PRM Jagir bekerjasama dengan Majelis Tabligh PCM Wonokromo mengadakan kajian keislaman pada Ahad (13/9/2026).
Agenda yang bertempat di musholla di SD Muhammadiyah 7 Surabaya ini menghadirkan Wakil ketua PDM Surabaya, Jemadi MA. Ia mengawali kajian dengan motivasi bagi para peserta.
“Ranting atau Cabang jika bisa mengadakan kajian seperti ini, berarti jadi salah satu indikator kalau ranting/cabang tersebut berkembang atau maju” tegasnya.
Lebih lanjut, Jemadi berujar bahwa Ideologi Muhammadiyah terdiri dari beberapa hal. Seperti Pedoman hidup islami, MKCH & Risalah Islam Berkemajuan yang menitikberatkan pada mengutamakan Tauhid di atas segalanya.
Hal tersebut sebagaimana termaktub diantaranya dalam surat Al-ikhlas ayat 1-2 dan Al Baqarah ayat 163.
“Selain itu juga ada hadits shahih riwayat bukhari muslim, yang mana menjelaskan perihal hak Allah atas hamba-Nya dan hak hamba-Nya terhadap Allah. Tauhid menjadi landasan penting dalam merumuskan kebijakan” terang Jemadi.
Menurutnya, Muhammadiyah senantiasa terbuka dalam menerima kritik maupun saran atas keputusan majelis tarjih. Selama masih dapat dijumpai dalil yang lebih rajih atau kuat terkait sesuatu hal.
Beberapa intisari dari risalah islam berkemajuan, di antaranya yakni Tauhid, Al-Quran & As-Sunnah, Ijtihad serta prinsip Wasathiyah. Keempat intisari tersebut, ujarnya, mengerucut pada Tauhid.
Di samping itu, Jemadi menuturkan jika Tauhid bukan sekedar mengakui keesaan Allah. Melainkan menetapkan orientasi segala sesuatu yang dilakukan atas dasar karena ingin memperoleh ridha Allah Subhanahu wa Ta’ala.
“Peniadaan Tuhan selain Allah dan menetapkan bahwa Allah merupakan satu-satunya Tuhan menjadi dua pokok dari kalimat Tauhid” tambahnya.
Jemadi berkata, kedua hal tersebut berjalan saling berkelindan, tidak dapat dipisahkan satu sama lainnya.
Beberapa faedah dari Tauhid, diantaranya tidak mudah takut menghadap ancaman, tidak gila jabatan, tidak bergantung pada jimat dan sejenisnya. Kemudian bersikap amanah sekalipun tidak diawasi, semangat menuntut ilmu, dan lain sebagainya.
Terakhir, Jemadi menutup dengan menegaskan bahwa Muhammadiyah memiliki misi mewujudkan islam rahmatan lil alamin, sebagaimana termaktub dalam Matan Muhammadiyah.





0 Tanggapan
Empty Comments