Panitia Baitul Arqam Camp Majelis Pembinaan Kader (MPK) Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kota Probolinggo mematangkan berbagai persiapan menjelang pelaksanaan kegiatan.
Hal itu dilakukan melalui rapat koordinasi yang berlangsung di TK Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) VI Kota Probolinggo, Kamis (10/9/2026).
Rapat koordinasi dipimpin Ketua MPK PDA Kota Probolinggo sekaligus Kepala TK ABA VI Kota Probolinggo, Amalia Nofrianti Budiarjo SPd.
Kegiatan tersebut juga didampingi Wakil Sekretaris PDA Kota Probolinggo membidangi Majelis Pembinaan Kader, Ir Izza El Mila SPd.
Rapat berlangsung serius dengan membahas berbagai persiapan teknis kegiatan. Namun, suasana tidak lantas menjadi kaku.
Sesekali terdengar guyonan apik dan positif di antara para panitia sehingga suasana koordinasi tetap hangat dan penuh keakraban.
Maklum, rapat dilaksanakan pada siang hari setelah para panitia menyelesaikan tugas mengajar. Para panitia merupakan guru dan tenaga kependidikan yang berasal dari TK, KB, dan TPA Aisyiyah se-Kota Probolinggo.
BA AUA Season 2 Diikuti 41 Peserta
Ketua MPK PDA Kota Probolinggo Amalia Nofrianti Budiarjo menjelaskan, kegiatan ini merupakan Baitul Arqam Aisyiyah (BA AUA) Season 2 yang diperuntukkan bagi pendidik dan tenaga kependidikan dengan masa kerja di bawah lima tahun.
“Baitul Arqam Season 2 ini untuk pendidik dan tenaga kependidikan dengan masa kerja di bawah lima tahun, dengan jumlah peserta 41 orang” ujarnya.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi bagian penting dalam membentuk kader Aisyiyah yang tidak hanya memiliki kompetensi profesional, tetapi juga karakter dan wawasan Kemuhammadiyahan.
“Harapan kami dengan adanya BA AUA ini akan terbentuk kader pendidik dan tenaga kependidikan yang profesional, berkarakter dan berkemajuan” tutur Amalia.
Menurutnya, kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana memperkuat pemahaman peserta terhadap Kemuhammadiyahan dan meningkatkan loyalitas sebagai kader Aisyiyah.
“Selain itu juga untuk memperkuat pengetahuan tentang Kemuhammadiyahan dan meningkatkan loyalitas sebagai kader Aisyiyah” tambahnya.
Survei Lokasi Tenda dan Lima Pos
Usai rapat, panitia tidak langsung membubarkan diri. Mereka melanjutkan kegiatan dengan melakukan survei lokasi yang akan digunakan untuk pelaksanaan Baitul Arqam Camp.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah lokasi pemasangan tenda sebagai tempat peserta bermalam. Selain itu, panitia juga melakukan pemetaan lima pos yang akan digunakan dalam kegiatan kelompok.
Kelima pos tersebut nantinya akan menjadi bagian dari rangkaian kegiatan yang mengedepankan kerja sama dan kekompakan peserta.
Penyusuran lima pos akan dilaksanakan pada pagi hari setelah kegiatan senam pagi, dengan peserta yang terbagi dalam beberapa kelompok.
Setiap kelompok akan menyusuri pos-pos yang telah dipersiapkan panitia. Selain menjadi aktivitas yang menyenangkan, rangkaian tersebut diharapkan mampu menumbuhkan kebersamaan, komunikasi, kedisiplinan, kepemimpinan, dan kemampuan bekerja sama.
Setelah survei lokasi tenda dan lima pos selesai, panitia kembali ke TK ABA VI untuk melanjutkan koordinasi. Beberapa hal teknis kembali dimatangkan agar pelaksanaan kegiatan dapat berjalan tertib dan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.
Rapat koordinasi akhirnya ditutup sekitar pukul 15.00 WIB. Sejumlah pembahasan penting telah disepakati, sehingga panitia selanjutnya tinggal mempersiapkan pelaksanaan di lapangan.
Baitul Arqam Camp MPK PDA Kota Probolinggo dijadwalkan berlangsung pada Sabtu–Ahad (19–20/9/2026).
Kegiatan dikemas dengan konsep bermalam dan diikuti 41 guru serta tenaga kependidikan TK, KB, dan TPA Aisyiyah se-Kota Probolinggo.
Dari Profesionalitas Menuju Pengabdian
Baitul Arqam bukan sekadar kegiatan berkumpul dan mengikuti berbagai aktivitas. Di balik setiap agenda kaderisasi terdapat tujuan yang lebih besar.
Yakni, menumbuhkan kesadaran bahwa menjadi pendidik di Amal Usaha Aisyiyah merupakan bagian dari ikhtiar dakwah dan pengabdian.
Seorang pendidik tentu dituntut profesional dalam menjalankan tugas. Namun, dalam lingkungan persyarikatan, profesionalitas perlu berjalan seiring dengan karakter, integritas, wawasan Kemuhammadiyahan, serta loyalitas terhadap perjuangan Aisyiyah.
Karena itu, Baitul Arqam menjadi ruang untuk menyegarkan kembali niat dan semangat pengabdian.
Guru tidak hanya hadir sebagai tenaga profesional di ruang kelas. Namun juga sebagai bagian dari kader yang memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga nilai-nilai pendidikan dan dakwah.
Semangat ta’awun juga menjadi bagian penting dalam proses tersebut. Setiap orang mengambil peran sesuai kemampuannya. Ada yang memimpin, merancang kegiatan, menyiapkan perlengkapan, mengatur pos, hingga memastikan seluruh rangkaian berjalan dengan baik.
Saling Menguatkan dalam Satu Tujuan
Sebagaimana pesan Al-Qur’an dalam Surat al-Maidah ayat 2, umat Islam diperintahkan untuk “tolong-menolonglah dalam kebajikan dan takwa”. Semangat inilah yang selayaknya tumbuh dalam setiap proses kaderisasi Aisyiyah.
Dari sebuah rapat selepas mengajar, lahir ikhtiar untuk menyiapkan kader. Dari survei lokasi untuk tempat pemasangan tenda dan lima pos, terbangun semangat kebersamaan.
Dan dari Baitul Arqam, diharapkan tumbuh pendidik dan tenaga kependidikan yang bukan hanya profesional dalam bekerja. Tetapi juga berkarakter, berkemajuan, memahami Kemuhammadiyahan, serta memiliki loyalitas dalam mengabdi di Aisyiyah.
Sebab, kaderisasi bukan sekadar mempersiapkan kegiatan hari ini. Kaderisasi adalah menyiapkan penerus perjuangan untuk masa depan persyarikatan.





0 Tanggapan
Empty Comments