Suasana penuh semangat dan keceriaan mewarnai pembukaan Kemah Ceria (KEMARA) Pandu Hizbul Wathan Qobilah MIM 04 Dadapan, Solokuro, Lamongan, Sabtu (3/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung hingga Senin (5/10/2026) tersebut dipusatkan di halaman Masjid Ibnu Abbas Muhammadiyah Dadapan. KEMARA diikuti para peserta didik dengan penuh antusias sebagai bagian dari kegiatan pendidikan kepanduan yang memadukan pembelajaran, kemandirian, kebersamaan, dan nilai-nilai keislaman.
Pembukaan KEMARA dilakukan Kepala Madrasah MIM SEKAWAN Dadapan, Khothibul Umam, SEI. Dalam amanatnya, ia menyampaikan bahwa kegiatan perkemahan menjadi momentum bagi peserta didik untuk belajar dan mengembangkan karakter melalui aktivitas kepanduan yang edukatif sekaligus menyenangkan.
“Melalui Kemah Ceria ini, anak-anak tidak hanya belajar tentang kepanduan, tetapi juga belajar menjadi pribadi yang disiplin, bertanggung jawab, mandiri, peduli, dan mampu bekerja sama. Semoga pengalaman selama kemah menjadi bekal berharga dalam kehidupan sehari-hari,” pesannya.
Setelah upacara pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan penyematan tanda peserta oleh kepala madrasah kepada perwakilan peserta. Prosesi tersebut menjadi tanda dimulainya rangkaian KEMARA Pandu Hizbul Wathan Qobilah MIM 04 Dadapan.
Belajar di Alam Terbuka
KEMARA tidak sekadar menjadi kegiatan berkemah di alam terbuka. Kegiatan ini dirancang sebagai sarana pendidikan karakter yang melatih kemandirian, kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama, serta kepedulian terhadap sesama dan lingkungan.
Para peserta akan mengikuti berbagai kegiatan yang telah disiapkan panitia dan pembina, mulai dari permainan edukatif, keterampilan kepanduan, kegiatan kelompok, ibadah bersama, hingga aktivitas kebersamaan.
Melalui berbagai kegiatan tersebut, peserta didik mendapatkan pengalaman belajar secara langsung. Mereka didorong untuk berani mencoba, saling membantu, menghargai teman, serta membiasakan diri menjaga kebersihan dan lingkungan sekitar.
Nilai-nilai kepanduan Hizbul Wathan yang berorientasi pada pembentukan pribadi muslim berakhlak mulia juga menjadi ruh dalam pelaksanaan KEMARA.
Kepala madrasah bersama jajaran guru dan pembina berharap kegiatan tersebut dapat menjadi pengalaman yang membahagiakan sekaligus mendidik bagi seluruh peserta.
“Jadikan kemah ini sebagai kesempatan untuk belajar, bersahabat, mandiri, dan menumbuhkan keberanian. Ambil setiap pengalaman baik selama kegiatan untuk menjadi pribadi yang lebih baik,” pesannya.
Dengan semangat “Ceria dalam Kebersamaan, Mandiri dalam Kegiatan, Berakhlak dalam Kehidupan”, KEMARA Pandu Hizbul Wathan Qobilah MIM 04 Dadapan diharapkan mampu melahirkan generasi yang tangguh, berkarakter, memiliki kepedulian sosial, cinta lingkungan, serta memiliki semangat Islam Berkemajuan.
Keceriaan tampak dari senyum dan antusiasme para peserta selama mengikuti pembukaan. Bagi mereka, KEMARA bukan sekadar kegiatan kemah, melainkan ruang untuk belajar, membangun persahabatan, melatih kemandirian, dan menumbuhkan karakter.
Rangkaian pembukaan KEMARA ditutup dengan doa yang dipimpin Pimpinan Ranting Muhammadiyah Dadapan, Amrozi, S.Pd.I. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments