Iklan SDM 4 Mudipat 2026

Tiga Siswa Spemdalas Berbagi Coding dan IoT kepada 150 Mahasiswa UM

Iklan Smamda Sidoarjo 2026
Tiga Siswa Spemdalas Berbagi Coding dan IoT kepada 150 Mahasiswa UM
Tiga siswa Spemdalas berbagi pengalaman coding dan IoT kepada sekitar 150 mahasiswa UM dalam perkuliahan STEM (Fitri Wulandari/PWMU.CO)
BANNER RSI AISYIYAH MALANG
pwmu.co -

Tiga siswa Digital Technology Class Program (DTCP) SMP Muhammadiyah 12 GKB (Spemdalas) mendapat kesempatan berbagi pengalaman belajar pemrograman (coding) dan Internet of Things (IoT) kepada sekitar 150 mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM), Jumat (2/10/2026).

Ketiga siswa tersebut adalah Julio Fakhri Kurniawan, Alzena Maritza, dan Sayyidah Jenar Jameela. Mereka mengikuti perkuliahan mata kuliah STEM di Departemen Pendidikan IPA UM bersama Kepala Spemdalas Yugo Triawanto, M.Si., yang menjadi praktisi mengajar dalam perkuliahan tersebut.

Yugo telah terlibat sebagai praktisi mengajar di UM selama tiga tahun ajaran setelah lolos seleksi program tersebut. Pada kesempatan kali ini, ia tidak datang sendiri. Tiga siswa DTCP diajak untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh melalui pembelajaran teknologi di Spemdalas.

Dalam perkuliahan tersebut, mahasiswa UM diperkenalkan dengan kemampuan coding yang dipelajari para siswa. Mereka juga mendapat gambaran mengenai penerapan IoT yang dikembangkan melalui pembelajaran teknologi di Spemdalas.

Kegiatan tersebut didampingi Guru IT Spemdalas Ananda Azizul Akbar, S.Kom. Keterlibatan siswa memberikan kesempatan kepada mereka untuk menyampaikan pengetahuan yang selama ini dipelajari di sekolah kepada mahasiswa dalam suasana perkuliahan.

Belajar Berbagi Pengetahuan

Yugo mengatakan, kesempatan tersebut menjadi bagian dari proses pembelajaran siswa. Menurutnya, pengetahuan yang diperoleh siswa tidak seharusnya berhenti pada kemampuan individu, tetapi juga perlu dibagikan melalui ruang belajar yang lebih luas.

“Anak-anak tidak hanya belajar untuk dirinya sendiri. Mereka juga kami beri ruang untuk berbagi pengetahuan dan karya kepada mahasiswa. Ini menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi mereka,” ujar Yugo.

Menurut Yugo, keterlibatan siswa dalam perkuliahan juga memberikan pengalaman yang berbeda dari proses pembelajaran di sekolah. Siswa tidak hanya dituntut memahami materi, tetapi juga belajar menyampaikan apa yang telah mereka kuasai kepada orang lain.

Iklan SMPM 5 Surabaya 2026

Azizul Akbar menilai pengalaman tersebut dapat membantu siswa mengembangkan kemampuan di luar aspek teknis teknologi. Ketika berhadapan dengan mahasiswa, siswa perlu menjelaskan gagasan, berkomunikasi, dan bekerja sama selama proses pembelajaran.

“Coding dan IoT bukan hanya tentang kemampuan teknis. Anak-anak juga belajar bagaimana menjelaskan ide, bekerja sama, dan menyampaikan pengetahuan kepada orang lain,” jelasnya.

Siswa Berbagi Pengalaman

Julio Fakhri Kurniawan mengaku senang sekaligus tertantang mendapat kesempatan berbagi pengalaman belajar bersama mahasiswa UM.

Baginya, kesempatan tersebut menjadi ruang untuk menunjukkan pengetahuan yang selama ini diperoleh melalui pembelajaran di DTCP Spemdalas. Ia juga mendapatkan pengalaman baru karena harus berinteraksi dengan mahasiswa dalam kegiatan perkuliahan.

“Senang dan sekaligus tertantang. Kami bisa menunjukkan apa yang selama ini dipelajari di sekolah dan mendapat pengalaman baru dari mahasiswa,” ungkapnya.

Kegiatan tersebut memperluas pengalaman belajar siswa DTCP Spemdalas dari ruang kelas ke lingkungan perguruan tinggi. Melalui pertemuan tersebut, siswa tidak hanya mempraktikkan kemampuan teknologi, tetapi juga belajar menyampaikan pengetahuan dan berkomunikasi dalam forum akademik. (*)

SD Kreatif
Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu