Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Jember resmi membuka agenda Pelatihan Instruktur Dasar (PID) 2026 pada Kamis (17/9/2026) malam.
Bertempat di Aula Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember, kegiatan pembukaan ini dihadiri oleh jajaran pimpinan daerah, pimpinan perguruan tinggi, serta puluhan kader pendamping perkaderan. Pelatihan ini dijadwalkan berlangsung selama empat hari, mulai (17-20/9/2026).
Dalam laporannya, Ketua Panitia Pelaksana, Rafel Nur Alif Firdaus, menegaskan pentingnya arah baru dalam penyelenggaraan pelatihan instruktur kali ini. Ia menyampaikan bahwa panitia berfokus pada pembaruan konsep perkaderan agar selaras dengan dinamika zaman.
“Kami menegaskan penguatan pembaruan agar perkaderan tahan banting. Harapannya, PID ini bisa menghasilkan instruktur yang militan,” ujar Rafel di hadapan para peserta dan tamu undangan.
Menjawab Tantangan Relevansi dan Ketidakpastian Organisasi
Ketua PC IMM Jember, Alfa Rizal Matofani, S.Pd., menggarisbawahi tantangan besar yang dihadapi organisasi mahasiswa saat ini. Menurutnya, frasa kunci yang harus terus diuji dan direnungkan oleh seluruh kader adalah mengenai relevansi gerakan di tengah perubahan lanskap aktivisme yang begitu cepat.
“Ini sudah sering kami sampaikan di seluruh forum IMM, bahwa ada satu terminologi, satu frasa yang menjadi renungan untuk kita bersama sebetulnya, yaitu relevansi. Apakah kehadiran kita, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Jember, tetap relevan? Mengingat algoritma publik kita saat ini di dunia aktivisme sangat cepat sekali berubah,” tutur Alfa.
Ia menyoroti perubahan pola aktivisme dari masa pandemi COVID-19, hadirnya program Kampus Merdeka yang sempat menggeser fokus mahasiswa, hingga gelombang aksi demonstrasi yang kini kembali marak. Menurutnya, situasi ketidakpastian (uncertainty) tersebut menuntut IMM untuk menghadirkan instruktur berkualitas sebagai ujung tombak organisasi.
“Maka relevansi menjadi satu hal yang patut secara bersama kita renungkan. Apakah kehadiran IMM Jember tetap relevan dan tetap menjawab kebutuhan mahasiswa serta masyarakat Kabupaten Jember? Salah satu langkah nyata yang kami lakukan adalah Pelatihan Instruktur Dasar. Di mana instruktur menjadi aktor utama perkaderan yang pada akhirnya melahirkan sumber daya manusia yang kapabel dan kompeten,” tambahnya.
Standardisasi Mutu dan Pengelolaan Potensi Kader
Dukungan penuh turut disampaikan oleh Rektor Unmuh Jember, Dr. Hanafi, M.Pd. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya pelatihan formal untuk membentuk standar kemampuan mengajar dan mengarahkan. Tanpa pelatihan, potensi instruktur yang ada di dalam diri seseorang cenderung tidak terarah.
“Instruktur yang ada di diri kita itu adalah instruktur yang alami, atau bahasa agak negatifnya, instruktur yang liar. Kalau kebetulan bagus, ya bagus. Tapi setelah diberi pelatihan, akhirnya ada standarnya. Yang tinggi lebih tinggi, yang rendah ditinggikan. Saya sangat salut dengan acara ini,” ungkap Dr. Hanafi.
Senada dengan hal tersebut, perwakilan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Jember, KH. Kusno, S.Ag., M.Pd.I., mengingatkan peran krusial instruktur sebagai fasilitator dan edukator yang mampu mengolah potensi dasar peserta menjadi kompetensi riil.
“Instruktur harus menyadari perannya sebagai fasilitator yang membuat semua anggota dan peserta tumbuh potensinya menjadi kompetensi terkelola. Maka muncullah nanti insan-insan yang kompeten. Sebagai edukator, instruktur butuh dilatih agar tidak sekadar jadi ‘guru-guruan’, tetapi benar-benar hadir sebagai sosok pendidik yang teruji,” tegas KH. Kusno.
Rangkaian Pelatihan Instruktur Dasar PC IMM Jember ini akan berlanjut hingga Minggu (20/9/2026) dengan berbagai sesi pendalaman materi, simulasi fasilitasi, serta penguatan ideologi perkaderan bagi para calon instruktur. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments