Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PR IPM) SD Muhammadiyah GKB 2 Gresik menyelenggarakan Taruna Melati for IPM Kids di awal periode 2026-2027. Menjiwai nilai kebaikan dari hadist Nabi Muhammad SAW, hal tersebut disampaikan di pembukaan pada Jum’at (18/09/26).
Khoirunnas Anfauhun Linnas. Hadist riwayat Ath-Thabrani itu bermakna sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.
Kepala SD Muhammadiyah GKB 2, Farikha S Pd menyampaikan bahwa Taruna Melati 2026 ini mengusung tema _growing together and useful for others_, tema tersebut bukan sekedar pemanis melainkan menjadi ruh gerakan IPM khususnya di Berlian Primary School.
“Anak-anak sampai di ruangan ini untuk mengikuti Taruna Melati bukan sekedar ikut melainkan berlatih untuk bisa berkolaborasi, membentuk tim, dan berorganisasi supaya bisa menjadi pribadi yang akan sesuai dengan hadist nabi
“Khoirun nas anfauhum linnas,” tuturnya.
Ia kemudian menjelaskan bahwa setiap manusia pasti saling membutuhkan, maka penting bagi kader-kader pemimpin yang tergabung dalam IPM Kids memiliki empati dan spirit bermanfaat bagi orang lain.
“Sesuai tema _growing together and useful for others_, anak-anak melalui sekolah, IPM dan fasilitas yang ada memiliki kesempatan untuk tumbuh dengan baik. Maka harus diniatkan juga kesempatan ini agar bisa bermanfaat bagi orang lain,” tegasnya.
Taruna Melati for IPM Kids 2026 merupakan rangkaian perkaderan untuk kader baru yang diikuti oleh IPM Kids Berlian Primary School dan komunitas di dalamnya. Diantaranya Kader Sang Pencerah, Al-Ma’un dan Tiwisada.
Sebanyak 76 kader kompak dengan jas dan rompi kebanggaan masing-masing. Hijau untuk Kader Tiwisada, biru untuk Kader Sang Pencerah, cokelat untuk Kader Al-Ma’un dan jas kuning untuk pengurus IPM Kids.
Belajar Menjadi Pemimpin
Belajar menjadi pemimpin dimulai dari kemampuan memimpin diri sendiri. Dalam aktivitas belajar di sekolah, tentu ada interaksi sosial antar teman, guru, karyawan bahwa tamu yang datang ke sekolah.
Sebagai kader, IPM Kids harus mampu mengelola sikap dan emosinya. Saling membantu, bertutur baik, sopan, santun serta mampu menjadi teladan bagi teman-teman yang lain baik adik maupun kakak kelas. Hal ini termasuk berbuat baik kepada orang lain.
“Kegitan ini membekali kita, khususnya para kader untuk mengelola emosi dan perasaan. Bahagia secukupnya, sedih secukupnya,” ungkapnya.
Fafa panggilan untuk Farikha S Pd memberikan tips melatih diri agar tetap bahagia.
“Ayo dilatih mulai dari sekarang, supaya bisa menjaga kebahagiaan di dalam diri. Kalau sedang tidak enak hati, segera istighfar agar menjaga kebahagiaan hati,” jelasnya.
Fafa juga mengingatkan, untuk bisa brmanfaat bagi orang lain dibutuhkan ketangguhan. Maka kader IPM harus mengingat tiga hal.
“Jangan gampang nangis, jangan gampang mengeluh, jangan berhenti berbuat baik,” tegas Fafa.
Kepala Berlian Primary School itu kemudian penutup sambutannya dengan memberikan penyadaran bahwa boleh jadi anak-anak berada di IPM Kids ini sedang mengamalkan doa orangtua. Bahwa anaknya adalah seorang yang mampu menajadi pemimpin.
Ia kemudian menutup dengan doa:
Rabbana hablana min azwajina wa dzurriyatina qurrata a’yun, waja’alna lil muttaqina imama.
“Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (penyejuk mata), dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa”. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments