Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Blitar menggelar roadshow bimbingan dan motivasi Islami bagi siswa sekolah Muhammadiyah. Kegiatan tersebut mengangkat sejumlah persoalan yang perlu dihindari generasi muda, seperti penyalahgunaan narkoba, bullying, pergaulan bebas, terorisme, korupsi, dan intoleransi.
Roadshow bersama Ketua LDK PDM Kota Blitar drh. Sri Widodo tersebut digelar di sejumlah sekolah Muhammadiyah dengan kemasan dan tema yang berbeda. Kegiatan terakhir berlangsung di SMP Muhammadiyah 2 Blitar, Jalan Ir. Sukarno No. 32, Kota Blitar, Jumat (11/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 13.00 WIB tersebut bertempat di Masjid SMP Muhammadiyah 2 Blitar dan diikuti seluruh siswa dengan didampingi kepala sekolah serta para guru.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan basmalah yang dipandu pembawa acara Velov. Acara dilanjutkan pembacaan Al-Quran oleh Aini.
Selanjutnya, seluruh peserta berdiri untuk menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars Sang Surya, dan Mars IPM. Acara kemudian dilanjutkan dengan bimbingan dan motivasi Islami yang disampaikan Sri Widodo.
Mengawali motivasinya, Sri Widodo mengajak siswa mengucapkan ikrar bersama.
“Aku siswa SMP Muhammadiyah 2 Blitar tidak bodoh, stop narkoba, mboten LGBT dan bukan teroris. Menjadi generasi sukses bersama Muhammadiyah,” ucapnya yang diikuti para siswa.
Setelah itu, para peserta menyanyikan lagu Hari Merdeka bersama-sama.
Makna Bodoh dalam Islam
Sri Widodo menjelaskan bahwa makna bodoh atau al-jahil dalam perspektif Islam tidak hanya berkaitan dengan rendahnya kecerdasan intelektual atau tingkat pendidikan. Kebodohan juga dapat bermakna tidak mengenal Allah, mengabaikan ajaran agama, dan memiliki akhlak yang buruk.
“Bodoh (al-jahil) menurut agama Islam bukan saja mereka yang tidak memiliki kecerdasan intelektual atau pendidikan rendah, melainkan mereka yang tidak mengenal Allah, mengabaikan agama, dan berakhlak buruk,” jelasnya.
Menurutnya, terdapat sejumlah ciri kebodohan dalam perspektif Islam. Di antaranya menolak kebenaran dan petunjuk Allah, memiliki akal tetapi tidak menggunakannya untuk merenungkan ayat-ayat Allah, serta memilih jalan yang sesat.
Perbuatan maksiat dan pelanggaran terhadap perintah Allah juga dapat bersumber dari kebodohan. Ia mencontohkan bullying, penyalahgunaan narkoba, pergaulan bebas, pembunuhan, terorisme, korupsi, dan intoleransi.
“Tidak mampu mengendalikan lisan atau emosi, membelanjakan harta tidak pada tempatnya atau boros, merasa paling benar dan sombong, serta tidak tahu bahwa dirinya bodoh termasuk ciri khas orang bodoh,” ujar Sri Widodo.
Sukses Bersama Muhammadiyah
Sri Widodo mengajak siswa yang menjadi anggota Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) untuk terus belajar dan mengembangkan diri. Menurutnya, menjadi generasi sukses bersama Muhammadiyah dapat diwujudkan dengan mengamalkan Risalah Islam Berkemajuan.
Ia menjelaskan, Risalah Islam Berkemajuan memiliki sejumlah karakter, antara lain tauhid yang murni, bersumber dari Al-Quran dan As-Sunnah, ijtihad dan tajdid, prinsip wasathiyah, serta orientasi amal usaha yang memberikan manfaat bagi umat.
“Menjadi generasi yang bisa melaksanakan karakter Risalah Islam Berkemajuan dengan ikhlas niscaya akan menjadi sukses dunia dan akhirat,” ujarnya.
Sri Widodo menambahkan, keberhasilan dunia dan akhirat dapat diraih dengan menjadi orang beriman dan bertakwa serta menjalankan perintah Allah sesuai Al-Quran dan As-Sunnah.
Ia menyampaikan, Allah menjanjikan ketenangan dan jalan keluar bagi orang-orang yang beriman dan bertakwa. Mereka juga dijanjikan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.
“Karena kita melaksanakan Risalah Islam Berkemajuan, kita menjadi orang beriman dan bertakwa. Insyaallah, kita akan sukses di akhirat dengan masuk surga dan mendapatkan kesuksesan di dunia,” pungkasnya. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments