yakin karena Allah, yaitu menanamkan keyakinan dan nilai-nilai keimanan sebagai landasan kehidupan. Sementara P berarti Pergaulan dijaga bersama, sebagai bentuk tanggung jawab keluarga dalam membimbing anak menghadapi lingkungan sosial.

Membangun Benteng Akhlak Anak

Pengajian Ahad Pahing tersebut menjadi momentum untuk memperkuat perhatian terhadap pendidikan dan pembentukan akhlak anak di tengah perkembangan teknologi digital.

Era digital memberikan berbagai manfaat bagi anak-anak, terutama dalam memperoleh informasi dan mendukung proses pembelajaran. Namun, penggunaan teknologi yang tidak bijak juga dapat menghadirkan sejumlah tantangan, seperti paparan konten negatif, kecanduan gawai, serta berkurangnya interaksi sosial secara langsung.

Melalui kegiatan tersebut, para jamaah diajak memahami bahwa benteng utama dalam menghadapi berbagai tantangan tersebut bukan hanya pengawasan terhadap penggunaan teknologi.

Penanaman nilai-nilai agama, keteladanan orang tua, komunikasi yang hangat dalam keluarga, serta lingkungan sosial yang positif juga menjadi bagian penting dalam membentuk generasi yang berakhlak mulia.

Pengajian ini sekaligus menjadi ruang sinergi antara Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, Aisyiyah, keluarga, dan masyarakat dalam memperkuat ketahanan keluarga serta pembinaan generasi muda.

Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan dan semangat kebersamaan. Para jamaah tidak hanya mengikuti kajian, tetapi juga mempererat silaturahmi dan membangun kesadaran bersama bahwa membentuk generasi berakhlak merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat. (*)

SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu