Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Muhammadiyah Perkuat Kepemimpinan Pendidikan melalui Pelatihan Manajemen Sekolah di Tiongkok

Iklan Landscape Smamda
Muhammadiyah Perkuat Kepemimpinan Pendidikan melalui Pelatihan Manajemen Sekolah di Tiongkok
pwmu.co -

Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen dan PNF) Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyelenggarakan Training on Management and School Leadership di Guangzhou, Foshan, dan Shenzhen, Tiongkok, pada 14–18 September 2026.

Kegiatan tersebut diikuti 32 peserta yang terdiri atas pimpinan Majelis Dikdasmen dan PNF serta kepala sekolah dari berbagai daerah di Indonesia. Daftar resmi program mencatat kegiatan tersebut sebagai Training on Management and School Leadership – China, September 14–18, 2026.

Program ini terlaksana atas kerja sama Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah dengan Kedutaan Besar Republik Rakyat Tiongkok di Indonesia.

Melalui program tersebut, para peserta diharapkan dapat memperluas wawasan mengenai pengelolaan sekolah, kepemimpinan pendidikan, pengembangan pendidikan vokasi, serta berbagai praktik pendidikan yang berkembang di Tiongkok.

Program ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat pertukaran dan kerja sama pendidikan antara Indonesia dan Tiongkok.

Rombongan diberangkatkan dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jakarta, dan dilepas secara langsung oleh Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah, Didik Suhardi, Ph.D.

Dalam pengarahannya, Didik menyampaikan rasa syukur karena program yang telah dipersiapkan cukup lama akhirnya dapat terlaksana.

“Syukur alhamdulillah, kegiatan ini akhirnya bisa terlaksana dengan baik dan lancar. Kita sudah cukup lama menunggu momentum ini, hampir satu tahun. Saya berharap seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh dan memperoleh hasil yang maksimal,” ujarnya.

Didik menekankan bahwa perjalanan tersebut bukan sekadar kunjungan, tetapi harus menjadi proses belajar dan benchmarking yang hasilnya dapat diterapkan setelah peserta kembali ke Indonesia.

Ia mengingatkan peserta untuk menggunakan prinsip ATM—Amati, Tiru, dan Modifikasi—secara kritis. Praktik-praktik baik yang dijumpai di Tiongkok perlu dipelajari dan kemudian disesuaikan dengan karakter, nilai, serta kebutuhan pendidikan Muhammadiyah.

“Ikuti seluruh kegiatan dengan baik dan sungguh-sungguh. Setelah kembali ke Indonesia, apa yang dipelajari harus dapat membawa perubahan bagi kemajuan pendidikan Muhammadiyah. Amati praktik-praktik yang baik, pelajari, kemudian modifikasi sesuai dengan kebutuhan kita,” pesannya.

Didik juga meminta setiap peserta mendokumentasikan dan mencatat secara sistematis berbagai temuan selama program.

Catatan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai pengalaman individual, tetapi dapat dibagikan kepada sekolah, Majelis Dikdasmen dan PNF di daerah, serta jaringan pendidikan Muhammadiyah secara lebih luas.

Selama lima hari, peserta mengikuti rangkaian kegiatan pendidikan dan kunjungan lapangan di tiga kota.

Di Guangzhou, rombongan dijadwalkan mengunjungi Guangzhou Xiehe Middle School dan Guangzhou Huimin Primary School.

SMPM 5 Pucang SBY

Perjalanan kemudian dilanjutkan ke Foshan untuk mengunjungi Shunde Leung Kau Kui Vocational and Technical School. Kunjungan tersebut memberikan kesempatan kepada peserta untuk melihat secara langsung penyelenggaraan pendidikan vokasi tingkat menengah.

Sementara di Shenzhen, peserta akan mengunjungi Shixia School serta Shenkang Campus of Hongling Education Group.

Dengan demikian, kunjungan mencakup beragam jenjang dan model pendidikan, mulai dari sekolah dasar, sekolah menengah, pendidikan vokasi, hingga kelompok penyelenggara pendidikan.

Peserta dapat membandingkan berbagai pendekatan dalam kepemimpinan sekolah, tata kelola kelembagaan, pengembangan sumber daya manusia, dan lingkungan pembelajaran.

Selain agenda pendidikan, itinerary juga memberikan ruang kepada peserta untuk mengenal lebih dekat perkembangan sosial, budaya, dan modernisasi Tiongkok.

Agenda tersebut antara lain mencakup kunjungan ke Xianxian Mosque di Guangzhou, Qinghui Garden di Foshan, Guangzhou Tower, Ping An Finance Center, Dongmen Old Street, serta Nantou Ancient Town/Shenzhen Bay Park.

Dalam surat undangan, Kedutaan Besar RRT juga menekankan kesempatan bagi peserta untuk mengenal kehidupan masyarakat Muslim Tiongkok serta melihat perkembangan modernisasi negara tersebut.

Komposisi peserta menunjukkan cakupan program yang cukup luas. Selain unsur pimpinan Majelis Dikdasmen dan PNF, rombongan terdiri atas kepala sekolah dari jenjang SD/MI, SMP, SMA, dan Muhammadiyah Boarding School, serta perwakilan Majelis dari beberapa wilayah.

Daftar resmi memuat peserta hingga nomor 32, termasuk perwakilan sekolah dan Majelis dari berbagai daerah di Indonesia.

Wakil Ketua Majelis Dikdasmen PNF PP Muhammadiyah yang juga menjadi pemimpin delegasi, R. Alpha Amirrachman, M.Phil., Ph.D., mengatakan program tersebut diharapkan menjadi bagian dari transformasi pendidikan Muhammadiyah.

Melalui pengalaman internasional tersebut, pembelajaran mengenai kepemimpinan sekolah, manajemen kelembagaan, pendidikan vokasi, pemanfaatan teknologi, budaya mutu, dan pengembangan lingkungan belajar diharapkan tidak sekadar menghasilkan wawasan baru.

Pengetahuan tersebut diharapkan dapat diterjemahkan menjadi inovasi konkret di sekolah masing-masing.

“Pelatihan ini diarahkan untuk memperkuat jejaring pendidikan Muhammadiyah agar semakin maju, unggul, adaptif, dan berdaya saing global, tanpa kehilangan identitas dan nilai-nilai yang menjadi fondasi pendidikan Muhammadiyah,” pungkas Alpha.

Revisi Oleh:
  • Satria - 14/09/2026 00:34
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu