Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Muchamad Arifin: Dai Anti Narkoba Harus Hadir Menyelamatkan Generasi dari Modus Peredaran yang Kian Masif

Iklan Landscape Smamda
Muchamad Arifin: Dai Anti Narkoba Harus Hadir Menyelamatkan Generasi dari Modus Peredaran yang Kian Masif
Muchamad Arifin: Dai Anti Narkoba Harus Hadir Menyelamatkan Generasi dari Modus Peredaran yang Kian Masif. (Alfain/PWMU.CO)
pwmu.co -

Ancaman penyalahgunaan dan peredaran narkotika di Indonesia terus berkembang dengan berbagai modus baru. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius dalam Training of Facilitator (TOF) Dai Anti Narkoba Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur yang digelar di Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSurabaya), Sabtu (3/10/2026).

Ketua Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Muchamad Arifin, dalam paparannya mengajak para dai anti narkoba Muhammadiyah untuk memahami perkembangan peta persebaran narkotika sekaligus berbagai modus peredarannya yang semakin beragam.

Di hadapan para peserta, Arifin memaparkan peta persebaran narkotika di Indonesia serta data kasus penyalahgunaan dan peredaran narkotika sebagai gambaran bahwa persoalan narkoba bukan lagi persoalan yang dapat dihadapi secara parsial.

“Modus peredaran yang kian masif di negeri ini harus menjadi perhatian bersama, termasuk kita para dai anti narkoba Muhammadiyah yang hari ini akan dikukuhkan di Universitas Muhammadiyah Surabaya,” ujar Arifin.

Menurutnya, perkembangan teknologi dan perubahan gaya hidup juga ikut membuka ruang bagi munculnya modus-modus baru. Salah satu yang perlu menjadi perhatian adalah rokok elektrik atau vape yang dapat disalahgunakan sebagai sarana penyalahgunaan zat narkotika.

Fenomena tersebut, kata Arifin, menunjukkan bahwa pola pencegahan tidak boleh berhenti pada cara-cara lama. Para dai harus terus memperbarui pengetahuan agar pesan dakwah mampu menjawab persoalan nyata yang dihadapi masyarakat, terutama generasi muda.

“Dai tidak cukup hanya mengetahui dalil tentang larangan narkoba. Dai juga harus memahami realitas di lapangan, karena generasi muda yang kita dakwahi hidup dalam lingkungan yang terus berubah,” jelasnya.

Arifin mengajak para dai untuk menjadikan dakwah sebagai bagian dari gerakan penyelamatan generasi. Menurutnya, masjid, kampus, sekolah, komunitas, keluarga, hingga ruang digital merupakan ruang dakwah yang harus dimanfaatkan untuk membangun kesadaran tentang bahaya narkoba.

SMPM 5 Pucang SBY

“Kita tidak boleh menunggu generasi muda menjadi korban baru kemudian bergerak. Dakwah harus hadir sebelum mereka terjerumus,” tegasnya.

Ia menambahkan, semakin luasnya jaringan peredaran narkotika membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Para dai Muhammadiyah memiliki ruang strategis untuk menyampaikan pesan pencegahan secara persuasif, membangun ketahanan keluarga dan komunitas, serta mengajak masyarakat berani mengatakan tidak terhadap narkoba.

TOF Dai Anti Narkoba ini pun menjadi momentum penting untuk mengubah cara pandang bahwa dakwah bukan hanya aktivitas menyampaikan pesan keagamaan, tetapi juga ikhtiar nyata menjaga kehidupan manusia.

Di tengah ancaman narkotika yang terus mencari celah baru, para dai diharapkan menjadi orang-orang yang mampu membaca tanda-tanda zaman. Sebab, ketika modus berubah, cara berdakwah juga harus berkembang; ketika ancaman mendekati generasi muda, dakwah harus lebih dahulu hadir mendekatinya.

Dari forum tersebut, pesan yang mengemuka sederhana tetapi mendalam: menyelamatkan satu generasi bukan pekerjaan sehari, dan mencegah narkoba bukan hanya tugas aparat. Dakwah pun harus mengambil bagian. (*)

Revisi Oleh:
  • Nadjib Hamid - 03/10/2026 12:31
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu